Diduga Berlayar Tanpa Izin, TNI AL Tangkap Kapal Tanker Berbendera Panama


223 view
Diduga Berlayar Tanpa Izin, TNI AL Tangkap Kapal Tanker Berbendera Panama
Foto: Dok/Dispen Koarmada I
PEMERIKSAAN: Pihak TNI AL dipimpin Pangkoarmada I Laksda TNI Arsyad Abdullah melakukan pemeriksaan muatan MT Zodiac Star yang diduga melakukan pelayaran tanpa ijin di laut Indonesia, Rabu (1/9/).
Belawan (SIB)
Diduga melakukan pelayaran tanpa izin di laut Indonesia, persisnya di kawasan Perairan Pulau Tolop, Kepulauan Riau, kapal tanker MT Zodiac Star berbendera Panama bermuatan ribuan ton minyak hitam, ditangkap petugas Kapal Angkatan Laut (KAL) Nipa I-4-57, Lanal Batam.

Panglima Koarmada (Pangkoarmada) I, Laksda TNI Arsyad Abdullah SE MAP dalam keterangannya di Batam, Rabu (1/9) mengatakan, penangkapan kapal tanker tersebut berawal dari laporan intelijen sehubungan adanya kapal tanker berbendera asing yang diduga melakukan kegiatan ilegal di kawasan Perairan Pulau Tolop, Kepulauan Riau.

Menyikapi informasi tersebut, pihak Lanal Batam kemudian menggerahkan KAL Nipa I-4-57 untuk melakukan penyisiran.
Beberapa saat kemudian, secara visual KAL Nipa mendeteksi adanya sebuah kapal mencurigakan.

Selanjutnya, setelah dilakukan pengejaran KAL Nipa menghentikan dan melakukan pemeriksaan ternyata kapal tersebut merupakan kapal tanker, MT Zodiac Star dengan bobot 3.224 GT berbendera Panama bermuatan kurang lebih 4.600 ton diduga limbah cair berupa minyak hitam dinahkodai DF dengan 17 orang ABK warga negara Indonesia dan satu orang warga negara Malaysia.

Selain itu, sesuai hasil pemeriksaan awal yang dilakukan, kapal tanker berbendera asing yang berlayar di Perairan Indonesia tersebut tidak dilengkapi surat persetujuan (port clearence), mengangkut barang berbahaya dan barang khusus dan nahkoda kapal hanya dapat menunjukkan beberapa dokumen yang sudah kadaluarsa.

Menurut pihak TNI AL, nakhoda MT Zodiac Star diduga melanggar pasal 323 ayat 1 jo pasal 219 ayat 1 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008, tentang pelayaran dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 600 juta, yakni berlayar tanpa Port Clearence.

Selain itu, kapal yang mengangkut barang berbahaya dan barang khusus tanpa menyampaikan pemberitahuan, diduga melanggar pasal 295 jo pasal 47 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2008, tentang pelayaran sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja, dapat dikenakan sanksi administrasi.

MT Zodiac Star juga diduga tidak laik layar, karena sejumlah dokumennya yakni exempetion certificate, international oil pollution prevention certificate serta interim exemption certificates sudah kadaluarsa, dapat dipersalahkan melanggar pasal 302 1 jo Pasal 117 ayat 2 Undang-Undang Pelayaran, dengan ancaman pidana penjara paling lama 3 tahun atau denda paling banyak Rp 400 juta.

“Penangkapan MT Zodiac Star merupakan salah satu wujud nyata pelaksanaan tugas jajaran Koarmada I dan komitmen KASAL Laksamana TNI Yudo Margono, yang dengan tegas mengatakan, TNI AL tidak akan ragu melaksanakan penindakan atas segala bentuk pelanggaran hukum yang terjadi di perairan yurisdiksi nasional Indonesia,” ujar Pangkoarmada I.

Atas dugaan pelanggaran tersebut, MT Zodiac Star, kini diamankan di Lanal Batam guna pengusutan lanjut. (A9/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com