Driver Taksi Online Jakarta Tuntut Penyesuaian Tarif Usai Harga BBM Naik


130 view
Driver Taksi Online Jakarta Tuntut Penyesuaian Tarif Usai Harga BBM Naik
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Pantauan di lokasi, Senin (12/9) pukul 14.17 WIB, massa tetap berdemonstrasi di tengah guyuran hujan. Massa juga menuntut salah satu operator taksi dipisahkan dari aplikasi mereka.

Jakarta (SIB)

Massa yang mengatasnamakan Driver Online Indonesia (Drone) menggelar aksi di depan kantor pusat perusahaan pemilik aplikasi transportasi online di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.


Massa menuntut penyesuaian tarif taksi online imbas kenaikan harga BBM.


Pantauan di lokasi, Senin (12/9) pukul 14.17 WIB, massa tetap berdemonstrasi di tengah guyuran hujan. Massa juga menuntut salah satu operator taksi dipisahkan dari aplikasi mereka.


Tampak ada satu mobil komando lengkap dengan pengeras suara yang digunakan oleh massa aksi. Mereka kompak menggunakan pakaian berwarna hitam.


Massa aksi meminta pemimpin perusahaan transportasi online menemui mereka. Massa terus berunjuk rasa di tengah guyuran hujan.


"Turun-turun," kata orator meminta pemimpin perusahaan menemui massa.


Aparat kepolisian tampak berjaga mencegah massa agar tak memasuki kantor perusahaan penyedia transportasi online tersebut. Polisi juga memasang water barrier sebagai pembatas.


Berikut isi tuntutan Driver Online Indonesia:


1. Pisahkan BB (Blue Bird) dari aplikasi Go-Car karena berimbas pada orderan Gocar yang masuk ke BB dan hapus sistem alokasi order/sistem kasta prioritas dan lainnya kembali ke sistem awal adanya aplikasi online di Indonesia, yaitu ride sharing di mana mitra bebas dalam memilih untuk mengambil ataupun tidak orderan karena kami bukan karyawan yang digaji tetap oleh pihak aplikasi Gojek, Grab.


2. Penyesuaian tarif imbas adanya kenaikan harga BBM harus melibatkan seluruh komponen Driver Online Indonesia Grab-Gojek.


3. Turunkan potongan 20% yang selama ini dibebankan kepada mitra dan hapus biaya-biaya tambahan berimbas pada penurunan jumlah order oleh customer ataupun mitra driver online itu sendiri Grab-Gojek.


4. Revisi perjanjian kemitraan yang adil dan melibatkan seluruh elemen driver online.


5. Stop penerimaan mitra baru Grab-Gojek untuk menjaga kestabilan antara penumpang dengan mitra driver online. (detikcom/f)





Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com