Kamis, 25 Juli 2024

Eksepsi Ferdy Sambo-Putri Candrawathi Ditolak, Pihak Yosua: Itu Kemenangan

* Sidang Dilanjutkan Pekan depan
Redaksi - Kamis, 27 Oktober 2022 09:20 WIB
594 view
Eksepsi Ferdy Sambo-Putri Candrawathi Ditolak, Pihak Yosua: Itu Kemenangan
Foto : Fajar Briantomo/detikcom
Pengacara keluarga Yosua, Kamaruddin Simanjuntak.
Jakarta (SIB)

Eksepsi atau nota keberatan yang disampaikan Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi, dalam sidang kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J) ditolak majelis hakim. Pengacara keluarga Yosua, Kamaruddin Simanjuntak, menyebut hal itu sebagai kemenangan.

"Artinya itu kemenangan itu terus kita peroleh satu per satu," kata Kamaruddin kepada wartawan, Rabu (26/10).

Kamaruddin mengatakan, dirinya nanti akan memberikan keterangan di persidangan sebagai pelapor. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada hakim perihal apakah keterangan yang dia berikan berguna atau tidak.

"Jadi sampai dengan sekarang dengan eksepsi ditolak atau keberatan ditolak berarti akan masuk kepada materi perkara. Maka saya sebagai pelapor akan segera memberi keterangan sebagai kuasa hukum, apa yang saya lihat apa yang saya alami tentu akan saya jelaskan," katanya.

"Soal hakim menilai itu berguna apa tidak itu kan tergantung kewenangan hakim, yang jelas informasi yang saya dapatkan semua akan saya berikan," tambahnya.[br]



Lebih lanjut, Kamaruddin menyinggung soal pernyataannya kala itu bahwa kasus ini berkaitan dengan judi online. Lantas, dia menunjukkan bahwa pernyataan tersebut bisa dibuktikan dengan temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Misal contoh saya dulu saya terima informasi bahwa ini kaitannya dengan judi online, awalnya kan bilang itu hoax, ternyata ketika minta terus PPATK sudah mengungkap ada Rp 155 triliun judi online, belum judi offline," ujarnya.



Ditolak

Sebelumnya, majelis hakim menolak eksepsi atau nota keberatan mantan eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi. Sidang terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat dilanjut ke tahap pembuktian.

Sidang kasus pembunuhan berencana itu digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ferdy Sambo dan Putri Candrawati hadir secara langsung dalam sidang tersebut.

"Mengadili, menolak keberatan atau eksepsi tim penasihat hukum terdakwa Ferdy Sambo untuk seluruhnya," kata ketua majelis hakim Wahyu Iman Santosa saat membacakan putusan sela di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Rabu (26/10).

Hakim mengatakan, surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) telah memenuhi syarat formil dan materiil. Hakim memerintahkan jaksa untuk melanjutkan kasus ini ke tahap pembuktian dan menghadirkan saksi-saksi di persidangan.[br]



"Memerintahkan kepada jaksa penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan perkara atas nama terdakwa Ferdy Sambo," ujarnya.

Majelis hakim juga menolak eksepsi Putri Candrawathi, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua.


Puji

Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E sempat sungkem kepada orang tua Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J) pada sidang dakwaannya kemarin. Pengacara keluarga Yosua, Kamaruddin Simanjuntak, memuji sikap Bharada E itu.

Kamaruddin mengatakan, keluarga Yosua sudah menerima permintaan maaf Bharada E. Dia menyebutkan, seharusnya korban menerima maaf jikalau pelaku memintanya.

"Saya memang selalu mengajarkan begitu, semua klien selalu saya bilang kalau pelaku kejahatannya atau pelaku meminta maaf harus dimaafkan. (Sungkem) itu sikap yang baik," kata Kamaruddin.

Kamaruddin kemudian berbicara tentang hukum di Arab yang tegas. Namun, menurut dia, jika pelakunya meminta maaf, sang korban pasti menerima maaf tersebut.

"Saya selalu bandingkan misalnya seperti hukum Arab ya, hukum Arab itu tegas, mata ganti mata, gigi ganti gigi, nyawa ganti nyawa, tetapi ketika penjahatnya minta maaf mereka juga maafkan loh, harusnya dihukum mati mereka juga memaafkan, apalagi kita orang Indonesia," ujarnya.

Kamaruddin juga mengungkap bahwa keluarga Yosua masih kerap merasa sedih atas kepergian Yosua. Keluarga berharap para pelaku bisa mengungkapkan sejujur-jujurnya dalam kasus ini.

"Tentu setiap dimintai keterangan pasti kesedihan itu terulang kembali, nah mereka sudah mencoba melupakan tapi ketika dimintai keterangan oleh wartawan, jaksa, maupun majelis hakim tentu mereka teringat kembali sehingga bersedih kembali," katanya.

"Tapi misalnya pelaku ini berjujur dan berterus terang, itu akan membantu sikap batin mereka atau hati mereka akan lega, sehingga mereka akan mengetahui apa sih permasalahannya sehingga anaknya harus dibantai begitu?" tambahnya.[br]



Sebelumnya, orang tua Brigadir Yosua Hutabarat menjadi saksi dalam sidang pembunuhan Yosua dengan terdakwa Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E. Bharada E tampak bersalaman dan sungkem ke orang tua Yosua.

Hal tersebut terjadi saat hakim meminta para saksi masuk ke ruang persidangan di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (25/10). Eliezer lebih dulu memasuki ruang sidang.

Ayah Yosua, Samuel Hutabarat; ibu Yosua, Rosti Simanjuntak; serta pengacara keluarga Yosua, Kamaruddin Simanjuntak, terlihat masuk ke ruang sidang. Setelah ayah dan ibu Yosua duduk di kursi saksi, Eliezer, yang duduk di kursi terdakwa, menghampiri orang tua Yosua.

Dia tampak menyalami dan sungkem ke ayah dan ibu Yosua. Setelah sungkem, Eliezer kembali duduk di kursi terdakwa.

Saksi yang dihadirkan dalam sidang kali ini merupakan saksi dari pihak jaksa penuntut umum. Total 12 saksi akan dihadirkan.



Pekan Depan

Sidang perkara mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir N Yosua Hutabarat akan berlanjut ke tahap pembuktian. Pekan depan, keluarga hingga pacar Brigadir Yosua akan hadir bersaksi di persidangan Sambo.

"Kemarin ada saksi orang tuanya korban, keluarganya, korban, Vera pacarnya korban, dan serta adiknya. Jadi masih seputar keluarganya korban, ada 12 orang kemarin ya," kata hakim ketua Wahyu Iman Santosa di PN Jaksel, Rabu (26/10).

Sidang ditunda dan akan kembali dilanjutkan Selasa 1 November 2022 dengan agenda pemeriksaan saksi sebanyak 12 orang.
"Kita tunda hari Selasa 1 November pukul 09.30 WIB 12 saksi, tolong dihadirkan," kata hakim.

Demikian juga sidang perkara istri dari Putri Candrawathi akan berlanjut ke tahap pembuktian. Pekan depan, keluarga hingga pacar Yosua akan bersaksi di persidangan Putri Candrawathi.[br]



"Kita tunda pada hari Selasa tanggal 1 November 2022 pukul 09.30 WIB dengan agenda pemeriksaan saksi sebanyak 12 orang sebagaimana kemarin tolong dihadirkan lagi," kata Wahyu Iman Santosa.

"Kemarin itu saksi orang tuanya korban, keluarganya korban, terus Vera, pacarnya korban, serta adiknya. Jadi masih seputar keluarga korban yang kita periksa kemarin," imbuhnya.

Sebelum ditutup, penasihat hukum Putri, Arman Hanis, meminta majelis hakim menggabungkan agenda pemeriksaan di sidang Putri dengan sidang Ferdy Sambo. Hal itu, kata Arman, disebabkan pemeriksaan saksi di sidang Sambo dan Putri sama-sama menghadirkan keluarga Yosua.

"Saksi-saksi yang akan dihadirkan sama dengan saksi Ferdy Sambo kami usul penasihat hanya satu tambahan setiap dari terdakwa kuasa hukumnya, kami mengusulkan agar sesuai asas peradilan cepat, kami usulkan kepada Yang Mulia agar pemeriksaan saksi dilakukan bersamaan atas nama dua terdakw Ferdy Sambo dan Putri," ungkap Arman.

Akan tetapi, jaksa penuntut umum keberatan bila pemeriksaan saksi digabungkan. Jaksa menyebut perkara terhadap Putri dan Sambo dipisah sehingga pemeriksaan saksinya juga harus dilakukan terpisah.

"Keberatan majelis karena perkara ini dipisah," kata jaksa.

"Majelis hakim mempertimbangkan kami musyawarahkan," jawab hakim Wahyu. (detikcom/f)





Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Keluarga Brigadir Yosua Hutabarat Gugat Ferdy Sambo-Presiden Rp 7,5 M
Belum Sehari Jadi Napi Lapas Salemba, Eliezer Dipindahkan ke Rutan Bareskrim
Divonis 10 Bulan Penjara, Peraih Adhi Makayasa Harap Tetap di Polri
Sopir Keluarga Ferdy Sambo Kuat Ma'ruf Divonis 15 Tahun Penjara, Bripka Ricky Rizal 13 Tahun
Orang Tua Yosua Bakal Hadiri Sidang
Mahfud Yakin Vonis Sambo akan Adil: Saya Kenal Hakimnya
komentar
beritaTerbaru