Demo Mahasiswa Papua Ricuh, Bentrok dengan TNI-Polri

* 5 Polisi Terluka, 90 Mahasiswa Diamankan

338 view
Demo Mahasiswa Papua Ricuh, Bentrok dengan TNI-Polri
(Screenshot video viral)
Demo mahasiswa Papua di depan kantor Kemendagri, Jl Veteran III, Jakarta Pusat, diwarnai kericuhan.

Jakarta (SIB)

Demo massa mahasiswa Papua yang menolak pemekaran Papua di Jl Veteran I, Jakarta Pusat, berakhir ricuh. Kericuhan terjadi saat massa memaksa memasuki kawasan Istana Merdeka dengan membawa bintang kejora.


"Mereka datang sambil membawa bendera bintang kejora," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi, Jumat (11/3).


Adapun, tuntutan massa adalah menolak pemekaran Papua. Polisi telah mengimbau massa secara persuasif, tetapi massa melawan.


Pendemo dan aparat polisi-TNI bentrok di depan Kemendagri. Pendemo dan polisi saling dorong karena massa mahasiswa Papua memaksa demonstrasi di depan Istana Merdeka.


"Mereka memaksa demo di kawasan istana. Kami sudah berikan imbauan secara persuasif," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi.


Hengki menjelaskan, dalam aturan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum, diatur mengenai aturan lokasi demo tidak boleh dilakukan di objek vital.


"Demo 500 meter di objek vital nasional, termasuk istana," imbuhnya.


Demo ricuh terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Sejumlah aparat TNI dan polisi menghadang mahasiswa yang akan ke istana, di Jl Veteran I.


Massa pendemo dan aparat kemudian terlibat dorong-dorongan. Aparat terus bertahan untuk mencegah massa demo masuk ke kawasan istana.


TERLUKA

Kericuhan demo ini mengakibatkan Kasat Intel Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Ferikson Tampubolon terluka. Ferikson dipukul oleh salah satu pendemo hingga berdarah.


"Luka robek di bagian kepala," imbuhnya.


Ferikson kemudian dibawa ke rumah sakit. Saat ini ia tengah mendapatkan perawatan dokter.


"Iya betul, saat ini yang bersangkutan dibawa ke rumah sakit," ujar Kombes Hengki Haryadi , Jumat (11/3).


Peristiwa ini terjadi saat AKBP Ferikson mengamankan demo mahasiswa Papua di depan kantor Kemendagri Jakarta Pusat .Polisi awalnya memberikan imbauan kepada massa untuk tidak melakukan unjuk rasa.


"Mereka maksa demo di kawasan istana, tetapi kita cegat. Kita persuasif memberikan imbauan," imbuh Hengki.


Namun tiba-tiba, salah satu pendemo melakukan pemukulan terhadap Kasat Intel Polres Jakpus AKBP Ferikson Tampubolon. Akibatnya, Ferikson mengalami luka-luka.


Empat anggota Sabhara juga dilaporkan terluka akibat tindakan anarkistis massa aksi.


"Ada empat anggota Sabhara yang terluka," kata Kombes Hengki Haryadi.


Ditangkap

Polisi mengamankan puluhan mahasiswa Papua dalam demo ricuh di depan kantor Kemendagri, Jakarta Pusat. Setelah pendataan, polisi akan memulangkan para mahasiswa tersebut.


"Sekitar 90 yang diamankan. Mereka sudah diperbolehkan pulang, namun belum kembali," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat, Jumat (11/3).


Tubagus mengatakan saat ini puluhan mahasiswa tersebut masih didata dan dimintai keterangan. Sejauh ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dari 90 orang itu.


"Belum (tersangka), masih dilakukan penelitian," imbuhnya.


Angkut 24 Motor

Polisi juga mengangkut puluhan motor di lokasi demo itu. Sebagian di antaranya milik mahasiswa Papua yang berdemo di lokasi tersebut.


"(Yang diangkut) ada 24 kendaraan roda dua," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat dimintai konfirmasi, Jumat (11/3).


"Sebagian masih proses pengangkutan," imbuh Sambodo. (detikcom/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com