Gempa M 6,1 Pasaman Sumbar, 7 Tewas-5.000 Warga Ngungsi


375 view
Gempa M 6,1 Pasaman Sumbar, 7 Tewas-5.000 Warga Ngungsi
(Foto Ant/Altas Maulana)
DAMPAK GEMPA BUMI: Warga melihat kondisi Masjid Raya Kajai yang rusak akibat gempa bumi di Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Jumat (25/2). Gempa bumi berkekuatan 6,2 SR mengguncang Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menyebabkan sejumlah bangunan di daerah tersebut rusak. 

Jakarta (SIB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengabarkan ada tujuh orang yang tewas dampak gempa magnitudo (M) 6,1 di Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar). Selain itu, ada puluhan warga terluka.


"Data sementara mencatat total jumlah korban meninggal mencapai tujuh orang," kata Plt Kapustadinkom Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Jumat (25/2).


Dia mengatakan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB menginformasikan pada pukul 16.30 WIB teridentifikasi tiga orang tewas di Kabupaten Pasaman Barat dan empat orang di Kabupaten Pasaman.


"Sedangkan total korban luka-luka mencapai 85 orang, dengan rincian luka berat 10 orang dan luka ringan 50 orang di Pasaman Barat, serta 25 orang di Pasaman," katanya.


Dia mengatakan BPBD Kabupaten Pasaman belum merinci kategori korban luka-luka kepada Pusdalops BNPB. Gempa juga berdampak pada pengungsian warga.


Dilaporkan ada sebanyak 5.000 warga mengungsi di 35 titik. BPBD melaporkan sebaran titik pengungsian di Kecamatan Talamau, Kecamatan Pasaman, dan Kinali.


"Petugas di lapangan masih mendata warga yang mengungsi," ucapnya.


Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, para personel organisasi, maupun relawan dan warga masih memfokuskan pada pencarian, penyelamatan, dan evakuasi serta pelayanan kepada warga terdampak.


Pascagempa M 6,1, Pusdalops BNPB menerima laporan kejadian dua gempa susulan yang cukup signifikan dengan M 5 pada pukul 11.02 WIB dan gempa M 5,1 pukul 11.06 WIB.


"Merespons gempa tersebut, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto telah memerintahkan tim reaksi cepat (TRC) BNPB untuk melakukan kaji cepat situasi dan kebutuhan, serta memberikan pendampingan penanganan darurat di Sumatra Barat," katanya.


Suharyanto dan jajarannya juga akan bertolak pada Sabtu (26/2) untuk meninjau lokasi terdampak dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif.


Gempa M 6,1 terjadi pada pagi tadi pukul 08.39 WIB. Akibat gempa, sejumlah bangunan juga rusak. (detikcom/c)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com