DPR Sahkan 7 Calon Hakim Agung Terpilih


135 view
DPR Sahkan 7 Calon Hakim Agung Terpilih
(Eva Safitri/detikcom)
DPR mengesahkan tujuh calon hakim agung terpilih. 
Jakarta (SIB)
Komisi III DPR melaporkan hasil uji kelayakan terkait tujuh nama hakim agung terpilih. Keputusan itu disetujui di rapat paripurna.

Laporan hasil uji kelayakan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi III Adies Kadir. Komisi III memilih tujuh dari 11 calon hakim agung.

"Rapat pleno untuk mendengarkan pandangan fraksi-fraksi guna memberikan persetujuan atau tidak memberikan persetujuan atau memberikan persetujuan sebagiannya dari 11 calon hakim agung tahun 2021," kata Adies dalam rapat paripurna DPR, Selasa (21/9).

Adies menjelaskan uji kelayakan dilakukan untuk melihat kemampuan hingga integritas para calon hakim agung. Penetapan hakim agung itu ditetapkan dari musyawarah mufakat.

"Komisi III menyadari kecakapan, kemampuan, integritas di wawasan kebangsaan dan moral calon hakim agung merupakan prasyarat penting untuk menjadi hakim agung pada Mahkamah Agung," ujarnya.

"Atas dasar kriteria itu, Komisi III mengedepankan prinsip musyawarah mufakat dan berdasarkan pendapat dan pandangan dari 9 fraksi di Komisi III menyetujui sebanyak tujuh calon hakim agung," lanjut Adies.

Pimpinan sidang rapat paripurna, Sufmi Dasco Ahmad, lantas meminta persetujuan seluruh anggota Dewan terhadap tujuh calon hakim agung yang telah lolos uji kelayakan.

"Sekarang perkenankan kami menanyakan kepada sidang Dewan yang terhormat apakah hasil laporan komisi DPR RI terhadap uji kelayakan calon hakim agung tahun 2021 tersebut dapat disetujui?" ujar Dasco.

"Setuju," kata seluruh anggota. Dasco pun langsung mengetok palu persetujuan.

Berikut calon hakim agung yang disepakati pada tingkat I di Komisi III DPR dan selanjutnya akan disampaikan pada rapat paripurna:

H. Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.Hum. (Sebagai Calon Hakim Agung Kamar Pidana), Jupriyadi, S.H., M.Hum. (Sebagai Calon Hakim Agung Kamar Pidana), Dr. Prim Haryadi, S.H., M.H (Sebagai Calon Hakim Agung Kamar Pidana), Suharto, S.H., M.Hum. (Sebagai Calon Hakim Agung Kamar Pidana), Yohanes Priyana, S.H., M.H. (Sebagai Calon Hakim Agung Kamar Pidana), Dr. H. Haswandir, S.H., M.Hum., M.M. Sebagai Calon Hakim Agung Kamar Perdata) dan Brigjen TNI Dr. Tama Ulinta Br Tarigan, S.H., M.Kn. (Sebagai Calon Hakim Kamar Militer).

Anggota BPK
Sementara itu, Komisi XI DPR melaporkan hasil uji kelayakan calon anggota Badan Pengawas Keuangan (BPK) RI yang meloloskan Nyoman Adhi Suryadnyana dalam rapat paripurna. Hasilnya seluruh anggota DPR menyetujui laporan tersebut.

"Berdasarkan hasil perhitungan suara terhadap 15 calon anggota BPK, Komisi XI menyepakati satu calon anggota BPK terpilih dengan suara terbanyak, yaitu Nyoman Adi Suryadnyana memperoleh 44 suara dari jumlah total 56 suara," demikian laporan yang disampaikan Wakil Ketua Komisi XI, Dolfie Othniel Frederic Palit, dalam rapat paripurna di Kompleks DPR, Senayan.

Wakil Ketua DPR, sekaligus pimpinan rapat paripurna Sufmi Dasco Ahmad kemudian meminta persetujuan dari seluruh anggota DPR. Keputusan itu lantas disetujui.

"Perkenankan kami menanyakan kepada sidang dewan terhormat apakah laporan Komisi XI terhadap hasil uji kelayakan dapat disetujui?," tanya Dasco.

"Setuju," jawab anggota Dewan.

Jadi Sorotan
Sebelumnya, pencalonan Nyoman Adi menjadi sorotan sejumlah pihak lantaran dianggap tidak memenuhi persyaratan.
Nyoman Adi merupakan satu dari dua nama calon anggota BPK yang dinilai tak lolos persyaratan tapi mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR RI. Satu nama lagi adalah Harry Z Soeratin, sedangkan satu orang lain mengundurkan diri.

Nyoman Adi dan Harry tidak diloloskan DPD karena tidak memenuhi syarat yang diatur dalam Undang-Undang (UU) BPK Nomor 15 Tahun 2006 Pasal 13 huruf. Pasal itu mengatur syarat minimal dua tahun telah meninggalkan jabatannya di badan pengelola keuangan. (detikcom/a)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com