Drone Dijadikan Alat Penyelundupan Narkoba, Pengamat: Perlu Regulasi Pengoperasian Khusus


181 view
Drone Dijadikan Alat Penyelundupan Narkoba, Pengamat: Perlu Regulasi Pengoperasian Khusus
foto: rizal
Dosen Hukum Pidana Universitas Trisakti, Azmi Syahputra.

Jakarta (SIB)

Dosen Hukum Pidana Universitas Trisakti, Azmi Syahputra mengatakan, penggunaan drone untuk menyelundupkan narkoba, selain jasa pengiriman secara online juga dilihat sebagai peluang penjahat untuk melakukan aksi modus operandi.


Ia mejelaskan, hal ini akibat kemajuan teknologi yang disalahgunakan untuk tujuan melanggar hukum.


"Jual beli narkoba kini bisa mempergunakan Drone, banyak kasus terjadi. Di beberapa negara, di mana diketahui ada jenis Drone tertentu yang bisa membawa beban barang maksimal sampai 4 Kg, Drone yang berkisar harganya puluhan juta, sekitar 25 sampai Rp50 jutaan. Kini dapat membawa sekitar 3 Kg Narkoba yang harganya mencapai miliaran," katanya, Senin (14/2).


Azmi menegaskan, praktik ini adalah modus baru bagi para pengedar narkoba dalam mendistribusikan pasokan barang haram mereka. Pengedar itu dilaporkan semakin sering memakai drone untuk mengirim narkotika jenis sabu-sabu ke rumah atau tempat yang dijanjikan pemesan.


"Karenanya terkait pola baru kejahatan transaksi narkoba melalui drone ini. Pemerintah harus segera untuk membuat regulasi pengendalian pengoperasian pesawat udara tanpa awak termasuk secara khusus tata kelola dan regulasi yang mengatur pengiriman paket perseorangan maupun badan usaha dengan drone," tegasnya.


Azmi menegaskan, hal itu sifatnya jadi wajib. Senan katanya, harus ada permohonan pemilik drone dan pengendali drone, untuk mendapatkan izin tertulis dari insitusi berwenang dan pemerintah daerah yang wilayahnya dilewati drone tersebut.


Sehingga lanjutnya, bagi drone yang tidak memiliki izin, maka dianggap drone liar maka drone tersebut dapat langsung ditembak petugas.


"Selanjutnya diinvestigasi lebih lanjut oleh petugas termasuk perlu diperkuat ada ancaman pidana bagi pengguna drone tersebut maupun penerima paket tersebut," ujarnya.


Jadi melalui regulasi ini, harapannya akan jadi filter sekaligus pembatasan pengoperasian pesawat udara tanpa awak khususnya.


"Tujuannya, tentu mencegah penyalahgunaan tindakan kriminal yang semakin canggih dengan penggunaan drone yang dapat mengirimkan narkoba dan tindakan melanggar hukum lainnya," tutup Azmi. (PK/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com