* 5.205 Orang Terdampak, 1.300 di Antaranya Mengungsi

Gunung Semeru Meletus, Presiden Jokowi Berduka

* Polri Gelar Operasi Kemanusiaan Aman Nusa II

283 view
Gunung Semeru Meletus, Presiden Jokowi Berduka
Foto: Antara/Umarul Faruq
MENINJAU: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) meninjau rumah warga yang terendam abu vulkanik dari guguran lahar panas Gunung Semeru di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12).
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus memonitor erupsi Gunung Semeru yang menelan korban jiwa. Jokowi pun menyampaikan duka cita yang mendalam atas korban jiwa akibat erupsi tersebut.

Ucapan duka cita untuk korban erupsi Gunung Semeru dari Jokowi itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (5/12).

"Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden telah menerima laporan dan terus memonitor dari waktu ke waktu. Atas nama Presiden-Wakil Presiden, Pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia menyampaikan duka yang sangat mendalam atas korban yang meninggal dan korban luka-luka," kata Pratikno.

Pratikno mengatakan, Jokowi telah memerintahkan jajarannya untuk secepat mungkin melakukan langkah tanggap darurat. Terutama untuk mengevakuasi korban erupsi Gunung Semeru.

"Bapak Presiden sudah memerintahkan kepada Kepala BNPB, kepada Kepala Basarnas, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan juga kepada Panglima TNI, Kapolri, gubernur dan bupati untuk segera melakukan tindakan secepat mungkin, melakukan langkah-langkah tanggap darurat, mencari dan menemukan korban, memberikan perawatan kepada korban yang luka-luka dan melakukan penanganan dampak bencana," tutur dia.

Jokowi, kata Pratikno, juga telah memerintahkan agar bantuan pelayanan kesehatan dan logistik bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru dapat diselesaikan dengan segera. Jokowi juga meminta perbaikan infrastruktur dituntaskan secepatnya.

Lebih lanjut, Pratikno mewanti-wanti pemerintah daerah untuk tak lelah mengajak warganya selalu siaga dan waspada. Selain itu, pemerintah daerah juga dimintanya untuk mengantisipasi datangnya bencana.

Jokowi juga memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan langkah tanggap darurat terkait erupsi Gunung Semeru. Langkah tanggap darurat itu utamanya untuk mencari korban hingga melakukan penanganan dampak bencana.

"Sesaat setelah mendapatkan laporan tentang bencana tersebut, saya memerintahkan kepada Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri PUPR, dan juga kepada Panglima TNI, Kapolri, Gubernur, dan Bupati untuk segera melakukan tindakan secepat mungkin, langkah tanggap darurat, mencari dan menemukan korban, memberikan perawatan kepada yang luka-luka, dan melakukan penanganan dampak bencana," kata Jokowi melalui akun Instagramnya, Minggu (5/12).

Lebih lanjut, Jokowi juga menyampaikan duka cita mendalam atas korban dari erupsi Gunung Semeru.

"Atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia, saya juga menyampaikan dukacita yang sangat mendalam atas korban yang meninggal dan luka-luka. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan perlindungan kepada kita semua," ucapnya.

Terdampak
Warga terdampak erupsi Gunung Semeru terus bertambah. Kemarin, tercatat ada 5.205 jiwa masyarakat yang terdampak.

"Untuk jumlah masyarakat terdampak artinya jumlah masyarakat yang terdampak, baik itu awan panas, guguran di 2 kecamatan, kemudian masyarakat terdampak debu vulkanik di 8 kecamatan itu, total 5.205 jiwa," kata Plt Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam jumpa pers, Minggu (5/12).

Dari lima ribu lebih warga yang terdampak itu, 1.300 orang di antaranya telah mengungsi. Jumlah warga yang mengungsi didapatkan langsung dari Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto yang tengah berada di lokasi.

"Dengan 1.300 orang di pengungsian ini juga bertambah dari rilis yang kita keluarkan tadi siang sejumlah 902. 1300 orang ini merupakan informasi juga langsung dari Kepala BNPB dari lokasi terdapat di Kabupaten Lumajang," ujarnya.

Kemudian, dari ribuan warga terdampak tersebut, 9 orang di antaranya masih dalam proses pendataan status korban. Sebab, BNPB hingga kini belum menerima informasi pasti mengenai 9 orang tersebut.

"Dari jumlah tersebut masih ada 9 jiwa yang saat ini masih dalam proses pendataan status korban, apakah hilang atau korban meninggal, ini masih dalam pendataan. Kita belum menerima informasi yang detailnya seperti tadi disampaikan oleh bapak," kata Abdul.

Meninggal
Saat ini, jumlah korban jiwa juga bertambah. Per pukul 17.30 WIB, ada 14 orang yang menjadi korban erupsi Gunung Semeru.

"Pukul 17 30 ini jumlah korban meninggal dunia terdata hingga saat ini berjumlah 14 orang," ungkapnya.

Sementara, untuk korban luka saat ini berjumlah 56 orang. 35 orang di antaranya luka berat, dan 21 orang luka ringan.

Operasi Kemanusiaan
Sementara itu, Polri menggelar Operasi Kemanusiaan Aman Nusa II.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat perintah nomor: Sprin/XII/OPS.2./2021. Surat perintah itu dikeluarkan sebagai bentuk komitmen dari Polri untuk membantu masyarakat yang menjadi korban bencana alam.

"Segala unsur kekuatan terbaik yang dimiliki Polri dikerahkan untuk membantu warga yang menjadi korban Erupsi Gunung Semeru. Seluruh sarana dan prasarana kami maksimalkan guna meringankan beban masyarakat," kata Sigit dalam keterangannya, Minggu (5/12).

945 personel gabungan Pelopor Korbrimob dan Satbrimob Polda jajaran dikerahkan. 6 ekor anjing K-9 juga terjunkan ke lokasi bencana.

Polri turut mengerahkan sejumlah kendaraan untuk membantu penanganan erupsi Gunung Semeru. Mulai dari mobil SAR, mobil dapur lapangan, mobil reapiter, mobil water treatment, ambulans, hingga helikopter.

Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Lumajang juga disiapkan sebagai posko korban erupsi Gunung Semeru. RS Bhayangkara di Kediri, Batu dan Bondowoso juga membantu mengirikan ambulans ke lokasi bencana.

Sigit meminta jajarannya yang terjun dalam operasi kemanusiaan itu turut berkoordinasi dengan jajaran terkait. "Maksimalkan pengarahan anggota dan peralatan dalam penanganan bencana terutama kawasan perumahan atau pemukiman warga yang membutuhkan evakuasi," ucap eks Kapolda Banten ini.

Sebelumnya, pada Sabtu (4/12) Gunung Semeru erupsi dan mengakibatkan terjadinya banjir lahar dan guguran awan panas dari puncak. Bencana ini terjadi pada pukul 14.47 WIB dengan daerah terdampak berada di Kecamatan Candipuro, Pronojiwo dan Pasirian. (detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com