Corona Mengganas, Orang Kaya India Ramai-ramai Sewa Jet Pribadi untuk Kabur ke Luar Negeri

KBRI Imbau WNI di India Daftar Vaksinasi Covid

497 view
Corona Mengganas, Orang Kaya India Ramai-ramai Sewa Jet Pribadi untuk Kabur ke Luar Negeri
AFP/FREDRIK PERSSON
Ilustrasi Foto Jet pribadi sedang mendarat.  
Mumbai (SIB) -Warga India berkemampuan ekonomi tinggi ramai-ramai menyewa pesawat dan jet pribadi untuk kabur dari terjangan gelombang kedua pandemi Covid-19 di negaranya. Harga tiket untuk jet pribadi pun melambung pada Jumat (23/4).

AFP melaporkan bahwa kebanyakan orang kaya India itu berlomba memesan penerbangan ke Uni Emirat Arab sebelum jalur ke negara itu ditutup mulai Minggu (25/4), sehingga harga tiket melambung tinggi. Situs perbandingan harga menunjukkan bahwa penerbangan komersial satu arah dari Mumbai ke Dubai pada Jumat dan Sabtu menelan biaya hingga 80 ribu rupee atau Rp15,4 juta (1 rupee=Rp192), sekira 10 kali lipat dari tarif biasa.

Sementara itu, tiket rute New Delhi ke Dubai harganya lebih dari 50 ribu rupee atau sekitar Rp9,64 juta, lima kali lipat dari harga normal. Tidak ada tiket yang ditawarkan di laman tersebut mulai hari Minggu seiring dengan pemberlakuan penangguhan penerbangan selama 10 hari mendatang.

Untuk jet pribadi, juru bicara perusahaan Air Charter Service India mengatakan bahwa permintaan mengalami lonjakan luar biasa. "Kami memiliki 12 penerbangan menuju Dubai besok dan setiap penerbangan semuanya penuh. Saya telah menyiapkan hampir 80 permintaan untuk terbang ke Dubai hanya untuk hari ini," kata juru bicara itu, seperti dilansir dari AFP, Sabtu (24/4).

Warga dikenakan tarif US$38 ribu atau sekitar Rp551,5 juta (US$1=Rp14,5 ribu) untuk menyewa jet 13 tempat duduk dari Mumbai ke Dubai. Untuk pesawat dengan enam tempat duduk, calon penumpang dikenakan tarif US$31 ribu (Rp449,9 juta). "Mereka telah membuat kelompok dan mengatur untuk berbagi jet kami hanya untuk mendapatkan kursi. Ada beberapa permintaan untuk ke Thailand, tapi sebagian besar ke Dubai," kata perwakilan penyewaan jet itu.

Otoritas Penerbangan Sipil Umum UEA menyatakan mereka yang datang dari India melalui negara lain harus karantina di tujuan selanjutnya terlebih dulu setidaknya selama 14 hari. Sementara itu, warga negara UEA dan penumpang jet pribadi dibebaskan dari persyaratan itu. Penerbangan kargo tidak terpengaruh.

UEA sendiri merupakan rumah bagi sekitar 3,3 juta orang India atau sepertiga dari populasi sehingga tak heran ketika warga berbondong ke negara itu. Pada Jumat (23/4) waktu setempat, larangan masuk ke Inggris dari India juga diberlakukan, kecuali untuk warga negara Inggris dan Irlandia atau warga negara lain dengan status permanent resident.

Daftar Vaksinasi Covid
Sementara itu, Kedutaan Besar RI di New Delhi mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di India agar segera mendaftarkan diri untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 mulai, Sabtu (24/4), di tengah peningkatan penularan virus corona di negara itu. "Bagi mereka yang belum memperoleh vaksin, pendaftaran untuk vaksinasi dimulai hari Sabtu dan dilakukan sendiri-sendiri melalui website cowin.gov.in," ujar Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI New Delhi, Hanafi, Jumat (23/4).

Hanafi mengatakan bahwa sejauh ini, pemerintah India memang memprioritaskan vaksinasi terhadap penduduk berusia 60 tahun ke atas dan usia lebih dari 45 tahun yang memiliki komorbid. "Karena lonjakan wabah ini (pemerintah India) mengubah kebijakan mulai 1 Mei akan membebaskan semua warga 18 tahun ke atas boleh vaksinasi," kata Hanafi. Menurut Hanafi, saat ini sejumlah WNI di rentang usia prioritas sendiri sudah mengikuti program vaksinasi di India.

Sementara itu, kata Hanafi, beberapa pemerintah negara bagian di India mulai melakukan pembatasan sosial untuk menekan Merespons keadaan ini, Hanafi menyatakan bahwa KBRI terus memantau kondisi 750 WNI di India. Pihaknya juga mengimbau agar WNI di India tetap tinggal di rumah dan mematuhi pembatasan yang ditetapkan pemerintah setempat.

Sejauh ini, tidak ada larangan mudik bagi WNI di India. Namun, sejak pandemi merebak, jadwal penerbangan dari negara itu ke Indonesia sangat jarang sehingga kepulangan WNI tidak mudah. Mereka kebanyakan mengandalkan penerbangan repatriasi.

Saat ini, India sedang diterjang gelombang dua pandemi Covid-19. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan India, kasus Covid-19 di negara itu bertambah 314.835 dalam sehari pada Kamis.

Angka itu merupakan lonjakan kasus harian terbesar di dunia, mengalahkan rekor Amerika Serikat yang melaporkan 297.439 kasus pada Januari lalu. Secara keseluruhan, India melaporkan total 15,9 juta kasus Covid-19 sejak pandemi merebak tahun lalu. Dari keseluruhan angka tersebut, India melaporkan total 185 kasus kematian. (AFP/dtc/CNNI/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com