Setelah Presiden Rusia Umumkan Mobilisasi Militer

Dua Aksi Penembakan di Rusia Termasuk Sekolah, 13 Orang Tewas


422 view
Dua Aksi Penembakan di Rusia Termasuk Sekolah, 13 Orang Tewas
Foto: Herald Sun
EVAKUASI: Polisi dan paramedis mengevakuasi seorang korban penembakan di sekolah No. 88 di Izhevsk, Rusia, Senin (26/9). 

Moskow (SIB)


Sedikitnya dua penembakan terjadi di wilayah Rusia hanya selang beberapa jam sepanjang Senin (26/9) waktu setempat. Satu penembakan terjadi di pusat mobilisasi militer di Siberia, sedangkan satu penembakan lainnya terjadi di sebuah sekolah di kota Izhevsk, Rusia.

Seperti dilansir AFP, Senin (26/9), insiden penembakan pertama dilaporkan didalangi oleh seorang pria yang meneriakkan penolakan untuk bertempur di Ukraina, sebelum melepas tembakan di sebuah pusat mobilisasi militer di Ust-Ilimsk, Irkutsk, Siberia.

Gubernur Irkutsk Igor Kobzev menyebut, seorang komisaris militer -- petugas Partai Komunis yang mendampingi komandan satuan militer di Rusia -- mengalami luka-luka akibat tembakan itu dan kini 'dalam kondisi kritis' di rumah sakit.

Kobzev, seperti dikutip media lokal Moscow Times, menyebut korban diidentifikasi sebagai Alexander Yeliseyev, yang merupakan komisaris militer dan kepala rekrutmen setempat.

Kobzev menambahkan bahwa pelaku penembakan 'segera ditangkap' usai insiden terjadi. Dia tidak menyebut identitas pelaku, namun laporan outlet media lokal yang memiliki hubungan dekat dengan dinas keamanan Rusia mengidentifikasi pelaku sebagai Ruslan Zinin (25).

Zinin kini ditahan di kantor rekrutmen di Ust-Ilimsk, Irkutsk, yang berjarak 5.000 kilometer sebelah timur ibu kota Moskow.

Motif penembakan yang dilakukan Zinin belum diketahui secara jelas.

Namun ibunda Zinin, Marina Zinina, menuturkan kepada situs berita lokal Astra bahwa Zinin 'sangat kesal' karena teman baiknya yang tidak memiliki pengalaman militer menerima panggilan untuk bertugas, meskipun otoritas Rusia berjanji hanya merekrut orang-orang dengan pengalaman militer.

Penembakan Kedua

Insiden penembakan kedua dilaporkan terjadi beberapa jam kemudian di kota Izhevsk. Dilaporkan sedikitnya sembilan orang, termasuk lima anak-anak, tewas dan 20 orang lainnya luka-luka dalam penembakan di sekolah No. 88 di kota Izhevsk. Pelaku penembakan, yang belum diungkap identitasnya, tewas bunuh diri.

"Jenazah pria yang melepaskan tembakan itu kini telah ditemukan oleh polisi. Menurut laporan, dia bunuh diri," kata Kementerian Dalam Negeri Rusia dalam postingan di Telegram, seperti dilansir dari kantor berita AFP.

Belum diketahui motif penembakan di Izhevsk tersebut.

Bertambah

Jumlah korban jiwa dalam penembakan massal di sebuah sekolah di Rusia terus bertambah. Sejauh ini, sudah 13 orang dinyatakan tewas dalam penembakan di kota Izhevsk, Rusia pada Senin (26/9). Di antara para korban tewas tersebut, termasuk tujuh anak-anak.

"Tiga belas orang, termasuk enam orang dewasa dan tujuh anak-anak, tewas karena kejahatan ini," kata Komite Investigasi Rusia dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari kantor berita AFP, Senin (26/9).

Komite penyelidik tersebut menambahkan, 14 anak-anak dan tujuh orang dewasa juga terluka dalam penembakan tersebut.

Belum ada keterangan mengenai identitas pelaku penembakan maupun motif perbuatannya.

Pelaku penembakan massal itu kemudian tewas bunuh diri.

Gubernur wilayah Udmurtia, Alexander Brechalov membenarkan, ada anak-anak di antara para korban.

"Ada korban di antara anak-anak, ada juga yang terluka," kata Brechalov. Penjaga keamanan sekolah juga dilaporkan tewas.

Kantor berita Rusia, TASS melaporkan bahwa siswa dan guru telah dievakuasi.

Izhevsk, sebuah kota berpenduduk 640.000 adalah ibu kota wilayah Udmurtia, di sebelah barat pegunungan Ural, sekitar 960 kilometer (596 mil) timur Moskow, ibu kota Rusia.

Izhevsk, sebuah kota berpenduduk 640.000 adalah ibu kota wilayah Udmurtia, di sebelah barat pegunungan Ural, sekitar 960 kilometer (596 mil) timur Moskow, ibu kota Rusia. Sekolah itu terletak di pusat kota, dekat dengan gedung pemerintahan kota, dan hanya memiliki kurang dari 1.000 siswa dan 80 guru, menurut TASS.

Dua insiden penembakan itu terjadi setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi militer parsial untuk menambah pasukan dalam operasi militer di Ukraina. Sejak pengumuman itu disampaikan pada Rabu (21/9) lalu, menurut laporan situs berita independen Mediazona dan The Moscow Times, sedikitnya 20 kantor rekrutmen militer dibakar di wilayah-wilayah Rusia dengan 11 zona waktu berbeda. (Detikcom/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com