DPRD SU Habiskan Rp 21,6 Miliar untuk Tunjangan Komunikasi 100 Anggota Dewan

* Ketua FP Gerindra Tidak Tahu Berapa Jumlah Diterimanya Setiap Bulan

215 view
DPRD SU Habiskan Rp 21,6 Miliar untuk Tunjangan Komunikasi 100 Anggota Dewan
Foto: Istimewa
Kantor DPRD Sumut
Medan (SIB)
DPRD Sumut menghabiskan anggaran Rp21,6 miliar setiap tahunnya untuk pembayaran tunjangan komunikasi 100 anggota dewan yang dialokasikan di APBD Sumut. Perinciannya setiap anggota dewan memperoleh "jatah" Rp18 juta/bulan atau Rp216 juta/tahun.

Dari data yang diperoleh wartawan, Kamis (7/1) di DPRD Sumut, setiap tahun tunjangan komunikasi untuk 100 anggota DPRD Sumut dialokasikan di APBD Sumut yang besarannya mencapai Rp21,6 miliar yang kegunaannya untuk biaya pulsa hp (handphone), biaya komunikasi dengan rakyat, publikasi dan lain sebagainya.

Namun kenyataanya, dari 100 anggota dewan, hanya 10-15 persen yang melakukan komunikasi, publikasi dan sosialisasi terkait kinerjanya melalui media massa. Selebihnya mempublikasikannya melalui akun facebooknya.

Bahkan yang paling miris, masih ada anggota dewan tidak menggunakan tunjangan komunikasi tersebut sebagaimana peruntukannya dan sebagian ada juga yang mengaku tidak mengetahui berapa sebenarnya besaran tunjangan yang mereka terima setiap bulannya, karena langsung ditransfer ke rekening pribadinya.

Ketua FP Gerindra DPRD Sumut Ari Wibowo mengaku tidak mengetahui berapa besaran tunjangan komunikasi yang diterimanya setiap bulannya, karena sekaligus di transfer dengan honor dewan oleh Bendahara Sekretariat Dewan ke rekening tabungannya.

"Kalau soal jumlahnya tanyalah ke belakang (maksudnya Bendahara Sekretariat Dewan-red), karena itu urusan pribadi saya," katanya sembari tidak mau menjelaskan secara rinci apa saja kegunaan tunjangan komunikasi yang dianggarkan setiap tahunnya tersebut.

Berbeda halnya dengan anggota F-PDI Perjuangan DPRD Sumut Poaradda Nababan yang mengakui terus terang menerima tunjangan komunikasi dewan yang telah dialokasikan di APBD Sumut sebesar Rp18 juta setiap bulannya.

"Kita telah gunakan dana tunjangan komunikasi tersebut sesuai peruntukannya, misalnya untuk biaya saat menerima kedatangan konstituen dari daerah pemilihan ke lembaga legislatif, berkomunikasi dengan warga, sosialisasi dengan media massa, berdiskusi dengan rakyat. Kita tetap gunakan anggaran itu secara maksimal," katanya.(M03/c).


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com