Dinas KP Sumut Investigasi Penyebab Ratusan Ton Ikan Mati di Danau Toba


468 view
Dinas KP Sumut Investigasi Penyebab Ratusan Ton Ikan Mati di Danau Toba
Foto Dok/Ketua Nelayan Tradisonal Danau Toba K Sitanggang
INVESTIGASI: Dinas Kelautan dan Perikanan Sumut bersama tim mengambil sample serta menginvestigasi penyebab kematian ratusan ton ikan di KJA Desa Pangururan Kabupaten Samosir, Sabtu (24/10).
Parapat (SIB)
Dinas Kelautan dan Perikanan (KP) Sumatera Utara bersama tim turun ke lokasi untuk menginvestigasi dan memastikan penyebab kematian ratusan ton ikan di Keramba Jaring Apung (KJA)di perairan Danau Toba Desa Pangururan Kabupaten Samosir, Sabtu (24/10).

Tim investigasi dipimpin Kepala Seksi Pembinaan dan Pengembangan Budi Daya Ikan Provinsi Sumut, Dwie Retno Wulan didampingi anggota tim lainnya Ervin Siregar dan Sri Ismiati Sembiring menjelaskan sesuai hasil monitoring dan investigasi sementara, air di sekitar KJA berwarna kecoklatan.

"Sesuai dengan hasil investigasi di lapangan dugaan sementara penyebab kematian ikan diduga setidaknya ada 3 (tiga) hal yakni terjadinya penurunan suplai oksigen bagi ikan, kepadatan ikan dalam keramba jaring apung, dan lokasi keramba jaring apung terlalu dangkal dan dasar perairan berlumpur. Kita telah mengambil sampel air dan ikan untuk dibawa ke laboratorium," kata Dwie Retno.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sumatera Utara Mulyadi Simatupang melalui sambungan selulernya, Minggu (25/10) menyampaikan sesuai laporan dari petugas atau tim yang diturunkan ke lokasi, penyebab kematian ratusan ton ikan tersebut akibat menurunnya kualitas air di lokasi keramba jaring apung, selain itu, tim juga masih terus mendalami penyebab ikan mati secara mendadak dan massal di Danau Toba.

Disampaikannya, meski hasil dugaan sementara telah ditemukan akibat dampak kualitas air yang buruk, pihaknya akan mencaritahu kepastian penyebab kematian ikan, melalui sample air dan ikan yang diambil dari beberapa titik KJA di sekitar kejadian.

"Sampel tersebut akan dibawa ke UPT Laboratorium Pembinaan Mutu Hasil Perikanan Belawan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut guna mengetahui penyebab kematian massal ikan, namun untuk memastikan dan mendapatkan hasil uji laboratorium kita masih menunggu hasil satu minggu ke depan," kata Simatupang.

Simatupang menghimbau para pengusaha budidaya ikan (KJA) mengikuti aturan yang telah di atur dalam berbagai regulasi salah satunya Peraturan Presiden No 81 tahun 2014 tentang rencana tata ruang kawasan Danau Toba dan sekitarnya.(S12/c)

Penulis
: Redaksi
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com