Dewan Pakar BPIP: Diplomasi Perdamaian Bukan Pabrik Tempe


290 view
Dewan Pakar BPIP: Diplomasi Perdamaian Bukan Pabrik Tempe
Foto : Istimewa
Darmansjah Djumala.

Jakarta (SIB)

Dewan Pakar BPIP Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri, Darmansjah Djumala menegaskan dalam fatsun diplomasi, perdamaian setidaknya harus melalui tiga proses yaitu komunikasi, penghentian kekerasan dan dialog. Tiga tahapan proses itu sering dirujuk sebagai adab diplomasi.


Menurutnya, pembicaraan dan negosiasi perdamaian tak akan bisa dimulai jika tidak ada komunikasi. Sebab, dari komunikasi itulah kedua seteru bisa mengetahui posisi dan apa yang diinginkan oleh masing-masing pihak.


"Untuk itu dibutuhkan pihak ketiga untuk mediasi agar kedua pihak dapat berkomunikasi. Dengan mengadakan pertemuan empat mata dengan Zelensky dan Putin, Jokowi sejatinya sudah membuka pintu komunikasi," imbuh Djumala dalam keterangan tertulis, Senin (4/7).


Hal ini dia ungkapkan menanggapi kritikan publik terkait kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia beberapa waktu lalu usai menghadiri Pertemuan G7 di Jerman.


Mantan Duta Besar Indonesia untuk Australia ini menuturkan salah satu misi Jokowi ke Ukraina dan Rusia adalah untuk menghentikan kekerasan dan peperangan yang tengah terjadi.


"Perang harus dihentikan. Inilah himbauan yang disampaikan kepada Zelensky dan Putin. Jika kekerasan sudah tidak ada lagi, perang berhenti karena gencatan senjata, maka tersedia ruang kondusif untuk berunding mencari jalan damai," tuturnya.


Djumala juga mengungkapkan dengan adanya proses komunikasi, penghentian kekerasan dan dialog dalam setiap upaya peredaan konflik, inisiatif perdamaian butuh waktu lama, bertahun-tahun, melalui proses panjang dan berliku.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com