* Stok Vaksin Menipis, RS USU Belum Bisa Layani Vaksinasi

Gubernur Sumut Minta Bupati/Wali Kota Serius Tangani Covid-19, Tingkatkan Prokes

* RS Adam Malik Tunda Dosis Satu

147 view
Gubernur Sumut Minta Bupati/Wali Kota Serius Tangani Covid-19, Tingkatkan Prokes
Covid19.sumutprov.go.id
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi kembali mengingatkan, kasus Covid-19 di Sumut saat ini relatif masih tinggi. Karena itu, para bupati/walikota diminta lebih serius dalam penanganan Covid-19, termasuk meningkatkan kedisiplinan Protokol Kesehatan (Prokes).
Medan (SIB)
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi kembali mengingatkan bahwa kasus Covid-19 di Sumut masih relatif tinggi. Karena itu para bupati/wali kota diminta lebih serius dalam penanganan Covid-19 termasuk meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan (Prokes).

“Bupati dan wali kota tolong perkuat kembali kedisiplinan Prokes masyarakat kita, turun langsung perintahkan camat, kepala desa, lurah untuk mengingatkan Prokes kepada masyarakat. Ini pencegahan yang paling efektif saat ini bila tidak kita lakukan bersama tidak bisa ini,” kata Gubernur Edy Rahmayadi usai Rapat Koordinasi Penanganan Lonjakan Kasus Covid-19 dan Pelaksanaan PPKM Mikro Level 4 dan 3 di Kabupaten/Kota di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Selasa (27/7).

Terkait Bantuan Sosial (Bansos) untuk daerah yang menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Gubernur meminta dilakukan pendataan yang cepat dan akurat sehingga penyalurannya tepat sasaran.

Diketahui sebelumnya, pemerintah telah menetapkan bantuan kartu sembako senilai Rp200.000 untuk dua bulan kepada 18,8 juta KPM di daerah PPKM Level 4. Kemudian pemerintah menambah Bansos tersebut untuk 5,9 juta KPM yang diusulkan pemerintah daerah termasuk Kota Medan untuk menerima kartu sembako senilai Rp200.000/bulan selama 6 bulan.

“Sistematikanya pemerintah daerah yang mengusulkan karena itu saya harap pemerintah daerah dalam hal ini Kota Medan segera melakukan pendataan yang tepat karena kita tidak ingin bantuan sosial malah kontraproduktif,” kata Edy Rahmayadi.

Selain Bansos tersebut ada bantuan lain yang ditujukan kepada masyarakat kurang mampu seperti beras 10 Kg, subsidi upah untuk pekerja dan pemegang kartu pra kerja Rp600.000/bulan selama 2 bulan, diskon listrik dan subsidi kuota internet selama 5 bulan dari Agustus hingga Desember 2021 akan tetap di terima KPM dan masyarakat di daerah PPKM Level 4. “Kita harap ini bisa meringankan beban masyarakat kita selama pandemi,” harap Edy.

Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution yang juga hadir langsung pada acara tersebut mengatakan, Kota Medan ada 88.000 KPM dan telah menerima bantuan beras 10 kg dari pemerintah pusat. Saat itu Pemko Medan mulai melakukan pendataan untuk KPM yang akan menerima tambahan Bansos berupa kartu sembako senilai Rp200.000.

“Penyaluran bantuan sebelumnya masih kita lakukan dan kini kita akan mendata KPM untuk menerima bantuan kartu sembako tambahan. Kita akan lakukan dengan cepat dan benar seperti kata Pak Gubernur tadi jangan malah ada masalah baru yang muncul karena adanya Bansos,” katanya.

Rapat koordinasi itu juga dihadiri Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, Bupati Karo Corry Sebayang, OPD Pemprov Sumut, Pemko Medan, Pemkab Deliserdang dan Karo. Juga hadiri secara virtual para bupati/wali kota lainnya serta OPD terkait.

Menipis
Sementara itu, jumlah stok vaksin dosis pertama dan kedua di Kota Medan saat ini semakin menipis. Stok vaksin dosis pertama sebelumnya telah menipis, kini juga diikuti dosis kedua.

Hal itu menyebabkan banyak masyarakat mengurungkan niatnya untuk melaksanakan vaksin karena fasilitas kesehatan (Faskes) yang melayani vaksinasi tidak melayani lagi dikarenakan ketiadaan vaksin.

Jumlah masyarakat yang mengantri untuk vaksinasi di RS USU, Jalan Dr Mansyur Medan masih cukup banyak. Untuk vaksinasi dosis pertama tersisa ada sekitar 700-an orang yang terdiri dari lansia, pra lansia dan anak. Sedangkan dosis kedua ada 800-an orang lagi yang terpaksa ditunda.

"Kita sudah buat pengumuman bahwa sejak 26 Juli 2021 kita belum bisa melayani pemberian vaksin dosis pertama dan kedua. Ini karena adanya keterlambatan distribusi vaksin, bahkan kapan pelayanan akan dibuka kembali kita tidak tau pasti," kata Kepala Humas RS USU Medan, M Zeinizein, Selasa (27/7), seperti dilansir dari harianSIB.com.

Sedangkan pelayanan vaksinasi di RSUP H Adam Malik hanya bisa melayani vaksinasi dosis kedua sedangkan dosis pertama sudah ditunda, karena stok vaksinnya habis. "Kita tinggal pelayanan vaksinasi dosis kedua saja,"ujar Kasub Koordinator Hukormas RSUP H Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak MIKom.

Ia mengatakan peserta vaksinasi kedua sesuai data vaksinasi pertama yang dilakukan di rumah sakit milik Kemenkes tersebut. "Kami hanya melayani vaksinasi kedua untuk masyarakat yang vaksinasi pertamanya di sini. Sementara untuk vaksinasi dosis pertama kita belum bisa layani," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan mengatakan, pelaksanaan vaksinasi di Kota Medan sampai saat ini masih terus berlanjut.

"Sampai hari ini masih berlanjut, stok kita masih ada walau menipis. Semua cara kita lakukan sesuai permintaan pusat agar kita cepat dapat mendapatkan asupan vaksin. Dan memang dikhususkan saat ini pada kasus yang lebih parah seperti Bali. Insya Allah akan secepatnya masuk ke Medan," ujarnya.

Sementara itu, akibat minimnya stok vaksin ini masyarakat jutru mempertanyakan keseriusan pemerintah untuk melaksanakan vaksinasi buat masyarakat. Sebab di saat masyarakat mau divaksin, vaksinnya tidak ada. Saat tidak mau, katanya vaksin malah berlebih-lebih.

"Gimana ini, katanya dulu stok vaksin aman, kok sekarang bisa langka begini. Katanya mau dipercepat masyarakat divaksin, giliran sekarang malah gak ada vakisnnya," kritik Dino, seorang warga Medan yang terpaksa menunda vaksinasi karena mendapat kabar sudah tidak ada lagi stok vaksin khususnya dosis pertama. (A13/R6/R5/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com