Masa Jabatan Sekdaprov Sumut Akan Berakhir Pada 1 Juni 2021

DPRD SU: Jika Tidak Ada Lagi Pejabat Berkualitas, Perlu “Impor” Pejabat Putra Daerah

* Edy Rahmayadi: Bukan Sembarangan

253 view
Foto Istimewa
Ir Parlaungan Simangunsong ST IPM
Medan (SIB) -Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumut Ir Parlaungan Simangunsong ST IPM mengakui, masa jabatan Hj Sabrina sebagai Sekdaprov Sumut diperkirakan akan berakhir pada 1 Juni 2021, karena akan memasuki masa pensiun, sehingga Gubernur Sumut Edy Rahmayadi harus mencari penggantinya yang bisa lebih bersinergi dengan anggota legislatif demi kemajuan pembangunan di Sumut.

"Jabatan Sekdaprov Sumut ini sangat strategis dan dianggap sebagai motor penggerak roda pembangunan dari segi pengalokasian anggaran, sebab Sekdaprov Sumut merupakan Ketua TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) Sumut," ujar Parlaungan Simangunsong kepada wartawan, Selasa (20/4) melalui telepon di Medan.

Berkaitan dengan itu, tandas Parlaungan, gubernur harus bisa memilih pejabat karier terbaik dan sosok yang visioner serta memiliki kapasitas dan kualitas yang baik untuk diangkat menjadi Sekdaprov Sumut, guna mendukung visi misi "Sumut Bermartabat".

"Jika tidak ada lagi pejabat di jajaran Pemprov Sumut yang dianggap layak atau berkualitas menduduki jabatan Sekdaprov Sumut, gubernur perlu juga "mengimpor" pejabat putra daerah dari luar Sumut yang benar-benar mampu menjalankan administrasi pemerintahan" tandas Sekretaris Komisi D ini.

Memang diakui Ketua AKLI Sumut ini, calon Sekdaprov Sumut nantinya harus melalui seleksi yang ketat dan tahapannya juga melalui seleksi lelang jabatan serta harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, koordinasi dan pembinaan kepada perangkat di bawahnya serta kepada Gubernur dan Wagub Sumut maupun DPRD Sumut.

"Untuk mengisi jabatan Sekdaprov bukan hal yang mudah bagi setiap peserta lelang jabatan, karena harus lolos secara administrasi kepegawaian dan menyelesaikan seluruh rangkaian atau tahapan seleksi dengan angka terbaik," katanya.

Tahapannya, tandas Parlaungan, gubernur akan memilih tiga orang pejabat terbaik, kemudian diusulkannya kepada Presiden untuk dipilih salah satu yang terbaik.

"Tapi usulan itu sepenuhnya hak prerogatif gubernur, tidak ada campur tangan lembaga legislatif, sehingga kita harapkan pengganti Sekdaprov Sumut nantinya figur yang terbaik, dan mampu mengemban jabatan tersebut dengan penuh tanggung-jawab serta mampu berkomunikasi dengan anggota dewan," katanya.

Parlaungan yang juga Ketua Pansus LKPJ Gubernur Akhir Tahun 2020 DPRD Sumut ini yakin, Edy Rahmayadi akan bisa memilih calon Sekdaprov Sumut tepat waktu, karena lembaga legislatif sangat tidak menginginkan terjadinya lagi Plt (Pelaksana Tugas) di lingkungan Pemprov Sumut seperti Kepala OPD yang selama ini banyak berstatus Plt.

Bukan Sembarangan
Sementara itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, jabatan Sekdaprov Sumut bukanlah jabatan sembarangan, sehingga harus dilakukan seleksi yang betul-betul terpilihnya figur yang kompeten.

"Belum saya buka seleksi, karena ada ketentuan untuk jabatan Sekdaprov Sumut harus eselon II. Itu ada ketentuan-ketentuannya, serta pendidikannya. Sepertinya masih kita pelajari," ujar Edy Rahmayadi menjawab wartawan, Selasa (20/4) terkait akan berakhirnya masa jabatan Sekdaprov Sumut.

Ketika ditanya kapan dibuka seleksi jabatan Sekdaprov Sumut, gubernur menjelaskan, akan ada pembahasan nantinya sebelum membuka seleksi. "Tunggu dulu, kita akan kumpul dulu untuk membicarakannya," ujarnya.

Menyinggung siapa pejabat yang tepat menggantikan Sabrina, Edy Rahmayadi tidak mau berandai-andai, sebelum memastikan para pejabat yang memenuhi syarat untuk itu.

"Kita harus tau dulu mana yang bisa dan mana yang tidak bisa, karena jabatan Sekdaprov itu bukan sembarangan harus yang benar-benar terbaik," pungkasnya. (A4/A13/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com