Ditangkap Eks Wakil Ketua FPI Aceh Ajak Terobos Mudik Gegara Tak Suka Pemerintah


193 view
Foto: Dok. Polisi
Eks Ketua FPI Aceh
Banda Aceh (SIB)
Eks Wakil Ketua FPI Aceh Wahidin ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyebarkan ajakan melanggar larangan mudik. Dia diduga melakukan hal tersebut karena tak menyukai pemerintah.

"Tidak suka dengan pemerintah saja," jelas Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Margiyanta, kepada wartawan, Senin (10/5).

Dia mengatakan, Wahidin merasa pemerintah tak sealiran dengan dirinya. Wahidin telah ditahan polisi.

"Karena tidak sepaham aliran dengan yang bersangkutan," ucapnya.

Wahidin ditangkap di rumahnya di Aceh Besar, Minggu (9/5) sore sekitar pukul 18.00 WIB. Penangkapan dilakukan personel Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Aceh.

Menurut Margiyanta, Wahidin awalnya mengunggah video itu di grup WhatsApp 'Forsil Sumatera' pada Sabtu (8/5). Video itu kemudian viral setelah diunggah di beberapa akun.

Polisi juga menyita barang bukti berupa video itu serta satu unit telepon genggam. Polisi menjerat W dengan Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45a Ayat (2) UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Polisi sudah menetapkan Wahidin sebagai tersangka.

"(Sudah) tersangka dan ditahan," kata Kombes Margiyanta.

Wahidin ditangkap di rumahnya di Aceh Besar, Minggu (9/5) sore sekitar pukul 18.00 WIB. Penangkapan dilakukan personel Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Aceh.

Polisi masih memeriksa Wahidin di Mapolda Aceh. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Wahidin diduga membuat video itu karena tidak menyukai pemerintah.

"Tidak suka dengan pemerintah saja karena tidak sepaham aliran dengan yang bersangkutan," jelas Margiyanta.

Menurut Margiyanta, Wahidin awalnya mem-posting video itu di grup WhatsApp 'Forsil Sumatera' pada Sabtu (8/5). Video itu kemudian viral setelah diunggah di beberapa akun media polisi.

Dalam penangkapan, polisi menyita barang bukti berupa video itu serta satu unit telepon genggam. Polisi menjerat W dengan Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45a ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sebelumnya, dalam video yang viral, Wahidin tampak duduk di dalam mobil sembari memangku anak kecil. Terlihat juga seorang anak kecil lain di kursi belakang.

"Kepada saudara-saudaraku semua yang sedang mudik di mana pun antum berada, terus mudik. Harus bersama-sama, ramaikan di tempat penyekatan-penyekatan," ujar pria tersebut dari video beredar seperti dilihat pada Minggu (9/5).

"Lawan, terobos mereka, pulang, jumpai orang tua, jumpai ibumu, jumpai ayahmu, jumpai anakmu, jumpai sanak saudaramu. Minta keampunan dari Allah SWT, minta kerelaan, minta keridhoan kedua orang tua. Jangan pernah takut dengan rezim setan iblis yang sudah dikuasai komunis. Mereka bekerja untuk komunis," tambahnya.

Setelah itu, dia berbicara mengenai Indonesia milik rakyat. Dia juga menyampaikan narasi mengenai toleransi dan menyebut 'mereka' ingin membungkam Islam.

"Jaga persatuan, pupuk persatuan, lawan rezim yang zalim ini. Terobos di mana semua tempat-tempat penyekatan, perbatasan-perbatasan. Indonesia milik kita, merdeka Indonesia dengan kalimat takbir. Allahuakbar. Kita sudah sangat toleransi, tetapi mereka tidak toleransi dengan kita, Islam. Mereka ingin membungkam Islam, ingin membunuh orang Islam, ingin menghilangkan agama Islam. Sebelum terlambat, bangkit, berjuang! Takbir, Allahuakbar!" ucap pria itu. (detikcom/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com