Evaluasi PPKM Darurat, 3 Provinsi di Jawa Perlu Tingkatkan Vaksinasi


97 view
Evaluasi PPKM Darurat, 3 Provinsi di Jawa Perlu Tingkatkan Vaksinasi
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Prof Wiku Adisasmito
Jakarta (SIB)
PPKM Darurat telah berlangsung di wilayah Jawa-Bali sejak 3-20 Juli 2021 serta menyusul di sejumlah wilayah Luar Jawa-Bali. Berbagai upaya dilakukan untuk menangani kenaikan kasus Covid-19, mulai dari penanganan kesehatan hingga percepatan vaksinasi di Tanah Air.

Berdasarkan evaluasi PPKM Darurat, Jubir Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkap 3 daerah di Pulau Jawa masih memerlukan peningkatan cakupan vaksinasi. Adapun 3 daerah tersebut antara lain adalah Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten.

Sementara dalam evaluasi yang sama, Wiku menyebutkan penanganan kesehatan di sejumlah wilayah masih memperlihatkan adanya tren penambahan kasus masuk ke RS yang tinggi. Adapun tiga wilayah yang membutuhkan perhatian terhadap penanganan kesehatan antara lain Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bali, dan Jawa Timur.

"Oleh karena itu ke depannya fokus penanganan kesehatan dan cakupan vaksinasi akan diutamakan bagi daerah tersebut," ujar Wiku dalam konferensi pers yang dikutip Rabu (21/7).

Dalam Konferensi Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia yang berlangsung Selasa (20/7), Wiku mengungkap bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjamin setiap warga mampu mengakses vaksin. Baik itu melalui skema pemerintah, maupun lewat program vaksinasi gotong royong.

Ia pun mengungkap Presiden RI Joko Widodo telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk segera mempercepat pelaksanaan vaksinasi. Selain itu, presiden juga telah meminta stok vaksin yang ada di daerah untuk dapat segera dihabiskan.

"Untuk memastikan ketersediaan vaksin, pemerintah menyatakan akan menerima tambahan kedatangan vaksin sebanyak lebih dari 30 juta dosis pada akhir bulan Agustus," tambahnya.

Wiku menyebutkan evaluasi pelaksanaan PPKM Darurat yang telah berjalan 2 minggu memperlihatkan adanya penurunan angka keterisian tempat tidur/ bed occupancy rate (BOR) di Jawa-Bali. Tak hanya itu, penurunan mobilitas pun diketahui berkurang selama PPKM Darurat.

"Saat ini penerapan PPKM Darurat secara bertahap sudah menunjukkan hasilnya dan salah satunya adalah penurunan mobilitas dan penurunan jumlah kasus harian. Namun demikian, untuk memastikan jumlah kasus dapat sepenuhnya terkendali, maka dibutuhkan upaya dan kerja keras yang lebih kuat lagi," ungkapnya.

Ia pun menekankan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat akan berupaya keras untuk membuat lonjakan kasus melandai dan terkendali secepatnya. Untuk itu, ia memohon agar masyarakat tidak panik dan tetap tenang dalam situasi ini.

"Jika protokol kesehatan diterapkan secara sempurna dan aktivitas berisiko dapat diminimalisir dengan baik, maka peluang penularan tentunya akan semakin rendah," pungkasnya. (detikcom/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com