* Penyerang 2 Prajurit TNI Hingga Tewas Kelompok Senaf Soll

Diantar Kapal Perang, 400 ‘Pasukan Setan’ TNI Berangkat ke Papua

* Terdesak, KKB Pimpinan Lekagak Telenggen Berupaya Kabur dari Ilaga

526 view
Diantar Kapal Perang, 400 ‘Pasukan Setan’ TNI Berangkat ke Papua
(Foto: Kompas)
“PASUKAN SETAN”: Sebanyak 400 personel yang dijuluki “Pasukan Setan” dari Batalion Infanteri 315/Garuda Kodam II Siliwangi yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) dikirim ke Papua menggunakan KRI Banjarmasin-592 dari Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta Utara, Senin (24/5). 
Jakarta (SIB)
Kapal Perang KRI 592 Banjarmasin mengantarkan 400 pasukan yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) ke wilayah Papua. Ratusan personel yang dijuluki 'Pasukan Setan' ini dikirim untuk mendamaikan wilayah Papua.

Upaya pelepasan 400 personel Batalyon Infanteri 315/Garuda Kodam III Siliwangi itu dilakukan di Lapangan Mulyono Silam, Dermaga Kolinlamil Jakarta Utara, Senin (24/5). Pelepasan ratusan personel TNI tersebut dipimpin langsung Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan dihadiri Inspektur Kolinlamil Laksma TNI Frendy H Saragih.

Ratusan 'pasukan setan' tersebut dikirimkan ke wilayah Papua dengan KRI Banjarmasin 592. Kapal perang jenis Landing Platform Docking (LPD) tersebut yang dikomandani Letkol Laut (P) Nur Rohmad Ibrahim tersebut akan menurunkan pasukan yang bertugas dalam pengamanan daerah-daerah rawan di Papua di Dermaga Merauke.

Panglima Kolinlamil Laksda TNI Irvansyah mengatakan pengiriman 400 personel pasukan tersebut tetap memperhatikan protokol kesehatan. Seluruh aktivitas dari embarkasi personel hingga saat melintas di laut akan menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan arahan pemerintah.

"Mulai dari embarkasi personel, material, saat lintas laut hingga kapal sandar dan melakukan debarkasi harus mengacu kepada prosedur protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah," kata Laskda Irvansyah.

Selain menurunkan pasukan di daerah operasi yang telah ditentukan, KRI Banjarmasin 592 akan menarik pasukan Satgas sebelumnya yang telah bertugas selama 10 bulan. Para pasukan Satgas tersebut akan dikembalikan ke kesatuan asalnya.

Kelompok Senaf Soll
Sementara itu, Komandan Korem 172/PWY Brigadir Jenderal TNI Izak Pangemanan mengatakan pelaku penganiayaan dan perampasan senjata perorangan SS-1 dua personel Batalion Lintas Udara 432 Kostrad di Kabupaten Yahukimo, Papua, diduga kelompok Senaf Soll.

Hal ini didasari cara dan luka yang dialami korban punya kemiripan dengan kasus pembunuhan terhadap staf KPU Kabupaten Yahukimo, Hendry Jovinski, pada September 2020.

"Namun untuk memastikan masih menunggu hasil penyelidikan terkait pelaku penganiayaan dan perampasan senpi yang dibawa korban," kata Pangemanan di Jayapura, Papua, Senin (24/5).

Ia menyatakan, saat insiden terjadi, kedua anggota sedang bertugas jaga pada proses pembangunan talud Sungai Brasa.

Tiba-tiba sekitar 20 orang datang menyerang para pekerja dan warga yang berada di lokasi sehingga mereka berlarian.
Kedua personel Batalion Lintas Udara 432 Kostrad juga menjadi sasaran kelompok yang menganiaya secara kejam itu hingga meninggal di tempat kejadian.

Tidak berhenti di situ, senjata perorangan beserta amunisi--properti negara di sektor pertahanan yang hanya boleh dipergunakan TNI--direbut kelompok penyerbu itu.

"Saat ini kami sudah meminta bantuan bupati, gereja dan tokoh masyarakat agar membantu mengembalikan senpi dan amunisi," kata Pangemanan.

Dua jenazah anggota TNI AD itu, Rabu (19/5), dibawa ke kampung halaman masing-masing, yakni Prajurit Kepala Alif diterbangkan ke Flores, NTT, sedangkan Prajurit Dua Yudi Ardiyanto ke Ambon, Maluku.

Berupaya Kabur
Teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua pimpinan Lekagak Telenggen disebut kian terdesak dengan pasukan TNI-Polri dari Satgas Nemengkawi di Ilaga. Mereka kemudian berupaya melarikan diri dari Ilaga.

"Ada dugaan karena terdesak, KKB berupaya keluar dari daerah itu," kata Irjen Fakhiri di Jayapura.

Menurut Fakhiri, wilayah terdekat yang dapat digunakan Lekagak dan anak buahnya untuk melarikan diri dari Ilaga ialah wilayah Kuyawage atau Balingga, Kabupaten Lanny Jaya, atau bisa juga bisa ke Kabupaten Puncak Jaya yang jaraknya relatif lebih dekat. Wilayah tersebut dinilai paling gampang digunakan mereka untuk melarikan diri.

Dijelaskan pula bahwa kelompok Lekagak Telenggen hanya menjadi tamu di Ilaga, sementara pemilik wilayah itu oleh KKB ialah kelompok Militer Murib. Sedangkan wilayah Kabupaten Lanny Jaya adalah kelompok Puron Wenda.

Ada kemungkinan kecil Lekagak dan anak buahnya kabur ke Intan Jaya karena mereka tahu aparat keamanan cukup banyak. Fakhiri lalu meminta jajaran Polri di berbagai wilayah di kawasan pegunungan senantiasa siaga dan waspada.

"KKB bisa ke mana saja mengingat mereka lebih memahami kondisi alam sehingga aparat keamanan harus siaga dan waspada," katanya.

Ia memperkirakan KKB saat ini berada di sekitar Ilaga. Mereka memiliki sekitar 70 senjata api yang diduga hasil merampas dari TNI/Polri.

Oleh karena itu, pihaknya senantiasa mengingatkan personel untuk selalu waspada dan bertindak sesuai dengan SOP, terarah dan terukur, guna menghindari jatuhnya korban yang berujung pada perampasan senpi dan amunisi. (detikcom/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Tag:TNI
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com