Ditetapkan Tersangka, Eks Gubernur Sumsel Alex Noerdin Ditahan Kejagung


121 view
Ditetapkan Tersangka, Eks Gubernur Sumsel Alex Noerdin Ditahan Kejagung
(Foto/SIB/Baren A Siagian)
DITAHAN: Eks Gubernur Sumsel, Alex Noerdin langsung digelandang ke mobil tahanan usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pembelian gas bumi, Kamis (15/9). 
Jakarta (SIB)
Tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung menjebloskan mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin ke rumah tahanan Cipinang Cabang Rutan KPK selama 20 hari ke depan.

Selain Alex Noerdin yang juga anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) itu, penyidik juga menahan eks Komisaris PT PDPDE Gas, Muddai Madang yang sama sama sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Keduanya ditahan selama 20 hari ke depan,"kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Loenard Eben Ezer Simanjuntak kepada wartawan di Kejagung, Kamis (15/9).

Kapuspenkum Kejagung menjelaskan kedua tersangka dijerat pasal sangkaan yakni Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP; subsidair Pasal 3 Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Perubahan Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Direktur Penyidikan Pada Jampidsus Supardi SH menuturkan kedua tersangka ditahan secara terpisah agar tidak saling mempengaruhi atau mempersulit penyidikan.

“Kedua tersangka ditahan di rumah tahanan (Rutan) KPK dan Rutan Kejaksaan Agung. Dilakukan agar tidak saling mempengaruhi,”katanya.

Jaksa yang pernah bertugas di KPK sebagai direktur penuntutan ini mengungkapkan mantan Gubernur Sumsel ditahan di Rutan KPK.

Sementara tersangka eks Wakil Ketua Umum KOI ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung.
Dari pantauan di gedung Bundar, saat digelandang ke mobil tahanan, Alex Noerdin terlihat mengenakan rompi warna merah jambu dan kedua tangannya diborgol. Dia diam seribu bahasa alias tidak ada sedikitpun komentar yang terucap dari mulutnya.

Terkait kasus yang menjerat Alex Noerdin, Kapuspenkum Kejagung membeberkan kasus ini berawal dari perjanjian jual beli gas bagian negara antara KKS Pertamina Hulu Energi (PHE), Talisman dan Pacific Oil dengan Pemprov Sumsel.

Dalam hasil penyidikan ditemukan fakta bukan Pemprov Sumsel yang menikmati hasilnya tetapi PT PDPDE Gas yang merupakan rekanan menerima keuntungan fantastis selama periode 2011-2019.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menjebloskan Direktur PT Dika Karya Lintas Nusa (PT DKLN), berinisial AYH dan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi Sumatera Selatan (PDPDE Sumsel), CISS; ke jeruji besi terkait dugaan korupsi pembelian gas bumi.

PDPDE Sumsel yang mewakili Pemprov Sumsel hanya menerima total pendapatan kurang lebih Rp 38 miliar dan dipotong utang saham Rp 8 miliar. Pendapatan bersihnya sekitar Rp 30 miliar selama 9 tahun.

Sebelumnya, Kejagung telah lebih dahulu menetapkan dua tersangka yakni Caca Isa Saleh S (CISS) mantan Direktur Utama PDPDE Sumsel dan A Yaniarsyah Hasan mantan Direktur Dika Karya Lintas Nusa (DKLN) merangkap Direktur PDPDE Gas serta mantan Direktur Utama PDPDE Sumsel (H3/c)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com