Gerebek Kampus FIB USU, BNNP Sumut Tetapkan 3 Tersangka Pengedar Ganja

* 30 Orang Dinyatakan Positif Harus Jalani Rehabilitasi

217 view
Gerebek Kampus FIB USU, BNNP Sumut Tetapkan 3 Tersangka Pengedar Ganja
Foto: SIB/Roy Damanik
BARANG BUKTI: Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Toga Habinsaran Panjaitan didampingi Kabid Pemberantasan Narkoba Kombes Pol Sempana Sitepu usai memberikan keterangan persnya di Kantor BNN menunjukkan barang bukti ganja yang disita saat penggerebekan di FIB USU, Senin (11/10).
Medan (SIB)
Pasca penggerebekan yang dilakukan petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut) di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU) pada, Sabtu (9/10) malam, petugas akhirnya menetapkan 3 tersangka pengedar narkoba jenis ganja.

Ketiga tersangka masing-masing berinisial JHS (28) asal Sibosa Toba Desa Pagangan Julu I, Kecamatan Sumbul, Dairi (alumni FIB USU), FAY (21) warga asal Lancang Kuning Desa Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Rokan Hilir, Riau dan seorang wanita, DM (23) warga asal Dusun Gang Tengah, Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues, Aceh (keduanya mahasiswa di Universitas Budi Darma).

Sementara itu 30 orang yang terdiri dari mahasiswa, alumni USU, mahasiswa dari kampus lain dan warga biasa positif menggunakan narkoba dan harus menjalani assesment medis (rehabilitasi).

Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Toga Habinsaran Panjaitan didampingi Kabid Pemberantasan Narkoba Kombes Pol Sempana Sitepu dalam keterangan persnya di Kantor BNN, Senin (11/10) mengatakan, penangkapan ini berdasarkan informasi dari pihak USU yang mengirimkan surat ke BNNP Sumut terkait adanya dugaan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di areal kampus.

"Saya bersama anggota pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari langsung melakukan penggerebekan di areal Kampus USU dan menjaring 47 orang. Selanjutnya dilakukan tes urine, dan hasilnya 31 orang, seorang di antaranya alumni FIB USU, JHS positif menggunakan narkoba. Sementara 16 orang dinyatakan negatif dan dipersilahkan pulang ke rumahnya masing-masing," ujarnya.

Dari 31 orang positif menggunakan narkoba sambung Toga, 20 orang terdiri dari 14 masih kuliah dan 6 alumni USU. Sementara 11 orang lagi mahasiswa dari kampus lain dan warga biasa. Dari hasil penggeledahan di lokasi dan tubuh puluhan orang itu ditemukan ganja seberat 508,6 gram. Sedangkan dari hasil pemeriksaan, ganja seberat 265 gram yang sudah dibungkus dengan plastik kecil dan siap edar itu milik JHS.

"Dari hasil interogasi, JHS mengaku memperoleh ganja itu dari seorang wanita berinisial DM. Selanjutnya petugas memboyong puluhan orang itu ke Kantor BNN untuk pemeriksaan lebih lanjut," terangnya.

Lanjut Brigjen Toga, Minggu sekira pukul 09.30 WIB petugas BNNP Sumut melakukan pengembangan dan berhasil membekuk DM dan FAY dari satu rumah kontrakan di Jalan Cemara Ujung Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Kota. Dari lokasi disita 2 buku tabungan, 1 dompet, 2 KTP, 1 SIM, 2 ATM, uang Rp 462 ribu, uang ringgit 1RM 2 lebar, uang philipina 20 Peso, uang Saudi Arabia 1 Riad, 2 HP, sepedamotor Honda Scopy BL 3667 BD dan 1 STNK.

"Selanjutnya kedua tersangka berikut barang bukti digelandang ke Mako guna pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya sembari menambahkan kedua tersangka dijerat pasal 114 ayat (1), pasal 111 ayat (1) jo pasal 132 pasal (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Tindak Pidana Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara, dan 30 orang di assesmentmedis (rehabilitasi).

Ajak Universitas
Toga Habinsaran mengapreasiasi pihak Rektorat USU yang berkordinasi mengungkap praktik penyalah-gunaan Narkoba di lingkungan kampus. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh universitas untuk berani mengungkap praktik penyalahgunaan Narkoba di lingkungan Kampus.

Kepada wartawan dalam press rilis di Kantor BNNP Sumut, Senin (11/10), Brigjen Pol Toga Panjaitan mengaku, BNNP Sumut membuka diri dan mengajak pihak universitas untuk berkoordinasi mengungkap praktik penyalahgunaan Narkoba di lingkungan kampus.

"Lingkungan kampus harus bersih dari Narkoba. Selain agar para mahasiswa/i dapat aman dan nyaman dalam belajar, hal itu akan memberikan rasa aman kepada orangtua dan keluarga, karena mengetahui para mahasiswa/i bebas dari pengaruh dan peredaran Narkoba," tegasnya.

Sementara itu, Warek I, Bid Akademik Kemahasiswaan dan Kealumnian USU, Edy Ikhsan mengatakan, terkait kasus ini, USU akan tegas dan tidak akan mengintervensi proses hukum karena ini juga merupakan upaya pencegahan.

"Kita tidak akan mengintervensi proses hukum yang berlaku. Kami harap ini titik balik untuk memutus jaringan narkotika di USU," tegasnya.

Sedangkan tersangka DM (24) yang diwawancarai wartawan mengaku nekat mengedarkan ganja ke USU karena terdesak kebutuhan uang kuliah. Awalnya dia mendapat informasi bahwa mengedarkan ganja di USU aman.

"Dapat informasi kalau jual ganja di USU aman. Jadi aku pesan ganja dari Aceh untuk diedarkan di sana. Perkilonya dijual Rp 1,5 juta," ungkapnya.

Persiapan PTM
Dr Edy Ikhsan SH MA, membenarkan jika razia tersebut merupakan rangkaian persiapan pembelajaran tatap muka yang akan digelar dalam waktu dekat.

“Kita sedang mempersiapkan pembelajaran tatap muka, yang akan digelar paling cepat semester selanjutnya. Salah satunya kita ingin memberantas penyalah-gunaan dan peredaran gelap narkotika yang terindikasi ada di lingkungan USU,” kata Edy Ikhsan.

Edy Ikhsan memaparkan USU memiliki aturan yang mengatur sanksi yang diberikan kepada mahasiswa yang menghadapi persoalan hukum. Ia menyebutkan, mahasiswa yang dijatuhi hukuman minimal dua tahun akan langsung di Drop Out (DO).

“Sesuai peraturan rektor, mahasiswa yang nantinya dijatuhi hukuman minimal dua tahun, akan langsung kita pecat,” ujarnya.

Wakil Rektor V, Ir Luhut Sihombing MP menjelaskan pihak USU akan melakukan evaluasi terhadap akses masuk yang berada di USU. Meskipun USU menerapkan pembelajaran dari rumah, namun beberapa kegiatan akademik masih di lakukan di USU.

“Memang benar jika USU melakukan pembelajaran dari rumah, namun kita tidak bisa membatasi kreatifitas dan aktivitas akademik di beberapa program studi. Seperti misalnya etnomusikologi yang melakukan kegiatan di studionya,” sebut Luhut. (A14/A16/A2/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com