Densus 88 Tangkap 10 Terduga Teroris di Jakarta Pasca-bomber Makassar


102 view
Foto Istimewa
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan.
Jakarta (SIB)
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah menangkap 10 terduga teroris seusai aksi teror bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Para terduga teroris itu ditangkap Densus 88 di Jakarta dan sekitarnya.

"Sampai saat ini di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sudah 10 tersangka terorisme yang telah ditangkap oleh Densus 88 Antiteror Polri," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu (7/4).

Ramadhan membeberkan bahwa Densus 88 telah merilis daftar pencarian orang (DPO) dalam pengembangan penangkapan sejumlah terduga teroris di Jakarta. DPO itu menampilkan empat orang, tapi baru satu yang tertangkap.

"Densus 88 telah mengeluarkan DPO pada 3 April 2021. DPO tersebut ada 4. Nomor 1, 2, 3, dan 4 atas nama YI, AN, ARH, dan NF," ucapnya.

"Dari keempat tersebut, DPO nomor 2 telah ditangkap. Sehingga dari 4 itu, tinggal 3 tersangka DPO yang masih belum ditangkap," sambung Ramadhan.

Adapun Ramadhan mengungkapkan ketiga DPO atas nama Yusuf Iskandar, Arief Rahman Hakim, dan Nouval Farisi itu juga berkaitan dengan orang-orang yang telah tertangkap beberapa hari lalu.

"Kemudian DPO tersebut terkait dengan pengembangan aksi-aksi terorisme yang telah dilakukan penangkapan beberapa hari yang lalu," tutup Ramadhan.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror menangkap sejumlah teroris pasca-bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan. Penangkapan itu dilakukan di beberapa tempat, di antaranya di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang Selatan.

Setidaknya ada lima orang yang ditangkap terkait jaringan teroris. Setelah diperiksa polisi, empat teroris itu membuat pengakuan mengejutkan.

Video pengakuan teroris itu diterima, Sabtu (3/4). Ada empat teroris yang membuat pengakuan. Ada Ahmad Junaidi, Zulaimi Agus, Wiloso Jati, dan Bambang Setiono.

Seperti Bambang Setiono. Pria yang mengaku menjadi simpatisan FPI ini mengaku merencanakan penyerangan ke SPBU demi menuntut Habib Rizieq Shibab bebas.

"Saya Bambang Setiono menjadi simpatisan FPI sejak awal Desember 2020. (Keterlibatan saya) membuat bahan dari black powder dari Zulaimi Agus di Sukabumi. Merencanakan aksi penyerangan kepada SPBU dengan bom molotov untuk menuntut bebas HRS," kata Bambang dalam video tersebut. (detikcom/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com