Evakuasi 10 Korban Teroris KKB Pegunungan Bintang, Heli TNI Diserang Tembakan


184 view
Evakuasi 10 Korban Teroris KKB Pegunungan Bintang, Heli TNI Diserang Tembakan
Foto: Antara/Indrayadi TH
EVAKUASI NAKES: Sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) korban penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dievakuasi dari helikopter milik TNI AD di Lapangan Frans Kaisepo Makodam XVII Cenderawasih, Kota Jayapura, Papua, Jumat (17/9).
Jayapura (SIB)
Sembilan tenaga kesehatan (nakes) dan satu anggota TNI yang menjadi korban penyerangan teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, dievakuasi ke Jayapura. Heli TNI itu sempat diserang teroris KKB dengan tembakan saat akan meninggalkan Kiwirok.

"Ada gangguan berupa tembakan dari KKB atau kelompok sipil teroris (KST) saat heli melakukan evakuasi para korban," ujar Danrem 172/PWY Brigjen Izak Pangemanan saat di Lapangan Makodam XVII Cenderawasih, Jayapura, pada Jumat (17/9).

Helikopter milik TNI yang membawa 10 orang korban penyerangan teroris KKB itu akhirnya tiba di Lapangan Makodam XVII Cenderawasih, Jayapura, pada Jumat (17/9) pukul 11.00 WIT.

Brigjen Izak mengungkapkan proses evakuasi korban lainnya masih akan terus dilakukan. Ada sekitar 40 orang yang terdiri atas tenaga kesehatan, guru, dan buruh bangunan yang akan dievakuasi dari Kiwirok ke Jayapura. Selain itu, ada satu jenazah nakes atas nama Gabriella yang akan dievakuasi.

"Khusus jenazah Gabriella saat ini masih dilakukan evakuasi dari jurang yang kedalamannya 300-400 meter dengan kecuraman 90 derajat. Karena sulitnya medan, sehingga dievakuasi dengan perjalanan khusus," ujarnya.

belum Ditemukan
Dokter Geral Sukoi (28), tenaga kesehatan (nakes) keberadaannya belum diketahui. Dia diduga menjadi salah satu korban KKB di Distrik Kiwirok.

Brigjen TNI Izak menyatakan, pihaknya masih mencari tenaga kesehatan yang hilang.

"Yang 2 orang kami sudah temukan, 1 masih hidup dan 1 sudah meninggal. Dan 1 lagi belum ditemukan," jelas Brigjen Izak.

Menurut Izak, para nakes itu berlari menyelamatkan diri masing-masing saat terjadi penyerangan KKB pada mes nakes Kiwirok, pada Senin (13/9) lalu.

"Kita berharap dia masih hidup dan bisa kembali ke Markas TNI terdekat," ujarnya.

Adapun korban yang berhasil dievakuasi untuk pertama kali yaitu Dokter Restu Pamanggi, Marselinus Ola Attanila, Manuel Abi, Martinus Deni Satya, Lukas Luji Patra, Siti Khodijah, Katriyanti Tandila, Kristina Sampe Tonapa, dan Prada Ansyar dari Yonif 403 yang terluka saat kontak dengan KKB.

Bersamaan evakuasi para korban, 30 personel dari TNI juga telah dikirim untuk mengejar kelompok Lamek Taplo di Kiwirok.

Sepuluh korban serangan teroris KKB yang tiba di Jayapura langsung dibawa ke RS Mathen Indey, Jayapura, untuk mendapat perawatan. Mereka ada yang mengalami patah tulang akibat hantaman benda keras, luka tusuk, hingga luka sayatan. "Mendengar cerita korban sangat miris. Mereka diperlakukan sangat tidak manusiawi, disiksa, bahkan sampai ditelanjangi," ujar Kasdam XVII/ Cenderawasih Brigjen TNI Bambang Trisnohadi kepada wartawan di lokasi, Jumat (17/9).

Bambang menegaskan, pihaknya akan menumpas habis teroris KKB yang telah berbuat tidak manusiawi kepada para nakes dan warga masyarakat.

"Hidup atau mati. Kita harus tumpas mereka, sudah keterlaluan, orang yang bekerja untuk membantu masyarakat malah mereka sakiti. Mereka itu adalah pengecut," tegas Bambang.

lecehkan
Teroris KKB melakukan aksi biadab usai membakar puskesmas di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Para nakes wanita yang melarikan diri ke ditendang ke jurang lalu dilecehkan hingga tewas.

Aksi biadab anggota teroris KKB ini diungkapkan oleh seorang nakes yang berhasil selamat, Marselinus Ola Attanila. Dia bersama 8 nakes lainnya telah tiba di Jayapura pada Jumat (17/9), pagi usai dievakuasi menggunakan helikopter TNI.

"Kami tidak pernah terpikir kalau akan terjadi penyerangan terhadap kami (Nakes) sehingga kami diam tenang," ujar Marselinus mengawali kisahnya, saat ditemui wartawan di Lapangan Makodam XVII Cenderawasih, Jayapura.

Semua bermula pada Senin (13/9), dimana pada pukul 07.00 WIT para nakes yang tengah bertugas di Puskesmas Kiwirok mendapat informasi dari masyarakat bahwa teroris KKB akan menyerang TNI-Polri. Saat itu para nakes diminta tetap tenang dan bersiaga untuk langsung memberi perawatan korban luka dari penyerangan itu.

Pada pukul 09.00 WIT baku tembak antara TNI-Polri dengan teroris KKB mulai terjadi, sementara para nakes tetap bersiaga di puskesmas.

"Jadi kami nakes tidak berpikir takut karena sudah ada pernyataan KKB untuk membantu mereka kalau ada yang terluka saat terjadi kontak tembak dengan TNI," ungkap Marselinus.

Tapi, pernyataan teroris KKB yang sebelumnya menjamin keamanan nakes ternyata hanya bohong belaka. Pada sekitar pukul 09.05 WIT anggota teroris KKB langsung menyerang puskesmas. Kaca-kaca dipecahkan dan langsung disiram bensin lalu dibakar.

"Pada pukul 9.10 WIT mereka semakin brutal, mereka masuk ke dalam barak dokter dan menyerang petugas, sehingga para nakes memilih keluar dari barak dokter secara kocar-kacir," ungkap Marselinus.

Melihat para nakes melarikan diri dari puskesmas yang terbakar, anggota teroris KKB langsung mengejar mereka.

"(Nakes) Lukas bersama Suster Siti, Dokter Geral lari kearah Mado lalu dihadang teroris KKB dan dipukuli dengan balok kemudian digiring ke jurang dan ditendang jatuh ke jurang," imbuhnya.

Sementara itu, Marselinus bersama 3 rekan wanitanya yang juga nakes berlari dari puskesmas menuju rumah warga. Namun teroris KKB yang memegang senjata semakin dekat dengan mereka.

"Akhirnya kami lari ke belakang rumah (warga), tetapi terdapat jurang yang cukup terjal dengan kedalaman 500 meter, saya mengajak ketiga suster untuk melompat ke jurang dan saya lebih dulu melompat, kemudian di susul 3 suster," kata Marselinus.

Marselinus bersama 3 nakes wanita lainnya awalnya sudah merasa aman saat berada di dalam jurang. Namun ternyata para teroris KKB tetap mengejar mereka dengan langsung turun ke dalam jurang.

"Ternyata mereka mengejar kami ke bawah, sehingga pertama ketemu suster (inisial) A, kemudian menangkap suster (inisial) G, kemudian menangkap suster (inisial) K. Saya sendiri tidak didapat mereka karena sembunyi di antara tebing dan akar-akar," ungkapnya.

"Kemudian ketiga suster ini ditelanjangi dengan cara merobek pakaiannya dengan parang. Setelah ditelanjangi kemudian dianiaya secara tidak manusiawi. Paha mereka ditikam, muka ditonjok, dan pelecehan seksual hingga pingsan. Akhirnya ditinggalkan, karena mungkin dikira sudah mati, sehingga didorong lagi ke dalam jurang yang lebih dalam sekitar 300 meter," lanjutnya.

Seorang suster akhirnya tewas akibat penganiayaan yang dilakukan teroris KKB tersebut.

"Demikian juga dokter Geral Sukoi di dorong ke jurang dan hingga saat ini belum ditemukan. Kami berada dalam jurang selama 3 hari dan pelan-pelan kemudian naik ke atas dan ditemukan anggota TNI dan satu persatu dari Nakes bisa terselamatkan oleh TNI," pungkasnya. (detikcom/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com