Sabtu, 22 Juni 2024 WIB

Endemi, Pemerintah Akan Tanggung Biaya 120 Juta Warga Kena Covid

* Masyarakat Diimbau Tetap Pakai Masker
Redaksi - Jumat, 23 Juni 2023 08:55 WIB
345 view
Endemi, Pemerintah Akan Tanggung Biaya 120 Juta Warga Kena Covid
(Foto: Antara/Asep Firmansyah)
KONFERENSI PERS: Menpan RB Abdullah Azwar Anas (kiri), Menko PMK Muhadjir Effendy (kedua dari kiri) dan Menaker Ida Fauziyah (kanan) saat konferensi pers cuti bersama Idul Adha di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (22/6). 
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mencabut status pandemi COVID-19. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, penanganan kasus Covid-19 nantinya akan kembali normal.
"Untuk pandemi, itu kan karena sudah menuju ke normal, memang semua kemudian dikembalikan kepada cara penanganan biasa, misalnya, Covid ini kan tidak pernah selesai, tidak tahu kapan akan berakhir tetapi memang sudah tidak dalam keadaan yang patut untuk didaruratkan karena itu semua penanganan akan dikembalikan secara normal," kata Muhadjir usai menghadiri haul ke-53 Bung Karno di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/6).
Muhadjir mengatakan, biaya pengobatan warga yang terkena Covid tetap ditanggung oleh pemerintah namun jumlahnya dibatasi. Dia menuturkan, pihaknya menyiapkan slot 120 juta warga yang biayanya akan ditanggung melalui BPJS Kesehatan.
"Kalau dikatakan bahwa nanti akan bayar bukan begitu, karena nanti mekanisme pembayarannya akan ditanggung melalui BPJS Kesehatan. Untuk BPJS Kesehatan yang bayar harus bayar, terutama yang PNS, yang karyawan, akan ditanggung oleh perusahaan. Untuk yang tidak mampu tetap ditanggung oleh pemerintah melalui PPI, iuran yang ditanggung oleh pemerintah yang kita menyediakan slotnya 120 juta warga, dan sekarang juga masih banyak yang belum terserap, dan itu tersebar tidak hanya di pusat, BPJS kesehatan pusat, tetapi masing-masing provinsi ke kabupaten/kota juga punya slot untuk nanti kalau nanti tidak ditampung BPJS kesehatan pusat itu bisa di-handle oleh daerah," tuturnya.
Dia mengatakan, pemerintah tetap menyediakan subsidi untuk pengobatan warga yang terkena Covid setelah status pandemi resmi dicabut. "Ada. Subsidi tetap ada. Jadi bukan harus harus bayar, bukan," kata Muhadjir.
"Ya begitu dicanangkan Bapak Presiden bahwa pandemi sudah selesai, ya iya dong, dan itu otomatis saja mekanismenya. BPJS juga sudah kita siapkan," imbuhnya.


Pakai Masker
Sementara itu, Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, Indonesia memasuki fase endemi bukan berarti virus Corona hilang sepenuhnya. Wiku mengimbau masyarakat tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari penularan Corona.
"Indonesia sudah memasuki masa endemi. Endemi menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention) adalah suatu kondisi di mana penyakit berjangkit di suatu wilayah terbatas pada populasi tertentu, dari definisi ini penting untuk mengetahui bahwa endemi bukan berarti penyakit Covid-19 hilang dari Indonesia sepenuhnya, namun sudah menurun risikonya untuk menular," kata Wiku dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (22/6).
Wiku mengimbau masyarakat tetap menjaga diri dari penularan Corona. Menurutnya, pola hidup bersih dan sehat harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Maka dari itu, tetap penting untuk menjaga diri agar senantiasa terhindari dari virus Covid-19. Dengan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak yang selalu kita terapkan 3 tahun ke belakang seharusnya masyarakat sudah terbiasa untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kegiatan sehari-hari," tutur dia.
Selain itu, masyarakat yang dalam keadaan tidak sehat atau berisiko tertular virus Corona diimbau tetap menggunakan masker. Dia juga mengimbau apabila ada warga yang sakit segera berobat.
"Diharapkan masyarakat tetap menggunakan masker apabila dalam keadaan tidak sehat atau berisiko tertular Covid-19, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta memantau kesehatan pribadi dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, dan segera berobat bila sakit," ujarnya.
"Bagi pengelola fasilitas publik, meskipun penularan sudah rendah saat ini namun tetap melakukan upaya preventif untuk pengendalian Covid-19. Selain itu diharapkan masyarakat segera melakukan vaksinasi booster kedua terutama untuk masyarakat yang rentan seperti lansia dan penderita komorbid," imbuhnya.(detikcom/r)



Baca Juga:
Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Jokowi Perintahkan Kemendag Buat Aturan Perdagangan Kratom
Jokowi Panggil Menkeu, Kepala OJK Hingga Gubernur BI
Sifat Kebinatangan Harus Disembelih
Menko Luhut Terima Gelar Profesor Kehormatan dari Tsinghua University
Jokowi Perintahkan PON 2024 Tepat Waktu!
Utang Jatuh Tempo di Awal Pemerintahan Prabowo Tembus Rp 800 T
komentar
beritaTerbaru