Defisit Dokter, RI Butuh 10 Tahun untuk Penuhi Standar WHO


267 view
Defisit Dokter, RI Butuh 10 Tahun untuk Penuhi Standar WHO
Foto: MPR RI
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Jakarta (SIB)

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menuturkan saat ini Indonesia masih kekurangan tenaga dokter. Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 140.000 dokter yang memiliki surat tanda registrasi dan praktek.

Merujuk pada standar yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), idealnya rasio ketersediaan jumlah dokter adalah 1 dokter berbanding 1.000 jumlah penduduk.

Melihat asumsi jumlah penduduk Indonesia mencapai angka 270 juta, saat ini Indonesia masih kekurangan sekitar 130.000 dokter.

"Jumlah dokter yang belum memadai ini pun, sayangnya harus semakin berkurang. Data per Maret 2022 mencatat setidaknya sebanyak 751 dokter harus gugur di medan pengabdian saat berjuang di garda terdepan melawan pandemi Covid-19.

Di sisi lain, jumlah dokter yang dihasilkan hanya mencapai sekitar 12.000 dokter per tahun. Artinya, untuk memenuhi standar WHO, kita memerlukan waktu sekurang-kurangnya 10 tahun. Itu pun dengan catatan, bahwa pertumbuhan penduduk tetap terkendali," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (27/7).

Dalam sambutannya pada acara Pengangkatan Sumpah Dokter Angkatan ke-47, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta, di Jakarta, Rabu (27/7).

Bamsoet menjelaskan dukungan dan keberpihakan dari segenap pemangku kepentingan dibutuhkan untuk menyikapi defisit tenaga dokter di Indonesia.

Dalam hal ini, lanjut Bamsoet, termasuk dari ekosistem akademik, khususnya perguruan tinggi, untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dalam melahirkan dokter-dokter berkualitas.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com