Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung UINSU, Rekanan dan PPK Dituntut Masing-masing 4 Tahun Penjara


157 view
Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung UINSU, Rekanan dan PPK Dituntut Masing-masing 4 Tahun Penjara
VIVA/Putra Nasution
Sidang kasus korupsi pembangunan gedung kuliah UIN Sumut digelar online

Medan (SIB)

Dua terdakwa perkara korupsi pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Tahun 2008 seniai Rp 10,3 miliar dituntut masing-masing 4 tahun penjara di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (11/11) malam.


Adapun kedua terdakwa yakni eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada pekerjaan gedung yakni Syahruddin Siregar dan Direktur PT Multikarya Bisnis Perkasa, Joni Siswoyo selaku rekanan.


"Meminta supaya majelis hakim menjatuhkan para terdakwa masing-masing 4 tahun penjara, denda Rp 500 juta, subsider 3 bulan kurungan," kata Jaksa Penuntut Umum Hendri Edison.


JPU Hendri Edison menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana termuat dalam Pasal 3 jo Pasal 18 dari Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. "Menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi," ucap JPU.


Penuntut umum menyatakan perbuatan kedua terdakwa bertentangan dengan program pemerintah yang saat ini gencar memberantas narkoba. "Hal meringankan Terdakwa belum pernah dihukum," sebut JPU.


Usai mendengarkan nota tuntutan dari JPU, majelis hakim yang diketuai Syafril Batubara menunda persidangan hingga sepekan mendatang untuk agenda mendengarkan pembelaan terdakwa (pledoi).


Sementara itu, tuntutan terdakwa lainnya yakni Eks Rektor UIN Sumut Saidurahman baru akan dibacakan pada Senin (15/11/2021) mendatang.


Sebelumnya dalam dakwaan yang dibacakan secara bergantian oleh JPU Robetson Pakpakhan dan Hendri Edison disebutkan, perkara ini bermula pada tahun anggaran 2018 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara mendapat anggaran berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : SP-DIPA-025.04.2.424007/2018 untuk pembangunan gedung perkuliahan terpadu Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) yang dananya bersumber dari dana APBN Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan nominal pagu anggaran sebesar Rp 50 miliar.


Terungkap juga eks Rektor Saidurahman meminta agar panitia pelelangan proyek pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Kampus II UIN Sumut memenangkan PT Multikarya Bisnis Perkasa untuk melaksanakan proyek itu.


"Bahwa untuk merealisasikan hal tersebut, saksi Marudut SE menemui Ketua Pokja saksi Rizki Anggraini meminta bantuannya agar mau bekerjsama agar dalam proses lelang, panitia Pokja memenangkan perusahaan PT Multikarya Bisnis Perkara yang akan melaksanakan pembangunan Gedung Kuliah Terpadu," sebut JPU Robetson.


Singkat cerita, Panita Pokja pembangunan akhirnya memenangkan PT Multikarya Perkasa dengan dengan nilai kontrak Rp44.973.352.461.


Namun belakangan, pembangunan gedung itu kemudian mangkrak dan berpotensi merugikan keuangan negara sesuai hasil audit kerugian negara yaitu sebesar Rp 10.350.091.337,98 (Rp10,3 miliar). (A17/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com