Demo PP di Gedung DPR Tuntut Junimart Girsang Minta Maaf Berakhir Ricuh


165 view
Demo PP di Gedung DPR Tuntut Junimart Girsang Minta Maaf Berakhir Ricuh
(Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)
Demo Pemuda Pancasila di depan DPR 
Jakarta (SIB)
Demo ormas Pemuda Pancasila (PP) di depan gedung DPR, Jakarta Pusat, berakhir ricuh. Pihak kepolisian pun menyayangkan tindakan anarkistis massa Pemuda Pancasila.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan, pihaknya menjunjung tinggi kebebasan berpendapat masyarakat di muka umum. Namun bukan berarti massa Pemuda Pancasila boleh melawan hukum.

"Dalam kegiatan hari ini, seolah-olah menempatkan mereka di atas para (aparat penegak) hukum. Bahkan melawan aparat penegak hukum yang bukan lawan mereka, tapi aparat yang mengamankan kegiatan mereka," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/11).

Zulpan menyebut pihaknya akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh terkait demo ricuh yang dilakukan ormas Pemuda Pancasila ini. Dia menegaskan tidak ada ormas atau kelompok yang merasa kebal dari jeratan hukum.

"Jadi tidak boleh ada organisasi mana pun yang menempatkan dirinya di atas hukum. Ini perlu jadi catatan kita," tutur Zulpan.

Puluhan orang anggota Pemuda Pancasila ditangkap atas kejadian itu.

"Kami sangat menyayangkan kegiatan demo yang dilakukan Pemuda Pancasila hari ini berakhir dengan tindakan kekerasan," ujar Endra Zulpan.

Zulpan menyebut ada 20 pendemo yang diamankan polisi. Mereka semua sudah dibawa ke Polda Metro Jaya.

"Dalam demo tadi, 20 orang diamankan dan sudah dibawa ke Polda Metro Jaya," kata Zulpan.

Lebih lanjut, Zulpan mengatakan pihaknya akan menindak tegas pelaku yang melakukan pengeroyokan terhadap perwira polisi itu. Perwira polisi itu adalah Kabagops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Dermawan Karosekali.

"Kita akan lakukan tindakan tegas, termasuk ormas yang hari ini melakukan demo, yang melakukan kegiatan kekerasan dalam menyampaikan pendapat. Semuanya akan kita proses secara tuntas," terang Zulpan.

Bawa Sajam
Dari 20 anggota PP yang menggelar demo itu sembilan orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.
"Yang mana dari 20 orang ini, hasil pemeriksaan sementara, sembilan orang akan kita tahan dan ditetapkan sebagai tersangka karena membawa senjata tajam," kata Endra.

Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Darurat karena kedapatan membawa senjata tajam saat melakukan demonstrasi.

Kapolres Jakpus Murka
Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi meluapkan kekesalannya kepada massa Pemuda Pancasila yang berdemo di depan gedung MPR/DPR. Hengki murka lantaran seorang perwira polisi dikeroyok.

Awalnya, Hengki naik ke atas mobil komando massa di depan DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Hengki kemudian menjelaskan bahwa kegiatan unjuk rasa dibatasi di tengah pandemi Covid-19.

"Saya mohon perhatian, yang saat ini sedang menyampaikan pendapat. Ingat, rekan-rekan, hak Saudara dibatasi oleh kewajiban, kewajiban menaati peraturan yang berlaku," ujar Hengki di lokasi, Kamis (25/11).

Hengki mengatakan aparat telah memberikan pelayanan kepada massa Pemuda Pancasila untuk menyampaikan pendapatnya. Namun yang terjadi, massa ricuh dan bahkan melukai polisi.

"Tugas kami dari pihak kepolisian adalah menjaga dan melayani rekan-rekan sekalian. Sekaligus sebenarnya saat ini adalah menjaga protokol kesehatan--saya terpaksa buka masker biar (terdengar) jelas--tapi kegiatan rekan-rekan sekalian sekarang dinodai oleh ulah rekan-rekan," katanya.

Hengki kemudian meminta koordinator aksi bertanggung jawab. Dia meminta pelaku pengeroyokan segera diserahkan ke polisi.

"Sekali lagi saya minta koordinator kegiatan ini segera menyerahkan. Jangan aksi rekan dinodai dengan kegiatan yang justru melawan hukum. Kami yang melayani rekan-rekan, mengamankan, justru dipukuli, dikeroyok. Apakah ini tujuan kalian datang kemari?" katanya lagi.

Hengki menegaskan akan menindak tegas pelaku pengeroyokan terhadap perwira polisi.

"Anggota kami luka-luka, apakah kami tadi keras sama Anda? Atau menghalangi kegiatan Saudara? Saya minta tadi saksi yang melihat menyerahkan, hukum harus ditegakkan. Saya sebagai penanggung jawab wilayah keamanan, di depan DPR ini jujur saja saya miris. Saya bersahabat dengan ketua Pemuda Pancasila Jakpus, tapi justru anggota kami dianiaya oleh rekan-rekan sendiri. Saya minta diserahkan atau kami kejar," tegas Hengki lagi. (detikcom/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com