Demo Anti-Lockdown di Melbourne dan Sydney Ricuh, Polisi Diinjak-injak

* Ratusan Pengunjukrasa Ditangkap

147 view
Demo Anti-Lockdown di Melbourne dan Sydney Ricuh, Polisi Diinjak-injak
Foto: James Ross/AAP
MENEROBOS: Pengunjukrasa anti-lockdown menerobos barikade polisi Victoria di Melbourne, Australia, Sabtu (18/9). Negara bagian Australia mencatat 535 kasus virus corona baru dan satu kematian pada Sabtu.
Jakarta (SIB)
Aksi demo anti-lockdown di Melbourne, negara bagian Victoria, Australia diwarnai kekerasan. Beberapa petugas polisi terluka dan ratusan pengunjuk rasa ditangkap dalam aksi demo di kota terpadat kedua di Australia pada Sabtu (18/9).

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (18/9), para polisi menggunakan semprotan merica terhadap ratusan demonstran yang melanggar perintah tinggal di rumah sehubungan dengan lockdown yang diterapkan di kota tersebut. Polisi menangkap lebih dari 200 orang dalam aksi tersebut.

Aksi demo ilegal itu terjadi ketika Melbourne menjalani lockdown keenam kalinya sejak pandemi COVID-19 dimulai.
Polisi mengatakan enam petugas dibawa ke rumah sakit setelah mereka dilempari dengan proyektil dan diinjak-injak dalam bentrokan dengan kerumunan sekitar 700 orang.

"Apa yang kita lihat hari ini adalah sekelompok pengunjukrasa yang berkumpul, bukan untuk memprotes kebebasan, tetapi hanya untuk melawan dan berkelahi dengan polisi," kata Komandan Polisi Victoria Mark Galliott kepada media.

Polisi berusaha untuk mengurangi akses ke pusat kota, memblokir jalan dan menghentikan transportasi umum, dalam upaya untuk menghindari terulangnya adegan kekerasan pada aksi demo, yang menarik ribuan orang bulan lalu.

Namun, para pengunjukrasa kemudian pindah. Dalam salah satu rekaman insiden menunjukkan kerumunan demonstran menyerbu melewati garis polisi saat bentrokan meletus di sepanjang rute trem.

Demo yang semula kondusif akhirnya berujung ricuh setelah pengunjuk rasa terlibat bentrokan dengan polisi yang bertugas mengamankan kota. Menurut laporan media, ada lebih dari 2.000 petugas yang diturunkan untuk mengamankan.

The Guardian melaporkan, para pengunjuk rasa yang diperkirakan berjumlah ratusan orang itu muncul di pinggiran Melbourne, Richmond pada Sabtu pagi untuk mengecam kebijakan penguncian pemerintah.

Polisi sebelumnya berusaha untuk menutup semua transportasi ke Kawasan Pusat Bisnis Melbourne menggunakan serangkaian pos pemeriksaan, tetapi itu hanya mendorong penyelenggara untuk berpindah lokasi.

Negara bagian Victoria baru-baru ini sebenarnya sudah melonggarkan pembatasan Melbourne, memungkinkan penduduk untuk bersosialisasi atau berolahraga dengan satu orang dari rumah tangga lain selama empat jam. Itu juga memungkinkan hingga lima orang dari dua rumah tangga yang berbeda untuk berkumpul pada satu waktu – jika semuanya telah divaksinasi lengkap.

Namun, pelonggaran sebagian dari aturan tersebut tampaknya tidak banyak membantu memadamkan penduduk setempat yang marah yang muak dengan penguncian, yang berujung pada demo Sabtu.

Sejumlah besar polisi berhasil mencegah aksi demo serupa di Sydney, negara bagian New South Wales dengan petugas mengerumuni sebuah taman, tempat protes itu akan dilanjutkan.

Polisi New South Wales mengatakan, mereka menangkap sekitar 20 orang di kota itu, terutama di jaringan transportasi umum. Sementara beberapa orang lainnya ditangkap dalam aksi-aksi demo kecil di sekitar negara bagian itu.

Melbourne dan Sydney telah mengalami lockdown yang lama, seiring pihak berwenang menggencarkan vaksinasi sebagai jalan keluar dari pembatasan di tengah meningkatnya wabah Corona. (Detikcom/c)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com