Gubernur Edy Optimis Herd Immunity di Sumut Tercapai pada Akhir 2021

* Kasus Baru Covid-19 Tercatat 24, Meninggal Nihil

151 view
Gubernur Edy Optimis Herd Immunity di Sumut Tercapai pada Akhir 2021
Foto Dok/Diskominfo Sumut
TINJAU: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bersama Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak beserta Forkopimda Sumut meninjau vaksinasi massal yang diselenggarakan Arbituren Akabri ’90 di Stadion Mini USU, Medan, Selasa (26/10).
Medan (SIB)
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi optimis kekebalan kelompok (herd immunity) tercapai di Sumut pada akhir tahun 2021. Dengan begitu penyebaran Covid-19 di daerah ini bisa lebih cepat ditekan.

Hingga Oktober 2021, vaksinasi Covid-19 Sumut rata-rata 50% per kabupaten/kota. Salah satu kuncinya menurutnya adalah kerja sama yang kuat antara Pemprov Sumut, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah pusat, TNI, Polri, serta masyarakat.

“Ini berkat kerja keras kita semua, pemerintah dan masyarakat. Saya optimis Sumut mampu mencapai herd immunity di akhir tahun sesuai target yang diberikan Presiden RI,” kata Edy Rahmayadi, seperti dikutip dari harianSIB.com, usai acara puncak Peringatan 31 Tahun Pengabdian Arbituren Akabri ‘90 di Stadion Mini USU, Jalan DR Mansyur Medan, Selasa (26/10).

Acara tersebut juga diisi dengan kegiatan vaksinasi Covid-19 secara massal dengan target 126 ribu orang. Vaksinasi ini dilakukan di 135 titik vaksinasi massal untuk umum, 61 titik vaksinasi khusus pelajar dan 90 titik door to door selama lima hari dengan sasaran lansia, pelajar, difabel dan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).

Walau begitu, ia tetap mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin menjaga protokol kesehatan agar peningkatan kasus Covid-19 di Sumut tidak terulang kembali. “Agustus per hari kasus kita sampai di angka 2000-an, sekarang 31 orang, jauh rentangnya. Jangan sampai terulang lagi peningkatan kasus dua bulan lalu, berat menghadapinya,” ujarnya usai acara yang dilakukan se-Indonesia secara virtual tersebut.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengapresiasi Pemprov Sumut karena telah mencapai target vaksinasi di bulan Oktober. Ia berharap target 70% masyarakat sudah divaksin bulan Desember bisa tercapai.

“Saya sangat apresiasi kinerja rekan-rekan di Sumut, ini menunjukkan sinergitas yang kuat. Mudah-mudahan Desember target kita 70% tercapai. Dan tentunya vaksinasi kita juga menyasar daerah-daerah yang saat ini tingkat vaksinasinya masih rendah,” katanya.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melalui teleconference dari Mabes Polri mengingatkan agar waspada pada libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Menurutnya, sampai saat ini masih ada 105 kabupaten/kota yang mengalami peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia.

"Beberapa negara masih meningkat angkanya, Inggris, beberapa negara tetangga kita. Kita sangat bersyukur masih bisa mengendalikannya, PON yang awalnya kita prediksikan bisa membuat peningkatan bisa kita kendalikan. Jangan sampai gelombang ketiga terjadi di Indonesia,” tegasnya.

Acara Peringatan 31 Tahun Pengabdian Arbituren AKABRI ‘90 di Stadion Mini USU dihadiri langsung Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Kabinda Sumut Brigjen TNI Asep Jauhari Puja Laksana, Staf Ahli Sosial Politik Kapolri Irjen Pol Tomsi Tohir Balaw dan Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Forkopimda Sumut. Hadir juga secara virtual Kapolres dan Dandim serta OPD terkait se-Sumut.

Kasus Baru Covid-19
Di lokasi terpisah dilaporkan, kasus baru Covid-19 di Provinsi Sumut kembali naik dari sehari sebelumnya. Kasus baru tanggal 26 Oktober 2021, tercatat 24 orang, sembuh 31 orang dan meninggal nihil.

Sedangkan kasus baru sehari sebelumnya 14 orang, sembuh 40 orang dan meninggal satu orang. Jumlah tersebut diketahui dari laporan media harian Covid-19 Kemenkes, Selasa (26/10).

Di hari yang sama, peringkat Sumut juga ikut naik ke posisi ketujuh sebagai daerah penyumbang kasus baru Covid-19 di Indonesia. Sehari sebelumnya, Sumut di peringkat kesembilan.

Peringkat pertama daerah Jawa Tengah sebanyak 91 orang, Jawa Barat peringkat kedua sebanyak 78 orang, Jawa Timur peringkat ketiga sebanyak 51 orang, Kalimantan Barat peringkat keempat sebanyak 41 orang.

Berikutnya, DKI Jakarta peringkat kelima sebanyak 37 orang, DI Yogyakarta peringkat keenam sebanyak 32 orang, Sumatera Utara peringkat ketujuh sebanyak 24 orang.

Bertahan di Zona Kuning
Sementara itu, 33 kabupaten/kota di Provinsi Sumut selama hampir sebulan bertahan di zona kuning (risiko rendah) penyebaran Covid-19.

Zonasi kuning penyebaran Covid-19 di Sumut tersebut, berdasarkan data yang disampaikan Satgas Penanganan Covid-19 melalui website resminya https://covid19.go.id/peta-risiko.

Tercatat, sejak akhir bulan September hingga 24 Oktober, daerah Sumut konsisten berada di zona kuning. Namun demikian, hampir sebulan penuh itu juga, daerah di Sumut tidak ada yang masuk dalam zona hijau (tidak ada kasus).

Peta zonasi Covid-19 dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Indikator yang digunakan adalah epidemiologi, yaitu penurunan jumlah kasus positif, suspek dan sebagainya.

Kemudian, indikator surveilans kesehatan masyarakat, seperti jumlah pemeriksaan sampel diagnosis meningkat selama dua minggu terakhir. Selanjutnya, indikator pelayanan kesehatan, yakni jumlah tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan mampu menampung sampai dengan lebih dari 20 persen jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat. (A13/SS6/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com