Cuaca Ekstrem Melanda Sumut, Gubernur Minta Seluruh Elemen Siap Siaga

* BMKG Prakirakan Dua Hari ke Depan Sumut Masih Hujan

149 view
Cuaca Ekstrem Melanda Sumut, Gubernur Minta Seluruh Elemen Siap Siaga
Foto: Dok/Diskominfo Sumut
APEL: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menjadi Inspektur Upacara pada Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana dan Gelar Peralatan Bencana Provinsi Sumut, di Hanggar Lanud Suwondo, Medan (13/9).
Medan (SIB)
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meminta semua elemen masyarakat siap siaga terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam. Ini perlu menjadi perhatian karena dalam beberapa hari terakhir Sumut dilanda cuaca ekstrem.

Berdasarkan prediksi Tim Reaksi dan Analisis Kebencanaan (TRAK) di Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), curah hujan akan meningkat di bagian utara Indonesia pada September 2021. Hujan maksimum September terkonsentrasi di pesisir barat Sumatera bagian utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara dan timur serta Papua bagian utara.

Sehubungan dengan hal tersebut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga telah mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir/kilat dan angin kencang di sebagian wilayah Indonesia, termasuk Sumut. Karena itu Gubernur Edy Rahmayadi berharap semua pihak termasuk masyarakat waspada dan berupaya mencegah terjadinya bencana.

“Cuaca ekstrem itu menuntut kita selalu waspada menghadapi bencana yang mungkin terjadi. Seluruh elemen baik pemerintah maupun non-pemerintah harus bisa bekerja sama dan memiliki koordinasi yang kuat untuk mengantisipasi terjadi bencana, sehingga kita bisa merespons dengan cepat dan tepat,” kata Edy Rahmayadi usai Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Gelar Peralatan Bencana di Apron Charlie Lapangan Udara Soewondo Medan, Senin (13/9).

Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2020, Sumut berada di urutan 16 dari 19 provinsi yang masuk kelompok berisiko tinggi. Bila dipersempit lagi ada 13 kabupaten/kota yang masuk ke dalam kelas risiko tinggi yaitu Gunungsitoli, Mandailingnatal, Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Asahan, Sibolga, Labuhanbatu Utara, Padanglawas dan Labuhanbatu. Sementara 20 kabupaten/kota lainnya berisiko sedang.

“Ada 13 daerah kita yang bila curah hujan tinggi rawan terjadi banjir dan tanah longsor. Karena itu kita siapkan sekarang personel dan peralatan kita masing-masing. Bukan hanya di sini saat apel, tetapi ditindaklanjuti ke chek point-chek point melihat kesiapan daerah masing-masing,” terangnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Abdul Haris Lubis mengatakan, Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Gelar Peralatan Bencana itu diperlihatkan berbagai peralatan untuk menghadap bencana seperti dapur bergerak, alat-alat berat seperti ekskavator, perahu karet, pendeteksi suara, pemotong besi dan baja alat komunikasi dan lainnya. Ada juga alat pendeteksi kedalaman dari relawan serta kendaraan-kendaraan taktis untuk bencana.

"Apel ini bukan hanya sekedar memperlihatkan personel dan peralatan tetapi mengingatkan kita akan kewaspadaan terhadap bencana terutama pada daerah-daerah yang rawan. Kemudian kita akan tindaklanjuti ke daerah-daerah dan mensosialisasikannya ke masyarakat," katanya.

Sementara Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin mengatakan TNI telah mempersiapkan peralatan, personel dan tim reaksi cepat untuk penanggulangan bencana di Sumut. Dia berharap semua pihak siap ketika terjadi bencana.

“Kita tentu tidak ingin terjadi bencana, tetapi ketika terjadi kita harus siap. Kami dari TNI sudah mempersiapkan personel terbaik kami, peralatan dan juga tim reaksi cepat,” terangnya.

Wakapolda Sumut Brigjen Dadang Hartanto menambahkan kerja sama adalah kunci dalam menanggulangi bencana karena setiap elemen memiliki kelebihan masing-masing. “Kerja sama yang utama, baru kita petakan daerah rawan sehingga kita sudah stanby pada titik-titik rawan terbut, itu yang membuat respon kita bisa cepat bila terjadi bencana,” katanya.

Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Gelar Peralatan Bencana itu dihadiri Pangkosekhanudnas III Marsma TNI Mohammad Nurdin, Danlantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Achmad Wibisono dan Danlanud Soewondo Kol Pnb JH Ginting. Hadir juga OPD terkait Pemprov Sumut, SAR Medan, relawan bencana dan organisasi-organisasi non-pemerintah.

Masih Hujan
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan memperkirakan cuaca dua hari ke depan di Sumut masih menghadapi hujan sedang hingga lebat. Hal itu dikatakan Petugas Forecaster BMKG Wilayah Medan Budi Prasetyo seperti dilansir dari harianSIB.com, Senin (13/9).

Ia mengatakan wilayah yang terdampak hujan sedang-lebat di wilayah Sumut berlaku 13-14 September 2021 yaitu Langkat (Pangkalan Susu, Pematang Jaya, Besitang, Brandan Barat, Binjai, Selesai, Stabat, Secanggang, Hinai).

Kota Binjai (Binjai Utara, Binjai Barat, Binjai Kota, Binjai Selatan, Binjai Timur), Deliserdang (Pancurbatu, Namorambe, Kutalimbaru, Sunggal, Hamparan Perak, Labuhan Deli, Tanjung Morawa, Percut Seituan, Batangkuis, Sinembah, Tanjung Muda Hilir, Patumbak, Delitua, Sibiru-biru).

Kota Medan (Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Selayang, Medan Marelan, Medan Deli, Medan Helvetia, Medan Barat, Medan Petisah, Medan Baru, Medan Sunggal, Medan Polonia, Medan Maimun, Medan Kota, Medan Area, Medan Amplas, Medan Denai, Medan Tembung, Medan Perjuangan, Medan Timur, Medan Labuhan, Medan Belawan).

Kota Pematangsiantar (Siantar Martoba, Siantar Sitalasari, Siantar Utara, Siantar Timur, Siantar Marihat, Siantar Barat, Siantar Selatan). Batubara (Medang Deras, Air Putih, Sei Suka Laut Tador). Serdang Bedagai (Tebingtinggi, Tebing Syahbandar, Dolok Masihul, Dolok Merawan Sipispis, Bandar Khalipah).

Simalungun (Raya Kahean, Tapian Dolok, Dolok Batu Nanggar, Bandar Huluan, Gunung Maligas, Pematang Bandar, Gunung Malela, Siantar, Raya, Panombean Panei, Tanah Jawa, Jawa Maraja, Bah Jambi, Hutabayu Raja, Bosar Maligas, Bandar, Bandar Masilam).

Tebingtinggi (Rambutan, Padang Hilir, Tebing Tinggi Kota, Bajenis, Padang Hulu), Labuhanbatu (Bilah Hulu, Bilah Barat, Pangkatan, Rantau Utara, Rantau Selatan, Panai Hulu, Panai Hilir).

Labuhanbatu Utara (Marbau, Aek Kuo, Kualuh Hilir, Na IX-X, Kualuh Leidong, Kualuh Hulu, Kualuh Selatan), Padanglawas Utara (Dolok Sigompulon) dan Asahan (Sei Kepayang).

Ia mengatakan suhu udara di wilayah Sumut 24.0-33.0°C, kelembapan udara 65-98%, arah angin tenggara-barat laut: 10-30 km/jam dan titik panas (hotspot) ada tiga titik panas. (A13/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com