Didakwa Terima Rp 25,7 M Terkait Ekspor Benur, Edhy Prabowo Tak Melawan


192 view
(detik.com)
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo didakwa menerima suap dengan total senilai Rp 25,7 miliar dari pengusaha eksportir benih bening lobster (BBL) atau benur.
Jakarta (SIB)
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo didakwa menerima suap dengan total senilai Rp 25,7 miliar dari pengusaha eksportir benih bening lobster (BBL) atau benur. Edhy tidak mengajukan nota keberatan atau eksepsi.

"Tidak, tidak (eksepsi). Langsung sidang saksi-saksi hari Rabu. Makasih ya teman-teman, mohon doanya," ujar Edhy, setelah mengikuti sidang online di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (15/4).

Edhy mengaku siap melanjutkan sidang selanjutnya. Dia berharap keputusan majelis hakim bisa menghasilkan yang terbaik.

"Hari ini pembacaan dakwaan sidang pertama saya, sudah dibacakan sudah didakwakan sudah saya dengar tinggal mohon doanya, saya akan menghadapinya di persidangan nanti. Saya berharap di pembuktian lah, semua akan diambil keputusan yang terbaik," kata Edhy.

Alasan Edhy Prabowo tidak mengajukan eksepsi adalah dia optimistis tidak bersalah. Dia hanya mengikuti proses hukum karena dirinya bertanggung jawab.

"Saya dari awal ketika masuk sini, saya optimis bahwa saya tidak bersalah, cuman saya bertanggung jawab apa yang terjadi di Kementerian saya, saya tidak akan lari dari tanggung jawab saya," ujarnya.

Lebih lanjut, pengacara Edhy Prabowo, Soesilo Aribowo, mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan diri untuk pembuktian. Soesilo juga akan mengonfirmasi beberapa hal ke stafsus Edhy yang disebut dalam dakwaan itu.

"Pada intinya dakwaan bahwa Pak Edhy diduga telah menerima uang-uang suap yang berasal Suharjito maupun ACK yang kemudian dalam dakwaan bahwa penerimaan-penerimaan diduga diperoleh dari suap itu kemudian diberikan Amiril atau dibelanjakan kepada beberapa personel. Kita lihat nanti dalam pembuktian karena baru dakwaan. Kita lihat dalam pembuktian apakah benar itu terjadi, dan seberapa jauh Pak Edhy mengetahui hal-hal terkait dakwaan tadi," kata Seosilo.

Diketahui, Edhy Prabowo didakwa bersama stafsus dan Ketua Tim Uji Tuntas Perizinan Budi Daya Lobster Andreau Misanta Pribadi, dan Safri selaku stafsus Edhy dan Wakil Ketua Tim Uji Tuntas, Amiril Mukminin selaku sekretaris pribadi Edhy, dan Ainul Faqih selaku staf pribadi istri Edhy Iis Rosita Dewi, serta Sidwadhi Pranoto Loe selaku Komisaris PT Perishable Logistics Indonesia (PT PLI) dan pemilik PT Aero Citra Kargo (PT ACK).

Jaksa mendakwa Edhy Prabowo melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat 1 KUHP. (detikcom/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Tag:Didakwa
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com