Dewas KPK Periksa Saksi Terkait Dugaan Pelanggaran Etik Lili Pintauli Siregar


185 view
Dewas KPK Periksa Saksi Terkait Dugaan Pelanggaran Etik Lili Pintauli Siregar
(Foto: dok. KPK)
Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar
Jakarta (SIB)
Dewan Pengawas atau Dewas KPK mengaku saat ini sedang melaksanakan tahap klarifikasi terkait dugaan pelanggaran etik Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. Dewas saat ini sedang meminta keterangan kepada para saksi terkait dugaan tersebut.

"Untuk pelaporan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh salah satu pimpinan KPK, itu sekarang ini dalam tahap klarifikasi. Klarifikasi dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi," kata anggota Dewas KPK Albertina Ho dalam peluncuran aplikasi OTENTIK, Kamis (24/6).

Selain itu, Albertina mengatakan Dewas KPK saat ini juga masih mengumpulkan bukti-bukti yang cukup. Hal itu nantinya bisa dibuktikan ketika sudah menyelesaikan pemeriksaan saksi-saksi dan bukti-bukti.

"Di samping itu, tim sedang melakukan pengumpulan bukti-bukti, tapi tidak bisa kami sampaikan keterangan saksi bagaimana dan sebagainya karena ini dugaan pelanggaran etik, sehingga hanya bisa kami sampaikan sudah dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan bukti-bukti lainnya," ujar Albertina.

Selanjutnya, Albertina berharap agar laporan dugaan ini akan menemukan titik terangnya dan akan dibawa ke pemeriksaan pendahuluan oleh Dewas. Dalam proses tersebut, laporan itu akan diputuskan akan dilanjutkan atau tidak.

"Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama lagi akan dibuat laporan klarifikasinya, kemudian setelah laporan klarifikasi, lalu akan dibawa ke pemeriksaan pendahuluan oleh Dewas sesuai dengan Perdewas Nomor 03 Tahun 2020. Nanti di dalam pemeriksaan pendahuluan itulah akan diputuskan apakah cukup bukti dilanjutkan ke sidang etik atau tidak cukup bukti," ujarnya.

"Nanti setelah itu tentu saja media akan tahu, kita lanjutkan ke sidang etik atau kita menyatakan tidak cukup bukti untuk dilanjutkan ke sidang etik," sambungnya.

Sebelumnya, laporan tersebut dilayangkan Novel Baswedan beserta mantan Direktur PJKAKI KPK Sujanarko dan penyidik Rizka Anungnata. Menurut Sujanarko, dugaan tersebut bisa membuat KPK jadi hilang kepercayaan kepada publik.

"Kejadian seperti ini membuat KPK sangat terpuruk dan sangat tidak lagi dipercayai publik," ujar Sujanarko melalui keterangan tertulis, Rabu (9/6).

Laporan tersebut dilayangkan pada Selasa (8/6) ke Dewas KPK. Ada dua dugaan pelanggaran etik yang dilaporkan mereka.

Dugaan pelanggaran pertama ialah dugaan Lili menghubungi dan menginformasikan perkembangan penanganan kasus Syahrial. Lili dianggap melanggar prinsip integritas yang ada pada Pasal 4 ayat (2) huruf a Peraturan Dewan Pengawas KPK RI Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.

Kedua, Lili dituding menggunakan posisinya sebagai pimpinan KPK untuk menekan Syahrial untuk menuntaskan urusan kepegawaian adik iparnya, Ruri Prihatini Lubis, di PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai. Atas dugaan perbuatan tersebut, Lili diduga melanggar prinsip integritas, yaitu pada Pasal 4 ayat (2) huruf b, Peraturan Dewan Pengawas KPK RI Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK. (detikcom/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com