* Petani di Simalungun Harapkan APH Usut Penumpukan Pupuk Bersubsidi

DPRD SU: Usut Tuntas Penimbunan Ratusan Ton Pupuk Bersubsidi di Gudang PT PI Sergai

* Bongkar Motifnya dan Telusuri ke Mana Mau Disalurkan Pupuk “Jatah” Petani Tersebut

210 view
DPRD SU: Usut Tuntas Penimbunan Ratusan Ton Pupuk Bersubsidi di Gudang PT PI Sergai
Foto: Ist/harianSIB.com
Anggota Komisi A DPRD Sumut, Salmon Sumihar Sagala.
Medan (SIB)
Anggota Komisi A DPRD Sumut Salmon Sumihar Sagala meminta aparat penegak hukum segera mengusut tuntas penemuan penimbunan ratusan ton pupuk bersubsidi di Gudang PT Pupuk Indonesia di Jalan Firdaus, Kecamatan Sei Rambah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), demi tegaknya supremasi hukum dan terpenuhinya kebutuhan pupuk petani.
"Aparat penegak hukum kita minta secepatnya mengusut tuntas aksi penimbunan ratusan ton pupuk bersubsidi ini sekaligus membongkar apa motif dilakukannya penimbunan di saat petani membutuhkan pupuk bersubsidi," tandas Salmon Sumihar Sagala kepada wartawan, Selasa (30/5) ketika dihubungi melalui telepon di Medan.
Anggota dewan Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat ini mengaku sangat kesal atas tindakan oknum pelaku penimbunan ratusan ton pupuk bersubsidi tersebut, karena terkesan tidak peduli dengan nasib para petani Sumut yang mengalami gagal panen, akibat kekurangan pupuk bersubsidi.
"Hampir seluruh kabupaten/kota di Sumut saat ini mengalami kelangkaan pupuk bersubsidi jenis Ponska/NPK. Tapi nyatanya, ditemukan ratusan ton menumpuk di gudang alias tidak disalurkan kepada petani. Ini benar-benar sangat menyedihkan bagi petani, sehingga perlu ditelusuri ke mana pupuk jatah petani itu mau disalurkan," tandas Salmon.
Berkaitan dengan itu, politisi PDI Perjuangan ini sangat berharap kepada aparat penegak hukum untuk mengungkap apa motif pelaku penimbun pupuk bersubsidi dimaksud, sehingga dengan sengaja tidak melepasnya ke para petani yang sangat membutuhkan pupuk.
Perlu diketahui, ujar mantan anggota DPRD Karo ini, akibat terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi selama ini, para petani banyak yang mengalami kerugian, karena tidak mampu membeli pupuk dengan harga tinggi, sehingga membiarkan tanamannya tanpa disertai pemupukan.
Penegasan itu disampaikan Salmon Sagala menanggapi berita SIB, Selasa (30/5) terkait hasil Sidak Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar dan tim, yang menemukan ratusan ton pupuk bersubsidi jenis Ponska/NPK menumpuk di gudang milik PT Pupuk Indonesia (Persero) di Serdang Bedagai.
“Ini belum termasuk sekitar 20 ton lagi yang belum dibongkar dari sebuah truk yang terparkir di depan gudang,” tegas Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar kepada wartawan, Senin (29/5) di Medan.
Ketika tiba di lokasi gudang, Tim Ombudsman RI diterima Kepala Gudang PT Pupuk Indonesia Fahruf Abdallah. Sayangnya, tidak koperatif dan sangat tertutup serta menolak memberi penjelasan tentang ratusan ton pupuk bersubsidi tersebut.
Abyadi Siregar didampingi Kepala Keasistenan Pencegahan Mory Yana Gultom dan asisten Wulandari Ayu mengaku curiga ada yang tidak beres dalam pengelolaan pupuk bersubsidi yang dilakukan PT Pupuk Indonesia.
Berkaitan dengan itu, Abyadi berharap kepada aparat penegak hukum seperti Polda Sumut dan Kejati Sumut untuk turun memproses adanya dugaan permainan pupuk bersubsidi di wilayah Sergai dan daerah lainnya, yang kerap terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi.
Sementara itu, para petani di Kabupaten Simalungun mengharapkan Aparat Penegak Hukum (APH) mulai dari Polda Sumatera Utara dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengusut adanya penumpukan pupuk bersubsidi yang ditemukan Ombudsman RI perwakilan Sumut, saat melakukan sidak di Serdang Bedagai (Sergai), Senin (29/5).
Harapan itu disampaikan sejumlah petani di beberapa kecamatan Kabupaten Simalungun, yang kerap mengeluhkan mahal dan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi kepada SIB, Selasa (30/5) setelah membaca berita SIB berjudul "Sidak ke Sergai, Ombudsman Sumut Temukan Ratusan Ton Pupuk Bersubsidi Menumpuk di Gudang".
Haposan Simanjuntak, Oberlin Sinaga dan Darwis Saragih yang merupakan petani di Simalungun mengatakan mengapresiasi kinerja Ombudsman RI yang menemukan penumpukan pupuk bersubsidi di salah satu gudang di Sergai.
"Tentu penemuan ini menjadi salah satu jawaban yang selama ini dikeluhkan para petani yang sangat sulit mendapatkan pupuk bersubsidi. Sementara ini kita ketahui, ada penumpukan pupuk bersubsidi di gudang PT Pupuk Indonesia Group," katanya.
Menurutnya, hal ini menjadi salah satu angin segar bagi para petani dan satu peringatan kepada mafia pupuk yang selama ini bebas melakukan penimbunan maupun penumpukan pupuk bersubsidi di gudang.
“Meskipun saat ini Ombudsman hanya menemukan pupuk ponska bersubsidi saja, kita berharap ini menjadi yang terakhir, mengingat selama ini kami sudah resah, karena kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan pertanian,” kata para petani itu. (A4/D10/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com