Gubernur Sumut Diminta Jelaskan Soal Wacana Perbaikan Jalan Gunakan Pinjaman Rp 2,7 Triliun dari China

* Plt Kadis Kominfo Sumut Jangan Hanya Membantah

212 view
Gubernur Sumut Diminta Jelaskan Soal Wacana Perbaikan Jalan Gunakan Pinjaman Rp 2,7 Triliun dari China
Foto Dok
Poaradda Nababan
Medan (SIB)
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi diminta menjelaskan ke publik soal adanya wacana untuk memuluskan jalan-jalan provinsi di Sumut dengan anggaran Rp2,7 triliun. Pasalnya informasinya masih simpang-siur di tengah-tengah masyarakat, menyusul adanya bantahan dari Plt Kadis Kominfo Sumut Aziz, bahwa Pemprov Sumut tidak ada rencana meminjam dana ke investor China.

"Sebenarnya apa yang terjadi, apakah memang tidak ada rencana Pemprov Sumut meminjam dana atau memang investor China tersebut yang mau meminjamkan dana ke Pemprov Sumut khusus membangun infrastruktur Gubernur Cq Plt Kadis Kominfo, biar semuanya jelas," kata anggota DPRD Sumut Poaradda Nababan kepada wartawan, Selasa (7/12) melalui telepon di Medan.

Seperti diketahui, tambah Poaradda, meminjamkan dana atau dana pendahuluan (istilahnya masih simpang siur) itu saat ini jadi perbincangan hangat di kalangan anggota dewan, karena jika benar investor China daerah ini dengan memberikan dananya membangun jalan, dengan pembayaran secara cicilan melalui APBD Sumut selama tiga tahun, tanpa bunga, tentunya patut didukung.

"Tapi yang menjadi kendala, apakah tidak menjadi masalah hukum di kemudian hari, karena syarat yang ditawarkan investor China tersebut, proyek jalan sebesar Rp2,7 triliun itu yang anggarannya mereka yang dahulukan atau mengerjakan," kata Poaradda.

Jangan Hanya Membantah
Persoalan ini yang perlu dijelaskan Gubernur Cq Kadis Kominfo Sumut terkait anggaran sebesar Rp2,7 triliun tersebut, apakah namanya meminjam, dipinjamkan atau dana pendahuluan, dengan catatan yang menyediakan dana yang mengerjakan proyek dengan pembayaran secara cicilan tanpa bunga.

"Kita inginkan adanya penjelasan dari Gubernur atau Plt Kadis Kominfo Sumut, jangan hanya membantah tanpa memberi penjelasan ke publik. Berikanlah pencerahan kepada rakyat, karena era ini eranya transparan," ujar Poaradda sembari menambahkan pimpinan dewan, pimpinan fraksi DPRD Sumut dengan Gubernur sudah membahas masalah anggaran Rp2,7 triliun ini, jangan lagi ditutup-tutupi.

Namun pemahamannya yang belum seragam. Artinya, tambah politisi PDI Perjuangan ini, apakah dana sebesar Rp2,7 triliun itu berupa pinjaman, meminjamkan dana atau dana pendahuluan dari investor China, masih terjadi perbedaan pandangan, sehingga perlu dijelaskan secara terperinci.

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota DPRD Sumut Ir Parlaungan Simangunsong ST IPM menegaskan, Pemprov Sumut mewacanakan untuk meminjam dana ke investor China sebesar Rp2,7 triliun, untuk "memuluskan" infrastruktur jalan dan jembatan di Sumut yang saat ini banyak yang sudah "kupak-kapik".

Namun pernyataan itu dibantah oleh Plt Kadis Kominfo Sumut Aziz dan mengatakan, tidak benar Pemprov Sumut mau meminjam dana ke investor untuk membangun jalan provinsi yang rusak di sejumlah kabupaten/kota di Sumut.

"Di sini kita meminta Plt Kadis Kominfo Sumut menjelaskan ke publik darimana anggaran Rp2,7 triliun yang dimaksudkan Gubernur memuluskan jalan provinsi tersebut dan apa istilahnya, apakah meminjam, meminjamkan atau mendahulukan. Kita ingin disampaikan secara jelas dan terperinci," pungkasnya.(A4/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com