Gubernur Edy Geram Jam Tutup Kesawan Medan Masih Langgar PPKM


215 view
(Ahmad Arfah-detikcom)
Gubsu Edy Rahmayadi 
Jakarta (SIB)
Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi mengatakan sudah meminta pusat kuliner di kawasan Kesawan, Medan, mematuhi jam tutup sesuai aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro. Edy mengatakan sudah menyampaikan hal itu ke Pemko Medan.

"Saya sudah sampaikan sama wali kota. Dia sudah diatur, sedang dikaji," kata Edy di rumah dinas Gubsu, Medan, Senin (3/5).

Meski sudah diminta Edy, wilayah Kesawan tetap diduga melanggar aturan PPKM Mikro yang mengharuskan tempat usaha untuk tutup pada pukul 22.00 WIB. Pada Sabtu (1/5) yang lalu, pedagang-pedagang di wilayah Kesawan tetap buka hingga pukul 23.00 WIB.

Hal itu membuat Edy geram. Dia mengatakan akan mengecek langsung wilayah Kesawan. Dia mengatakan akan membubarkan para pedagang jika benar terjadi pelanggaran aturan PPKM Mikro.

"Nanti kita cek. Kalau tidak bisa diatur memang ini sudah ketentuan, melewati waktu ya kita bubarkan," ucapnya.

Edy kemudian mengingatkan aturan PPKM Mikro masih terus diperpanjang. Edy menyebut aturan ini akan terus diterapkan hingga pandemi Corona usai.

"Diperpanjang sampai selesai COVID," jelasnya.

Sebelumnya, keramaian di kawasan Kesawan telah disorot oleh Edy. Dia mempermasalahkan kondisi kawasan Kesawan yang ramai dan tutup melewati batas aturan PPKM selama masa pandemi Corona.

Wali Kota Medan Bobby Nasution kemudian memberi penjelasan langsung ke Edy terkait persoalan Kesawan. Bobby berjanji bakal mengikuti batas jam tutup sesuai aturan PPKM. Bobby juga memastikan para pedagang dan pengunjung kawasan Kesawan bakal mematuhi protokol kesehatan.

"Kesawan City Walk menjadi simbol pergerakan ekonomi. Kami sadari masyarakat sudah sangat jenuh. Maka ketika ada even sedikit saja langsung ramai. Di sisi lain, ada pergerakan ekonomi yang signifikan di Kesawan City Walk dan hal ini sangat penting dalam upaya pemulihan ekonomi daerah," jelas Bobby.

Bobby mengatakan, petugas Satpol PP hingga Dishub rutin berpatroli di Kesawan City Walk menggunakan sepeda dan motor listrik. Mereka mengingatkan masyarakat agar tak berkerumun.

"Faskes juga kita lengkapi, petugas terus berjaga. Pintu masuk kita awasi. Dan pedagang juga petugas di Kesawan sudah ikuti vaksinasi," ulas Bobby.

Bobby telah mendatangi langsung kawasan Kesawan. Dia memerintahkan agar jarak satu stan ke stan lainnya ditambah dari 6 meter menjadi 12 meter.

"Ibu, mulai besok kita pindahkan ya, biar bisa saling menjaga jarak antarstan. Bukan hanya di sini saja, tapi di stan lain juga sudah kita sampaikan, agar semuanya bisa berjalan sesuai aturan," kata Bobby dalam keterangan tertulis, Minggu (25/4).

Terbanyak
Sementara itu, kasus penyebaran Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dilaporkan kembali bertambah. Kini, Kota Medan yang menjadi daerah penyumbang terbanyak untuk kasus baru, disusul Kabupaten Deliserdang.

Berdasarkan data yang diterima wartawan, Senin (3/5), kasus baru bertambah 68 orang, angka kesembuhan bertambah 60 orang dan meninggal bertambah 1 orang.

"Total kasus mencapai 29.590 orang, sembuh 26.310 orang dan meninggal 976 orang," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah MM kepada wartawan di Medan, Senin (3/5) malam.

Ia menyebutkan, kasus baru didapatkan dari Medan 30 orang, Deliserdang 15 orang, Karo 7 orang, Padangsidimpuan, Tapanuli Utara dan Batubara masing-masing 5 orang, Dairi 1 orang. Angka kesembuhan didapatkan dari Batubara 26 orang, Medan 23 orang.

Berikutnya, Karo 7 orang, Tapanuli Utara 4 orang. Kasus meninggal kembali didapatkan dari Deliserdang 1 orang. "Kasus suspek kembali berkurang 21 orang, jumlahnya menjadi 818 orang," sebut Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut ini.

Ia menyampaikan, kasus Covid-19 di Medan mencapai 15.482 orang setelah bertambah 30 orang, angka kesembuhan 14.190 orang setelah bertambah 23 orang, kasus meninggal totalnya tetap 468 orang.

Sedangkan, kasus di Deliserdang mencapai 4.331 orang setelah bertambah 15 orang, angka kesembuhan tidak ada pertambahan dan totalnya tetap 3.441 orang, jumlah meninggal sebanyak 146 orang setelah bertambah 1 orang.

Di hari yang sama dilaporkan, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di 26 rumah sakit se Sumut mulai menurun. Pasien pertanggal 3 Mei 2021, mencapai 1.203 orang, sehari sebelumnya 1.211 orang.

"Pasien konfirmasi yang dirawat sebanyak 980 orang, suspek 223 orang dan isolasi mandiri 1.324 orang," tambah mantan Kepala Dinas Kesehatan Asahan ini.

Sementara, sasaran vaksinasi pada tahap I kepada tenaga kesehatan (nakes) di Sumut sebanyak 78.641 orang. Nakes yang telah disuntik vaksin pada dosis I pertanggal 3 Mei 2021, sebanyak 71.432 orang dan dosis II sebanyak 64.416 orang atau 90.7%.

Selanjutnya, vaksinasi tahap II sasaran kepada pelayan publik sebanyak 692.626 orang. Pencapaian vaksin dosis I sebanyak 285.272 orang atau 32.4% dan dosis II sebanyak 154.653 orang atau 17.6%.

"Berikutnya tahap II sasaran kepada lanjut usia sebanyak 1.368.336 orang. Pencapaian vaksin dosis I sebanyak 72.556 orang atau 5.7% dan dosis II sebanyak 48.419 orang atau 3.8%," tambahnya.

Sementara itu, Provinsi Sumut peringkat ke 17 sebagai daerah penyumbang kasus virus mematikan ini di Indonesia. Posisi Sumut ini kembali naik dari sehari sebelumnya peringkat ke 18.

Data tersebut juga mencatat, Jawa Barat peringkat pertama kasus baru sebanyak 1.292 orang, DKI Jakarta peringkat kedua sebanyak 757 orang, Jawa Tengah peringkat ketiga sebanyak 531 orang, Riau peringkat keempat sebanyak 341 orang.

Jawa Timur peringkat kelima sebanyak 215 orang, DI Yogyakarta peringkat keenam sebanyak 157 orang, Kepulauan Riau peringkat ketujuh sebanyak 153 orang, Nusa Tenggara Barat peringkat kedelapan sebanyak 129 orang.

Banten peringkat kesembilan sebanyak 126 orang, Sumatera Selatan peringkat ke 10 sebanyak 113 orang, Bali peringkat ke 11 sebanyak 105 orang, Lampung peringkat ke 12 sebanyak 95 orang.

Kalimantan Timur peringkat ke 13 sebanyak 84 orang, Jambi peringkat ke 14 sebanyak 82 orang, Bangka Belitung peringkat ke 15 sebanyak 82 orang, Kalimantan Tengah peringkat ke 16 sebanyak 74 orang, Sumatera Utara peringkat ke 17 sebanyak 68 orang.

Tak Serius
Korban yang jatuh akibat terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) di Provinsi Sumut semakin memprihatinkan. Berdasarkan data jumlah kasus Covid-19 di Sumut, Senin (3/5), kasus positif mencapai 29.590 orang, sembuh 26.310 orang, meninggal 976 orang.

Menanggapi hal itu, Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumut menilai Gubernur Sumut Edy Rahmayadi gagal dalam penanganan penyebaran corona di Sumut. Kegagalan mantan Pangkostrad itu semakin menguat karena hampir setiap hari nyawa warga Sumut melayang dikarenakan Covid-19.

"Setiap hari yang meninggal bertambah 1 sampai 2 orang. Tanggal 2 Mei, jumlah yang meninggal sebanyak 975 orang, dan saat ini bertambah lagi menjadi 976 orang. Ini menunjukkan beliau (Edy Rahmayadi) telah gagal menangani penyebaran corona di Sumut," kata Ketua HMI Sumut M Alwi Hasbi Silalahi kepada wartawan, Senin (3/5) malam.

Lanjutnya lagi, kegagalan itu dinilai karena Edy Rahmayadi telah banyak keluar dari jalur perihal penanganan Covid-19. Ia menilai Edy Rahmayadi seakan tidak serius menekan angka penyebaran Covid-19.

Selain itu, alumni mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) ini juga menilai gubernur terlalu sibuk mengurus hal kecil dan jauh tidak penting ketimbang menangani penyebaran Covid-19.

"Seharusnya pak Edy jangan terlalu sibuk mengurus hal-hal yang tidak terlalu penting atau terlalu kecil, misalnya soal kumis kepala sekolah. Sementara kami lihat, penanganan corona di Sumut ini masih raport merah," ketusnya.

Terakhir ia meminta gubernur agar serius menangani Covid-19 di Sumut. Bila tidak mampu menekan angka penyebaran Covid-19 di Sumut, ia menyarankan Edy meminta bantuan dari pemerintah pusat.

"Kalau memang pak Edy tak sanggup lagi menangani penyebaran corona di Sumut ini, baiknya beliau bicarakan masalah ini pada pemerintah pusat. Mungkin dengan cara itu ada solusi bagaimana cara menekan angka penyebaran di Sumut," tutupnya. (Detikcom/SS6/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com