Pengendalian Wabah PMK di Sumut

Gubernur Lakukan Tiga Langkah Antisipasi


156 view
Gubernur Lakukan Tiga Langkah Antisipasi
Foto: Dok/Diskominfo Sumut
RAKOR: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memimpin Rakor yang diikuti unsur Forkopimda Sumut dan instansi terkait tentang pengendalian penyakit mulut dan kuku pada ternak di Aula Tengku Rizal Nurdin Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (13/5). 
Medan (SIB)
Menyikapi kasus wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak yang sepekan terakhir menjadi perhatian secara nasional, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyiapkan tiga langkah antisipasi, yaitu deteksi, sosialisasi dan isolasi.

Demikian disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Wabah PMK di Sumut bersama para Kepala Dinas Peternakan kabupaten/kota se-Sumut di Aula Tengku Riza Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (13/5).

Hadir Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melalui sambungan jarak jauh (virtual), Pangdam I/BB Mayjen TNI Daniel Chardin, Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH Kementan Nuryani Zainuddin serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut Azhar Harahap.

Gubernur Edy Rahmayadi yang memimpin Rakor tersebut menegaskan, tiga langkah yang segera diambil untuk mengantisipasi wabah PMK, yaitu pertama adalah mendeteksi keberadaan hewan ternak seperti sapi, kerbau dan kambing.

Apakah ada indikasi seperti demam, nafsu makan hilang, lepuh di hidung, lidah, mulut dan kuku, air liur keluar secara berlebihan, serta keluar leleran dari hidung.

“Antisipasi sejak kemarin sudah kita lakukan, dan hari ini kita mengumpulkan seluruh Kadis Peternakan. Secara tertulis kita informasikan kepada bupati dan wali kota agar segera mengambil langkah dengan kondisi yang ada ini. Kemudian langkah berikutnya kita akan sosialisasi, sehingga masyarakat tahu harus berbuat apa dan petugas siap melakukan apa,” ujarnya.

Serta langkah ketiga adalah melakukan isolasi dengan menghentikan lalu lintas hewan ternak seperti keluar masuk Sumut.

Mengingat dari data 2.226 kasus terkonfirmasi di Provinsi Aceh, sebanyak 1.903 di antaranya terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang.yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.

Khusus Sumut ada dua kabupaten yang tercatat ditemukan dugaan kasus PMK yang masih perlu dipastikan terlebih dahulu ke Laboratorium PMK Pusat Veteriner Farma (Pusvetma). Yakni Langkat dengan total 337 kasus (hewan ternak) dari Kecamatan Besitang dan Pematangjaya. Serta Kabupaten Deliserdang dengan total 261 kasus dan tersebar di lima kecamatan yakni Galang, Hamparanperak, Pagarmarbau, Percut Seituan dan Tanjungmorawa sehingga totalnya menjadi 598 kasus.

“Saya mendeteksi ini harus diantisipasi. Baik perbatasan darat atau laut seluruhnya dihentikan. Terakhir di pasar ternak harus dideteksi, ditutup sementara pasar ternak. Tetapi bagaimana ini tidak membuat panik,” katanya.

Sebelumnya, dalam Rakor tersebut Mentan Syahrul Yasin Limpo menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumut yang dinilai cepat tanggap dalam mengambil langkah antisipasi kejadian wabah PMK itu. Secara umum kondisi itu memang mengkhawatirkan dunia, termasuk Indonesia dimana Provinsi Aceh dan Jawa Timur menjadi yang terbanyak kasus terkonfirmasi ditemukan 2.226 dan 2.917 kasus (data Ditjen PKH).

“Apapun langkah yang akan dilakukan Pemprov Sumut, kami dari kementerian akan membantu sepenuhnya. Intinya jangan panik. Karena baru satu pekan ini kita tangani kematiannya tergolong kecil. Jadi jangan membuat seolah ini mengerikan. Bahwa wabah ini ada, tetapi semuanya bisa disikapi. Mari kita mengadaptasi wabah itu,” jelasnya.

Untuk itu Mentan berharap Gubernur Sumut bisa menghimpun upaya antisipasi dimaksud. Sehingga tidak ada yang memberikan informasi sendiri-sendiri dengan mengutamakan validasi data, serta kerja sama yang kuat setiap daerah dan unsur.

“Karena itu ada Satgas tingkat nasional. Dan kami harapkan untuk tingkat provinsi dan kabupaten kota juga dibentuk.

Kepada Direktorat Jenderal kami harapkan selalu berkomunikasi dengan Gubernur untuk pengobatannya. Termasuk vaksin lokal atau nasional, akan kita buat,” jelas Syahrul yang menegaskan tidak perlu membeli vaksin.

Mentan juga meminta agar tidak mendramatisir keadaan yang akan berdampak pada terganggunya tata niaga. Mengingat saat ini sudah mendekati momentum Iduladha (kurban). Sehingga untuk kebutuhan hari raya nanti ia meminta mempersiapkan hewan yang sehat. (A13/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com