Dilema Pencipta Lagu Batak, Pilih Komersial atau Bangun Moral


206 view
Dilema Pencipta Lagu Batak, Pilih Komersial atau Bangun Moral
(Foto: harianSIB.com/Victor Ambarita)
SEMINAR: Seminar Nasional virtual bertajuk "Lagu-Lagu Batak dan Nilai-Nilai Luhur Habatakon", yang digelar  Batak Center, Jumat (17/9/2021).
Jakarta (SIB)
Ada dua tipe lagu, yakni lagu-lagu yang punya nilai komersial dan nilai moral untuk membangun. Para komposer dan pencipta lagu Batak dilema jika diperhadapkan pada pilihan, apakah memilih lagu dengan nilai komersial atau mementingkan nilai membangun moral.

“Ketika bicara tentang lagu komersial, maka mau lagu kacang goreng pun harus dikeluarkan untuk memenuhi pangsa pasar,” tegas Ketua Umum Persatuan Artis Batak Indonesia (PARBI) Andi Situmorang dalam Seminar Nasional virtual bertajuk "Lagu-Lagu Batak dan Nilai-Nilai Luhur Habatakon", yang digelar oleh Batak Center, Jumat (17/9) seperti dilansir harianSIB.com.

Selain Andi Situmorang, hadir juga sebagai pembicara yaitu Rohaniawan Pdt Eldarton Simbolon dan Pencipta Lagu Simalungun Agus Erdiaman Purba serta dipandu Wakil Sekjen Batak Center Benjamin Sinaga.

Lebih lanjut Andi mengakui lagu-lagu Batak saat ini, lebih banyak komersial dan syairnya tidak berisi pesan moral membangun. Pun, banyak generasi milenial yang suka dengan lagu komersial karena iramanya enak, walaupun syairnya bisa merusak moral Habatakon.

“Saya berharap para pencipta lagu saat ini bisa mengikuti jejak para pendahulu seperti Nahum Situmorang, S Dis Sitompul dan lain-lainnya, dimana dalam setiap lagu ciptaan mereka mengutamakan syair lagu dengan nilai-nilai yang membangun, damai dan cinta kasih,” imbuhnya.

Sementara Pdt Eldarton Simbolon memaparkan masyarakat Batak itu masyarakat religius, yang percaya adanya Tuhan sebagai pencipta, pemelihara, pelindung dan pemberi berkat. Banyak lagu-lagu Batak era masa lalu yang justru mencerminkan nilai-nilai Habatakon.

“Ada beberapa lagu Batak yang menyiratkan nilai-nilai religius juga. Semisal lagu “Anakku Na Burju”, “Tangiang Ni Dainang”, dan lain-lainnya yang syair lagunya berisi tentang doa dan harapan. Juga, ada lagu-lagu Batak yang mengajarkan kita untuk selalu cinta keluarga,” jelasnya.

Agus Erdiaman Purba juga mengutarakan pentingnya mewujudkan nilai-nilai Habatakon melalui lagu-lagu Batak yang dibuat para komponis dan pencipta lagu.

“Para pencipta lagu ini punya pengaruh tinggi. Sebab setiap lagunya akan bisa mempengaruhi pendengarnya. Lihat saja komposer seperti Cornel Simanjuntak dan WR Supratman yang menciptakan lagu yang membakar semangat, bahkan rela mati demi bangsa dan negara,” urainya.

“Sebab itu, ketika pencipta lagu membuat lagu dengan syair membangun (semangat) maka akan membangun para pendengarnya. Ketika syair lagunya menghancurkan (moral) maka akan hancur pula. Saya perhatikan banyak juga syair lagu-lagu di Simalungun yang menghancurkan,” pungkas Agus.

Ketua Umum Batak Center Sintong M Tampubolon dalam sambutannya mengutarakan, topik diskusi ini memang dipilih agar bagaimana para komposer dan pencipta lagu-lagu Batak ini tidak terlepas jati diri Batak (Habatakon).

Menurut Sintong, seminar ini merupakan bagian dari rentetan kegiatan Batak Center yang sedang mengadakan “Lomba Lagu Batak Terpopuler versi Batak Center”.

“Selain bertukar pikiran, melalui kegiatan ini Batak Center berharap akan lahir maestro dan pencipta lagu Batak baru yang peduli nilai-nilai luhur Batak, seperti Nahum Situmorang dan lain-lainnya,” tandasnya. (SS24/c)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com