Corona Melonjak, Filipina Berlakukan Lockdown

* Layanan Gereja dan Pertemuan Massal Dilarang

133 view
Foto: AFP/TED ALJIBE
Polisi berjaga-jaga di pos pemeriksaan saat lockdown diberlakukan di Filipina
Manila (SIB)
Lebih dari 24 juta orang di pusat ekonomi Filipina, Manila menghadapi lockdown, Senin (29/3). Para pejabat setempat juga memperingatkan pembatasan selama seminggu ini dapat diperpanjang jika kasus infeksi virus Corona belum turun.

Seperti dilansir AFP, Senin (29/3) masyarakat telah diperintahkan untuk tinggal di rumah kecuali mereka yang merupakan pekerja penting di Manila. Sementara empat provinsi lainnya juga menghadapi lonjakan kasus yang telah membuat rumah sakit hampir penuh.

Hanya beberapa jam setelah lockdown diberlakukan di wilayah tersebut - yang menyumbang sekitar setengah dari aktivitas ekonomi negara - kepala Epidemiologi Departemen Kesehatan Alethea de Guzman memperingatkan bahwa tindakan itu dapat diperpanjang untuk menghasilkan penurunan yang "berkelanjutan".

"Semua opsi terbuka," kata Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana, yang memimpin gugus tugas Covid-19 Filipina.

Lonjakan kasus Covid-19 di Filipina salah satunya disebut akibat varian virus baru yang lebih menular. Total kasus kini mencapai lebih dari 720.000 kasus.

Polisi juga berjaga-jaga di jalan-jalan utama Manila, ibu kota Manila untuk memeriksa warga yang beraktivitas.

"Ini sulit karena tidak ada pekerjaan, tidak ada bayaran," kata July Calma.

"Kami tidak (memiliki tabungan) karena kami membelanjakannya setiap hari," imbuhnya.

Layanan Gereja dan pertemuan massal lainnya dilarang, jam malam pukul 18:00-05:00 diberlakukan dan transportasi umum telah dikurangi. Lebih lanjut, sejumlah supermarket, apotek, dan bisnis penting lainnya diizinkan beroperasi, sementara kegiatan olahraga di luar ruangan diizinkan.

Juru bicara kepresidenan Harry Roque, yang awalnya menyarankan transportasi umum akan dihentikan, mengumumkan lockdown , Sabtu (27/3).

Sebelumnya, lockdown selama berbulan-bulan melumpuhkan ekonomi Filipina, membuat banyak rumah tangga kelaparan.

Roque mengatakan keputusan untuk memperketat pembatasan lagi "sangat rumit". Ia juga mengakui memperpanjang lockdown dapat menyebabkan lebih banyak orang meninggal karena kelaparan dan penyakit selain akibat virus Corona.

Sekretaris Anggaran Wendel Avisado mengatakan bantuan akan diberikan kepada hampir 23 juta orang yang berada dalam kondisi lockdown, tetapi dia tidak memberikan rincian.

Saat ini semakin banyak rumah sakit di ibu kota Filipina itu melaporkan bahwa tempat tidur untuk pasien Covid-19 penuh.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah tenaga kesehatan mengatakan bahwa rumah sakit kekurangan tempat tidur dan terpaksa menolak pasien.

Harry Roque, mengumumkan bahwa lockdown akan berlaku mulai Senin (29/3), hingga Hari Paskah yang jatuh Minggu (4/4).

Perkumpulan lebih dari 10 orang di luar rumah juga dilarang. Warga yang berbeda tempat tinggal pun tak diperbolehkan berkumpul di kediaman orang lain.

Di samping itu, warga juga tak diizinkan makan di restoran, meski layanan pesan antar masih diperbolehkan.

Untuk memastikan penerapan lockdown ini, pemerintah pun menerjunkan personel Kepolisian Nasional Filipina (PNP) ke beberapa titik pemeriksaan di tiap daerah.

Pemerintah memberlakukan kembali lockdown ini setelah Filipina melaporkan 9.838 kasus Covid-19 terbaru pada akhir pekan lalu. Penambahan ini merupakan peningkatan kasus harian Covid-19 terbanyak di Filipina.

Filipina sendiri merupakan negara dengan mayoritas penduduk Katolik sehingga pergerakan menjelang Hari Paskah cenderung tinggi.

Sementara itu, pemerintah Filipina baru saja memulai vaksinasi gelombang pertama untuk pekerja medis. Kementerian Kesehatan Filipina mengimbau warga untuk bersabar dan tak melompati antrean vaksinasi ini.

"Jangan khawatir. Tujuan kami memastikan semua orang divaksinasi. Namun sementara melakukan itu, pemerintah memprioritaskan pekerja medis karena mereka yang paling terekspos dan berisiko paling tinggi terpapar Covid," ujar Kepala Satuan Tugas Covid-19 Filipina, Carlito Galvez.

Ia kemudian berkata, "Akan lebih banyak vaksin datang. Kami yakin. Kita hanya harus menunggu giliran kita untuk divaksinasi." (detikcom/CNNI/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com