Diwarnai Bentrokan, Donald Trump Dilantik Jadi Presiden ke-45 AS


513 view
Diwarnai Bentrokan, Donald Trump Dilantik Jadi Presiden ke-45 AS
SIB/AP Photo/Matt Rourke
DISUMPAH: Donald Trump diambil sumpahnya sebagai presiden AS ke-45 oleh Hakim Agung John J Roberts Jr disaksikan seluruh keluarganya dalam upacara pelantikan di Gedung Capitol, Washington, Jumat (20/1).
Washington (SIB)- Donald Trump, pengusaha real estate dan pembawa acara di stasiun televisi yang beralih menjadi seorang politisi yang selalu membuat orang marah , Jumat (20/1), dilantik sebagai presiden ke-45 AS di Gedung Capitol. Trump diambil sumpahnya dengan menggunakan dua Alkitab. Salah satunya adalah hadiah dari ibunya tahun 1955 dan satu lagi Alkitab yang digunakan Presiden Abraham Lincoln. Alkitab dari ibunda Trump dianggapnya berharga karena diberikan ketika dia lulus Sekolah Minggu Presbyterian saat masih muda.

Pelantikan Trump dihadiri sejumlah mantan presiden Amerika seperti Jimmy Carter, George W Bush dan mantan capres Partai Demokrat Hillary Clinton dan suaminya, Bill Clinton. Ketiga mantan Presiden AS itu memasuki lokasi pelantikan, yang ada di sisi barat Gedung Capitol, secara berurutan dengan sambutan resmi. Jimmy Carter yang pertama dipanggil untuk masuk, kemudian Bill Clinton dan terakhir George W Bush.

Tepuk tangan riuh menyambut mereka. Terutama saat Bill dan Hillary memasuki lokasi pelantikan. Hillary terlihat menyapa banyak orang di lokasi. Tokoh penting lainnya, seperti Ketua DPR AS Paul Ryan juga Senator Vermont Bernie Sanders juga terlebih dahulu hadir di lokasi pelantikan.

Sebelum dilantik, Trump dan istrinya Melania, menghadiri kebaktian di gereja setempat. Keduanya disambut langsung oleh Presiden AS Barack Obama dan istrinya, Michelle. Trump dan Obama kemudian langsung berjalan menuju lokasi pelantikan dan diikuti mantan Wapres Joe Biden dan Wapres Mike Pence .
Trump membacakan sumpah jabatannya dipandu Hakim Agung John J Roberts Jr.  Pengusaha properti itu mengangkat tangan kanannya, sementara tangan kirinya ditumpangkan di atas kitab suci yang dipegang sang istri. Trump kemudian menirukan kata demi kata yang diucapkan sang hakim hingga kata terakhir. Di penghujung pembacaan sumpah, hakim Roberts langsung memberikan selamat. Trump kemudian mencium istrinya lalu memeluk anak-anak dan anggota keluarganya yang berada di panggung kehormatan. Beberapa menit sebelumnya, wakil presiden terpilih Mike Pence juga mengucapkan sumpah jabatannya.

Trump dalam pidato pertamanya mengatakan, perubahan dimulai "dari sekarang" dan  tidak perduli partai mana yang menguasai pemerintahan. Namun yang paling penting, kata Trump, adalah apakah pemerintah kita dikuasai oleh rakyat. Dia mengajak warga Amerika Serikat untuk membangun negara dan mengembalikan janji kesejahteraan kepada seluruh rakyat. "Bersama kita akan menentukan jalannya Amerika dan seluruh dunia selama bertahun-tahun yang akan datang," kata Trump.

Ia juga memuji sikap Barack dan Michelle Obama yang membantu proses peralihan kekuasaan secara damai . "Hari ini kita tidak hanya mengalihkan kekuasaan dari satu pihak kepada pihak lain  tapi kita sedang memindahkan kekuasaan dari Washington DC dan memberikan kembali kepada Anda, rakyat Amerika Serikat," kata Donald Trump.

Sebelumnya Trump berjanji akan menyatukan bangsa Amerika. "Kami akan menyatukan negara kita," ujar Trump di depan ribuan pendukungnya yang menghadiri pesta pra-inaugurasi di Lincoln Memorial, yang telah menjadi tradisi bagi para presiden terpilih AS.

"Kami akan melakukan hal-hal yang belum dilakukan untuk negara kita selama beberapa dekade," tutur Trump yang disambut sorak sorai para pendukungnya. "Itu akan berubah, saya berjanji pada kalian," imbuh miliarder asal New York itu.

Di depan para pendukungnya, Trump menyinggung tentang besarnya dukungan di kalangan warga pekerja AS yang mendorong kemenangan Trump atas rivalnya, Hillary Clinton. "Kalian tidak akan terlupakan lagi. Kami akan mengubah ini. Kami akan mengembalikan pekerjaan kalian," imbuhnya.

Tak lama kemudian Trump berkicau lewat akun Twitter miliknya. "Terima kasih telah bergabung bersama kami di Lincoln Memorial malam ini -- malam yang sangat istimewa! Bersama, kita akan Membuat Amerika Hebat Lagi!"

Termahal
Berbeda dengan pelantikan Presiden AS sebelumnya, pelantikan Donald Trump ini sepi dari kehadiran selebritas papan atas. Nama artis yang dijadwalkan tampil pun tidak banyak diketahui masyarakat luas. Walau pelantikannya kini tidak dimeriahkan oleh penampilan selebritas papan atas, biaya yang dikeluarkan untuk perhelatan empat tahun sekali ini ditaksir masih sangatlah besar. Diestimasi biaya yang diperlukan untuk acara inaugurasi ini akan melebihi US$ 200 juta atau setara Rp 2,6 triliun.

Biaya yang membengkak diakibatkan  banyaknya personel keamanan yang diturunkan di acara tersebut. Sebanyak 28 ribu petugas keamanan yang berasal dari pemerintah lokal dan pusat  berjaga di sekitar tempat acara.

Dana untuk inagurasi tidak hanya menggunakan kas negara, tetapi juga donasi dari beberapa pihak. Komite inaugurasi yang dibuat oleh Trump mampu mengumpulkan dana lebih dari US$ 90 juta atau Rp 1,2 triliun dari beberapa perusahaan dan perseorangan. Apabila dibandingkan dengan acara inaugurasi Presiden AS sebelumnya, biaya pelantikan Trump masih lebih mahal. Pelantikan Presiden Obama di tahun 2009 misalnya, memakan biaya sebesar US$ 170 juta.

Direktur Komite Pelantikan Presiden Donald Trump Sara Amstrong menyebutkan, tema pelantikan presiden AS  selaras dengan jargon pemilu Trump, yakni "Make America Great Again".

Bentrok dengan Pendukung Trump
Pelantikan Trump diwarnai bentrokan antara demonstran anti dan pendukung Trump.Para demonstran mengejek dan meneriakkan umpatan kepada pendukung Trump dan para tamu yang hendak meninggalkan acara berjudul 'Deploraball' di Washington DC.

Para demonstran juga membakar poster yang mereka bawa, memicu situasi penuh asap di depan National Press Building, tempat digelarnya acara. Puluhan polisi yang berjaga di lokasi terpaksa menggunakan semprotan kimia untuk membubarkan demonstran.

Polisi juga berupaya mengawal para tamu yang mengenakan gaun mewah dan tuksedo, untuk meninggalkan lokasi karena para demonstran mengejar mereka hingga ke jalanan. Meskipun awalnya berjalan damai, unjuk rasa beranjak panas saat malam hari. Terlebih beberapa anggota pergerakan 'alt-right' atau sayap kanan yang dikenal rasis, dilaporkan turut hadir dalam acara itu.

"Donald Trump mungkin mengendalikan Washington, namun kami mengendalikan nasib kami sebagai warga Amerika. Kami tidak takut akan masa depan. Kami pikir masa depan cerah, jika suara rakyat didengarkan," imbuh de Blasio.

Sementara pendukung Trump memuji pengalamannya dalam berbisnis, termasuk sebagai pengembang real estate dan bintang reality show di televisi. Mereka juga melihat dia sebagai orang di luar pemerintah dan dapat menyelesaikan masalah.

Tidak jauh dari Gedung Putih, demonstran bentrok dengan polisi. Mereka melemparkan kursi alumunium ke sebuah cafe. Seorang pengendara motor di jalanan kota yang datang untuk merayakan pelantikan Trump dipukul wajahnya ketika mencoba mengintervensi.

"Saya tahu, hukum dan aturan, dan semua itu. Kami membutuhkan lebih banyak aturan. Hal ini tidak benar," kata Bob Hrifko dengan luka berdarah di bawah matanya. Hrifko mengatakan dia adalah bagian dari 'Bikers for Trump', sebuah grup yang terlibat dalam reli pelantikan. Sebelumnya aktivis liberal dari kelompok berbeda bernama Disrupt J20 memblokade beberapa pintu masuk lokasi pelantikan. Beberapa di antaranya berhasil diusir oleh polisi. (AP/Detikcom/R16/c)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com