Dicatut, Ketua KY Tegaskan Tak Ada Pungutan di Balik RUU Jabatan Hakim


396 view
Jakarta (SIB)- Nama Ketua Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki dicatut oleh pihak yang tidak bertanggung jawab terkait perjuangan menggolkan Rancangan UU Jabatan Hakim. Di Mahkamah Agung (MA), beredar akun Facebook palsu mengatasnamakan Ketua MA Hatta Ali dan Sekma Nurhadi.

"Kepada para hakim di seluruh Indonesia diharapkan berhati-hati dan waspada terhadap segala upaya pemalsuan kop surat dan tanda tangan yang mengatasnamakan Ketua KY Suparman Marzuki," demikian lansir KY dalam websitenya yang dikutip detikcom, Selasa (12/5).

KY menyatakan tidak pernah merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu-Minggu, tanggal 25-26 April 2015 bertempat di Gedung KY, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Kontak person dalam undangan tersebut Herman Hidayat bukanlah pegawai KY.

"Segala bentuk informasi yang disampaikan oleh oknum tersebut adalah tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Modus yang digunakan dalam pemalsuan surat undangan tersebut adalah dengan meminta nama dan jabatan serta nomor rekening peserta dengan dalih akan mengirimkan uang akomodasi kegiatan sejumlah Rp juta. Kemudian oknum menginformasikan bahwa ia telah mentransfer uang sejumlah Rp juta dan meminta peserta untuk mengecek uang tersebut. Setelah peserta di ATM, kemudian oknum tersebut akan membimbing peserta untuk melakukan transfer sejumlah uang kepada oknum.

"Kepada semua pihak untuk tidak menghiraukan undangan tersebut karena nyata-nyata merupakan pemalsuan yang mengatasnamakan lembaga KY, dan kepada pihak-pihak yang mengetahui penipuan tersebut untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib," paparnya.

RUU Jabatan Hakim merupakan rancangan yang akan mendudukkan hakim sebagai pejabat negara yang independen sesuai dengan amanat konstitusi. Ribuan hakim mendukung rancangan ini, meski ada pula yang tidak setuju. RUU itu saat ini masih diproses di DPR. Akhir pekan lalu sebagian hakim mendatangi DPR menyampaikan aspirasinya.

Di sisi lain, MA juga melansir pengumuman penipuan melalui jejaring sosial Facebook. MA menegaskan Ketua MA tidak memiliki akun Facebook atas nama Hatta Ali dan Sekretaris MA Nurhadi Hadi. MA mensinyalir akun palsu itu digunakan untuk tindakan penipuan.

"Akun Facebook tersebut adalah palsu dan bukan dikendalikan atau pun dimiliki oleh Hatta Ali baik selaku Ketua MA atau pun selaku pribadi," demikian lansir MA. (detikcom/y)
Tag:Dicatut
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com