Freddy Widjaja Apresiasi Polri Tindaklanjuti Laporan Dugaan Tindak Pidana Pemalsuan Akta


263 view
Freddy Widjaja Apresiasi Polri Tindaklanjuti Laporan Dugaan Tindak Pidana Pemalsuan Akta
Foto: Ist/harianSIB.com
Freddy Widjaja berbaju batik dan tim kuasa hukumnya    

Jakarta (SIB )

Freddy Widjaja mengapresiasi sikap dan tindakan pihak Polri, yang meninjaklanjuti adanya dugaan tindak pidana (TP) pemalsuan akta otentik, terkait Laporan Polisi no LP/0705/XI/2021/SPKT/Bareskrim Polri tanggal 24 November 2021.


"Saya sebagai Pelapor sangat mengapresiasi Polri, khususnya Biro Wassidik Bareskrim Polri yang telah mengabulkan permohonan saya,” kata Freddy Widjaja kepada wartawan, Jumat (16/9) sambil menambahkan, gelar perkara khusus dilakukan pada hari Kamis (15/9) dalam rangka meningkatkan status penyelidikan terhadap ketiga terlapor yakni, Indra Widjaja, Muktar Widjaja dan Frangky Oesman Widjaja supaya naik menjadi status penyidikan.


Menurut Freddy, hal tersebut dilakukan untuk menggali lebih dalam bukti-bukti lain agar ketiga terlapor bisa dijadikan tersangka karena pada tanggal 5 Agustus 2020 dengan sengaja menggunakan akta lahir atas nama Oei Pheng Lian (Indra Widjaja) dan Oei Jong Nian (Franky Oesman Widjaja), yang diduga palsu, sesuai surat konfirmasi keabsahan akta kelahiran dari Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar yang menyebutkan bahwa kedua akta lahir tersebut tidak ada dalam buku register untuk dipakai sebagai bukti lampiran memori kasasi ke Mahkamah Agung atas penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No 6/PDT.P/2020/PN.JKT.PST untuk membatalkan status Freddy Widjaja sebagai anak dari pernikahan almarhum Eka Tjipta Widjaja dengan Lidia Herawati Rusli.


Mahkamah Agung, lanjut Freddy, melalui 3 Hakim Agung yaitu I Gusti Agung Sumanatha, SH, Sudrajad Dimyati, SH, dan Dr. Primbudi Teguh, SH mengabulkan permohonan kasasi dari Indra Widjaja, Muktar Widjaja, dan Franky Oesman Widjaja untuk membatalkan status Freddy Widjaja sebagai anak dari pernikahan almarhum EkaTjipta Widjaja dengan Lidia Herawati Rusli dengan PUTUSAN Nomor 3561 K/Pdt/2020 pada tanggal 10 Desember 2020.


Sebagai konsekuensi atas dibatalkannya surat penetapan anak dari almarhum Eka Tjipta Widjaja, maka Freddy kehilangan status keperdataan dengan ayahnya, yang juga kehilangan hak waris atas harta kekayaan almarhum Eka Tjipta Widjaja.


Freddy menduga para terlapor yang juga merupakan kakak tirinya memiliki niat jahat untuk menguasai seluruh harta kekayaan baik aset-aset, saham-saham dan uang tunai dari almarhum ayahnya.


Para terlapor dengan sengaja, yang diartikan sebagai memahami apa yang dilakukan (Mens Rea) dan menghendaki konsekuensi dari perbuatan tersebut (Actus Reus).


Juga niat jahat menguasai seluruh harta almarhum Eka Tjipta Widjaja menjadi beralasan.


Selain itu, dalam memakai akta otentik ditafsirkan sebagai melakukan perbuatan yang pada pokoknya menyerahkan, menunjukkan, mengirimkan akta tersebut untuk diketahui isinya oleh pihak lain (Mahkamah Agung).


Padahal, akta lahir yang digunakan sebagai alat bukti dalam persidangan pengadilan termasuk pengajuan kasasi ke Mahkamah Agung bisa membuat putusan dari Hakim Agung menjadi keliru.


Dengan demikian telah terpenuhi juga unsur pidana. Bahkan, seolah-olah isinya sesuai kebenaran ditafsirkan sebagai apabila dibaca oleh seseorang, dapat memberikan informasi yang tidak sesuai dengan kebenaran.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com