Di Sidang PBB, PM Israel Blak-blakan Mau Jadi Sahabat RI

* Dukung Pembentukan Negara Palestina, Tapi Harus Damai

290 view
Di Sidang PBB, PM Israel Blak-blakan Mau Jadi Sahabat RI
(Foto: AFP/TIMOTHY A. CLARY)
PM Israel Yair Lapid menyerukan negara Islam dari Arab Saudi sampai Indonesia agar berdamai dan mengakui negaranya. 

New York (SIB)

Perdana Menteri Israel Yair Lapid menyerukan Indonesia dan negara Islam lainnya di dunia untuk berdamai dan mengakui negaranya.


Dalam pidatonya di sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-77 di New York, Lapid menegaskan Israel mencari perdamaian dan persahabatan dengan negara tetangga di Timur Tengah dan juga negara Islam di dunia.


"Timur Tengah adalah rumah kami, di sini kami tinggal selama-lamanya. Dan kami menyerukan kepada setiap negara Muslim, dari Arab Saudi hingga Indonesia, untuk mengakui itu dan datang untuk berbicara dengan kami. Tangan kami terbuka untuk perdamaian," kata Lapid di markas PBB, New York, Kamis (22/9) seperti dilansir CNN, Jumat (23/9).


Dalam pidatonya, Lapid memamerkan capaian Israel yang berhasil melakukan normalisasi hubungan dengan beberapa negara Arab dalam dua tahun terakhir seperti Bahrain, Uni Emirat Arab, hingga Maroko dan Mesir.


"Sejarah ditentukan oleh manusia. Kita perlu memahami sejarah dan menghormatinya dan belajar dari itu, tapi juga bersedia untuk berubah. Demi memilih masa depan daripada masa lalu, memilih perdamaian dari peperangan," ucap Lapid.


Menurut Lapid, normalisasi Israel dengan negara-negara tersebut berhasil "mengubah wajah Timur Tengah saat ini".


Selama ini, hubungan Israel dengan negara Arab dan negara mayoritas Islam lainnya di dunia terjegal oleh konflik dengan Palestina.


Sebagian besar negara Arab dan negara Islam seperti Arab Saudi, Pakistan, hingga Indonesia tidak mengakui Israel sebagai satu negara sebagai bentuk solidaritasnya terhadap kemerdekaan Palestina.


Namun, dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara Arab mulai terbuka bahkan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.


Israel juga terus menunjukkan keinginannya untuk lebih dekat dengan negara Arab dan negara mayoritas Islam lainnya seperti Indonesia.


Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pejabat senior Israel bahkan semakin terang-terangan mengklaim bahwa Tel Aviv dan Jakarta sedang mengupayakan normalisasi hubungan kedua negara.


Terbaru, seorang pejabat senior Indonesia dikabarkan diam-diam berkunjung ke Israel baru-baru ini.


Namun, Kementerian Luar Negeri RI lagi-lagi membantah keras laporan tersebut dan menegaskan tidak ada langkah-langkah Indonesia mengarah ke normalisasi dengan israel.


Dalam pidato di PBB, Lapid juga menegaskan bahwa Israel selalu terbuka untuk mencapai perdamaian dengan dunia Arab, termasuk tetangga terdekatnya, Palestina.


Lapid juga menekankan kesepakatan perdamaian dengan Palestina berdasarkan solusi dua negara adalah langkah tepat bagi keamanan, ekonomi, dan masa depan anak-anak Israel.


Solusi dua negara merupakan salah satu resolusi konflik Israe-Palestina yang selama ini disepakati komunitas internasional.


Solusi itu berencana menjadikan Israel dan Palestina hidup berdampingan sebagai negara yang sama-sama berdaulat dan hidup berdampingan.


"Terlepas dari semua hambatan, sampai hari ini sebagian besar warga Israel mendukung visi solusi dua negara ini. Dan saya salah satunya," ucap Lapid.


"Perdamaian bukanlah kompromi. Ini adalah keputusan paling berani yang bisa kita buat. Perdamaian bukan lah kelemahan.

Sementara itu, perang adalah bentuk dari menyerah pada semua yang buruk dalam diri kita. Kedamaian adalah kemenangan dari semua yang baik," paparnya menambahkan.


Israel merebut Yerusalem Timur, Tepi Barat, dan Jalur Gaza yang merupakan wilayah Palestina saat perang 1967.


Perundingan damai Israel-Palestina yang ditengahi Amerika Serikat gagal disepakati pada 2014. Upaya untuk mencapai solusi dua negara antara Israel dan Palestina pun telah lama mandek.


Palestina dan kelompok pemerhati HAM menuding Israel terus memperluas daerah pendudukannya terutama di Tepi Barat.


Perang singkat juga beberapa kali terjadi antara milisi Palestina di Jalur Gaza dan militer Israel yang memperburuk prospek perdamaian.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com