Rabu, 19 Juni 2024 WIB

Ekonomi RI Tumbuh 5,3 Persen, Jokowi: Negara Lain Terpuruk

Redaksi - Minggu, 19 Maret 2023 09:12 WIB
184 view
Ekonomi RI Tumbuh 5,3 Persen, Jokowi: Negara Lain Terpuruk
(YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi saat berpidato dalam acara Istighosah dan Doa Bersama Rabithah Melayu-Banjar di Kalimantan Selatan, Jumat (17/3/2023). 
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan saat ini persaingan antar negara sangat ketat. Di tengah persaingan ketat itu dia mengaku bersyukur ekonomi Indonesia masih tumbuh positif.
Menurutnya, saat ini semua negara saling bersaing memperebutkan investasi hingga lalu lintas perdagangan. Tidak mudah menurutnya menjalani persaingan yang makin sulit dari hari ke hari.
"Tidak mudah sekarang ini antar negara saling bersaing. Antar negara saling berebut, baik itu yang namanya investasi, baik yang namanya traffic atau lalu lintas. Persaingan ini nggak mudah," ungkap Jokowi saat memberikan sambutan di acara Istighosah dan Doa Bersama Rabithah Melayu-Banjar, yang disiarkan virtual, Jumat (17/3).
Bersyukurnya, di tengah persaingan yang makin ketat itu, Indonesia berhasil menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang solid.
Menurutnya banyak negara yang tumbang dan terpuruk ekonominya di tengah kondisi ketidakpastian global dan persaingan antar negara yang terjadi.
"Tapi alhamdullilah, pertumbuhan ekonomi kita di 2022 kemarin itu kalau negara lain terpuruk, kita tumbuh 5,3%," ujar Jokowi.
Dia juga menyinggung masalah penanganan dan pengendalian Covid-19 yang berhasil dilakukan pemerintah. Bila di negara lain masih sibuk selesaikan masalah Covid-19, di akhir tahun lalu Indonesia justru mencabut program pengetatan PPKM.
"Saat negara lain masih bingung selesaikan Covid-19, Desember lalu kita sudah sampaikan mencabut yang namanya PPKM," kata Jokowi.
Jokowi pun menyinggung aturan penggunaan masker yang kini telah dilonggarkan. Padahal, tiga tahun lalu aturan masker dan vaksin diperketat.
"Dan saya lihat di sini sudah nggak pakai masker semuanya. Dulu, tiga tahun lalu semua pakai masker, semuanya disuntik vaksin dua dosis. Ada yang tiga? Sudah Tiga. Itu yang lebih baik, saya sudah empat," ucapnya.
Pada intinya, Jokowi mewanti-wanti persaingan antar negara makin ketat dan sulit. Pola pikir dan cara-cara bekerja baru harus dihadirkan agar Indonesia bisa bersaing di kancah internasional. Pada ujungnya, Indonesia bisa terus-terusan terjebak dalam kelas negara berkembang.
"Jadi sekali lagi, persaingan antar negara tidak gampang, tidak mudah. Kalau kita tidak memunculkan cara baru dalam bekerja, memunculkan pola pikir baru dalam kompetisi kita akan kalah dan terus jadi negara berkembang," pungkas Jokowi.


Bag-bagi Sepeda
Dalam acara itu, Jokowi turut membagikan sepeda. Sepeda dibagikan Jokowi kepada warga yang bisa menjawab pertanyaan.
Sepeda pertama diberikan Jokowi kepada warga yang hafal Pancasila. Remaja pria bernama Ahmad Fajri dengan lantang membacakan Pancasila.
"Tabalong Luar Biasa. Silakan kembali. Tapi dapat sepeda," kata Jokowi.
Sepeda kedua diberikan kepada perempuan bernama Hilda, dia menjawab pertanyaan Jokowi soal di provinsi mana Ibu Kota Negara Nusantara berdiri. Dengan cepat Hilda menjawab Kalimantan Timur.
Saat Hilda membawa sepeda, Jokowi berkelakar sepeda itu bisa ditukar dengan mobil.
"Sepeda ini kalau dituker mobil banyak yang mau loh. Karena di situ ada tulisannya, 'Sepeda dari Presiden Jokowi.' Yang mahal bukan sepedanya tapi tulisannya itu," ucapnya. (Detikfinance/Detikcom/a)



Baca Juga:
Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kakek 74 Tahun Ditemukan Tewas di Rumahnya Diduga Korban Perampokan
Polsek Patumbak Tangkap Jambret Hp
Kurnia Utama: Banyak Guru di Sumut Belum Miliki Kemampuan Pendidikan Khusus
Diyakini Diminati Eksportir, Kapal Kargo Jenis Steel Dioperasikan di Pelabuhan Teluk Nibung
Jalan Dewi Sartika Rantauprapat Semakin Parah
Polsek Pancurbatu Razia Judi di Lima Lokasi
komentar
beritaTerbaru