Pantas Disebut “Yang Busuk”

Diusulkan Hakim Agung tak Lagi Disebut “Yang Mulia”

* Hakim Agung Sudrajad Dimiyati dan 5 Pegawai MA Diberhentikan Sementara

363 view
Diusulkan Hakim Agung tak Lagi Disebut “Yang Mulia”
Foto : Istimewa
Mahfud Md dan Harifin Tumpa.

Jakarta (SIB)


Untuk pertama kalinya dalam sejarah, KPK menetapkan seorang hakim agung sebagai tersangka, yaitu Sudrajad Dimyati, sampai-sampai mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Harifin Tumpa mengusulkan agar tak ada lagi sebutan 'yang mulia' bagi hakim. Menko Polhukam Mahfud Md pun memberikan respons atas hal itu.

"Saya hormat kepada Pak Harifin Tumpa. Beliau dulu teman seangkatan saya memimpin lembaga negara era SBY periode kedua.

Beliau bersih dan berintegritas. Usulnya agar hakim agung tak lagi disebut 'yang mulia' menurut saya merupakan ekspresi kekecewaannya kepada teman-teman sekorpsnya yang sangat mengotori kemuliaan jabatan hakim agung," kata Mahfud saat dihubungi, Senin (26/9).

Mahfud belum menyimpulkan usulan agar hakim agung untuk tidak lagi disebut sebagai yang mulia. Namun Mahfud memiliki pandangan hakim agung yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) disebut 'yang busuk' atau 'yang terhina'.

"Saya sendiri belum sampai menyimpulkan bahwa hakim agung sebagai korps tidak lagi disebut yang mulia, tetapi kepada oknum hakim agung yang kena OTT saya setuju disebut 'yang busuk' atau 'yang terhina'," ujarnya.

Usul

Seperti diketahui, Harifin Tumpa mengaku prihatin atas kasus yang menjerat Hakim Agung Sudrajad Dimyati. Oleh sebab itu, Harifin Tumpa menegaskan kembali agar masyarakat dan semua pihak tidak lagi memanggil hakim dengan panggilan 'yang mulia'.

"Betul (setop panggilan yang mulia). Dari dulu saya memang tidak setuju panggilan itu," kata Harifin Tumpa saat berbincang, Senin (26/9).

Harifin Tumpa sudah mengingatkan agar panggilan yang mulia itu disetop sejak Juni 2020. Ada kegelisahan yang mendalam mengapa Harifin Tumpa menolak hakim dipanggil yang mulia. Dirinya sendiri pun menolaknya. Namun belakangan panggilan yang mulia kerap digunakan, bahkan dibuat aturan tertulis agar siapa pun memanggil yang mulia. Bahkan, di luar sidang pun dipanggil yang mulia.

"Hakim itu hanya manusia biasa. Hanya ia diberi amanah," ucap Harifin Tumpa, yang menjabat sebagai Ketua MA 2009-2012.

Kegelisahan Harifin Tumpa kini terbukti. Hakim Agung Sudrajad Dimyati kini ditahan KPK atas dugaan korupsi suap. Hakim agung yang menjadi penjaga final keadilan harus berurusan dengan lembaga antikorupsi itu. Padahal putusan hakim agung final dan mengikat serta tidak bisa diubah lagi.

"Kami semua korps hakim turut merasa tercemar dengan ulah segelintir manusia yang masuk korps hakim agung. Mudah-mudahan ini yang pertama dan terakhir," pungkas Harifin Tumpa.

Diberhentikan Sementara

Hakim Agung Sudrajad Dimyati resmi diberhentikan sementara oleh MA usai menjadi tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara dan kini ditahan KPK. Selain Sudrajad, MA juga memberhentikan 5 pegawai lainnya yang diduga terlibat kasus tersebut.

"Memberhentikan sementara terhadap para tersangka yang diduga terlibat dalam tindak pidana yang saat ini sedang ditangani KPK, sampai adanya proses hukum yang berkepastian," kata Jubir MA, Andi Samsan Nganro, Senin (26/9).

Andi menyebut pemberhentian terhadap Sudrajad dkk itu dilakukan berdasarkan kesepakatan dari para pimpinan MA, Hakim Agung MA, hingga Hakim Ad Hoc MA. Menurutnya, kesepakatan itu diputuskan di ruang sidang istimewa lantai 14 gedung MA, Jakarta Pusat, pada sore ini.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com