Gubernur BI Optimis Pemulihan Ekonomi RI Lebih Baik di 2022


138 view
Gubernur BI Optimis Pemulihan Ekonomi RI Lebih Baik di 2022
Tangkapan Layar Youtube Bank Indonesia
Foto: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021
Jakarta (SIB)
Bank Indonesia (BI) memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 akan mencapai 4,7-5,5%, dari 3,2-4,0% di 2021.

Hal itu ditegaskan Gubernur BI, Perry Warjiyo pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2021 di Jakarta, Rabu (24/11).

PTBI 2021 bertemakan “Bangkit dan Optimis Sinergi dan Inovasi Untuk Pemulihan Ekonomi” itu digelar secara daring dan luring dan disiarkan secara virtual dihadiri Presiden RI Joko Widodo, para menteri, gubernur setiap provinsi, OJK, Kepala BI setiap provinsi, termasuk Kepala Kantor Perwakilan BI Propinsi Sumatera Utara Soekowardojo dan seluruh stakeholder serta perwakilan sejumlah lembaga internasional.

Selanjutnya orang pertama di BI itu menegaskan, pertumbuhan tersebut didorong oleh berlanjutnya perbaikan ekonomi global yang berdampak pada Pertumbuhan Ekonomi yang diprediksi 4,7 - 5,5 % pada tahun 2022. Kinerja ekspor yang tetap kuat, serta meningkatnya permintaan domestik dari kenaikan konsumsi dan investasi.

Menurut Perry, pertumbuhan ekonomi juga didukung vaksinasi, pembukaan sektor ekonomi, dan stimulus kebijakan.
Sinergi kebijakan yang erat dan kinerja perekonomian tahun 2021 menjadi modal untuk semakin bangkit dan optimis akan pemulihan ekonomi Indonesia yang lebih baik pada tahun 2022.

Penguatan sinergi dan inovasi, sebutnya yang ditujukan untuk menciptakan imunitas masal dari pandemi Covid-19.

Sedangkan pembukaan kembali sektor ekonomi prioritas, mendorong pemulihan ekonomi dalam jangka pendek melalui kebijakan peningkatan permintaan, serta memperkuat pertumbuhan yang lebih tinggi dalam jangka menengah melalui kebijakan reformasi struktural,

Di kesempatan itu Presiden RI, Joko Widodo menyampaikan apresiasi atas sinergi dan komunikasi yang terjalin intens dan baik di antara jajaran otoritas, baik antara BI, OJK, LPS, dan Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan.

"Hal ini menjadi kunci dalam mengelola dampak varian delta Covid-19 terhadap perekonomian nasional di 2021 sehingga setiap permasalahan kecil dapat terselesaikan," ujarnya.

Ke depan, Presiden RI juga mendorong untuk dikembangkannya ekonomi hijau dan memperkuat digitalisasi ekonomi, khususnya UMKM.

Respons bauran kebijakan BI yang bersinergi dengan kebijakan ekonomi nasional akan terus mengawal perekonomian pada tahun 2022.

Inflasi rendah dan terkendali pada sasaran 3±1% pada tahun 2022, didukung oleh kenaikan kapasitas produksi nasional melalui peningkatan efisiensi dan produktivitas dalam memenuhi kenaikan permintaan agregat di dalam perekonomian.

Defisit transaksi berjalan rendah, pada kisaran 1,1-1,9% pada 2022. Stabilitas sistem keuangan terjaga, kecukupan modal tinggi, dan likuiditas melimpah.

Dana Pihak Ketiga dan kredit akan tumbuh 7,0-9,0% dan 6,0-8,0% pada 2022.

Ekonomi-keuangan digital akan meningkat pesat. Pada tahun 2022, nilai transaksi e-commerce diprakirakan akan mencapai Rp530 triliun, uang elektronik Rp337 triliun, dan digital banking lebih Rp48 ribu triliun.

Bauran kebijakan BI pada tahun 2022 akan terus disinergikan dan sebagai bagian dari arah kebijakan ekonomi nasional untuk mengakselerasi pemulihan sekaligus menjaga stabilitas perekonomian.

Pada PTBI 2021 ini, BI juga memberikan penghargaan Bank Indonesia Award tahun 2021 kepada 57 stakeholders individu/kelompok sebagai apresiasi dalam dukungan pelaksanaan tugas.

Penghargaan ini juga merefleksikan jalinan sinergi antara BI dan stakeholders bersama-sama Pemerintah, OJK, dan LPS dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

PTBI diselenggarakan rutin setiap akhir tahun untuk menyampaikan pandangan BI mengenai kondisi perekonomian terkini, tantangan dan prospek ke depan, dan arah kebijakan BI sebagai bagian dari akuntabilitas publik, serta memperoleh arahan dari Presiden RI. (A1/rel/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com