DPRD SU: Bendungan Sungai Aek Siborgung Taput Jebol, 500 Ha Areal Persawahan Kering-kerontang

* Desak Dinas SDA, CKTR Sumut Alokasikan Anggaran Perbaikannya di APBD TA 2022

327 view
DPRD SU: Bendungan Sungai Aek Siborgung Taput Jebol, 500 Ha Areal Persawahan Kering-kerontang
Foto Ist/harianSIB.com
Sekretaris FP Demokrat DPRD Sumut, Ir Tangkas Manimpan Lumbantobing 
Medan (SIB)
Sekretaris FP Demokrat DPRD Sumut Ir Tangkas Manimpan Lumbantobing menegaskan, setelah jebolnya bendungan Sungai Aek Siborgung Kabupaten Taput (Tapanuli Utara), masyarakat petani di tiga desa resah, karena 500 hektar areal persawahannya "kering-kerontang" alias tidak dapat difungsikan secara maksimal.

"Bendungan Sungai Aek Siborgung yang berada di Desa Parbubu 1 Tarutung, selama ini berfungsi memenuhi kebutuhan air persawahan di tiga desa, yakni Desa Parbubu 1, Parbubu 2 dan Hutapea Banuarea. Tapi setelah jebol, areal persawahan mereka tidak dapat lagi difungsikan secara maksimal," tandas Tangkas Manimpan Lumbantobing kepada wartawan, Jumat (3/12) melalui telepon dari Tarutung.

Dari hasil temuan anggota dewan Dapil Tapanuli ini, Bendungan Sungai Aek Siborgung saat ini dipenuhi semak belukar dan tidak dapat difungsikan, karena mengalami kerusakan pondasi saluran sekitar 100 meter, sehingga banyak masyarakat petani mengalihfungsikan areal persawahannya menjadi lahan kering, dengan hasil yang tidak memuaskan.

"Bendungan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat petani di tiga desa itu, dibangun Pemprov Sumut pada tahun 2017 dan tiga tahun kemudian jebol, sehingga masyarakat sangat berharap kepada anggota DPRD Sumut Dapil Tapanuli untuk memperjuangkan anggaran perbaikannya di APBD Sumut TA 2022 ini," ujar Tangkas.

Dari pengamatan Tangkas di lapangan, kerusakan tanggul yang jebol panjangnya mencapai 40 meter, mengakibatkan aliran Sungai Aek Siborgung mengarah ke Sungai Sigeaon, bukan lagi ke bendungan irigasi, sehingga kondisi lahan mengalami kekeringan dan sebagian ada yang sudah terlantar.

"Sebenarnya, anggaran perbaikan tanggul yang sangat didambakan masyarakat ini sudah masuk dalam daftar prioritas di APBD Sumut TA 2020, tapi dikarenakan terjadinya refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19, terpaksa ditunda," tegas anggota Komisi B ini.

Berkaitan dengan itu, Tangkas mendesak Pemprov Sumut Cq Dinas SDA, CKTR (Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang) Sumut untuk mengalokasikan anggaran perbaikan bendungan dimaksud di APBD Sumut TA 2022, demi menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Taput yang selama ini daerah Tarutung dikenal sebagai lumbung beras.

"Jangan biarkan masyarakat petani di Tarutung terus menderita tidak bisa menanam padi, akibat kerusakan bendungan. Padahal padi merupakan kebutuhan utama masyarakat," tegas Tangkas sembari menambahkan, perbaikan bendungan merupakan tanggung-jawab Pemprov Sumut yang harus dilaksanakan.(A4/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com