HMI Harus Siap Jadi Pelopor Jadikan RI Semakin Disegani

* Apresiasi Kader PMII Teguh Membela NKRI dan Pancasila

275 view
HMI Harus Siap Jadi Pelopor Jadikan RI Semakin Disegani
Foto: Seskab
BUKA KONGRES: Presiden Jokowi didampingi Seskab Pramono Anung (kiri) dan Menpora Zainudin Amali membuka Kongres XXXI Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) secara virtual dari Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/3).
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Kongres XXXI Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tahun 2021 secara virtual. Jokowi mengatakan HMI merupakan organisasi yang banyak melahirkan tokoh umat dan pemimpin bangsa.

"Di Kabinet Indonesia Maju ini dipenuhi oleh banyak kader-kader HMI. Saya sebutkan Pak Menko Polhukam Mahfud Md, Profesor Muhadjir Menko PMK, Bapak Zainudin Amali Menpora, Bapak Suharso Monoarfa Menteri Bappenas, Bapak Sofyan Djalil Menteri Agraria dan BPN, Menteri Pertanian Pak Syahrul Yasin Limpo, kemudian juga Pak Bahlil Lahadalia, HMI semuanya, mungkin ada yang nggak saya sebut tapi ini sudah, bukan banyak, terlalu banyak," kata Jokowi dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (17/3).

Namun, menurut Jokowi, saat ini tantangan ke depan semakin besar. Dia meminta HMI tidak terpaku pada kebesaran-kebesaran masa lalu. HMI, kata Jokowi, harus adaptif terhadap perubahan.

"Tetapi tantangan kita ke depan semakin besar, kita tahu saat ini kita berada pada era disrupsi, dengan perubahan yang sangat cepat dan kita tidak boleh terpaku hanya pada kebesaran-kebesaran masa lalu. Kita harus terus mengasah kepekaan, adaptif terhadap perubahan dan lincah terhadap perubahan, sigap mengambil keputusan, dan cepat, dan cerdas dalam bertindak," ujarnya.

Jokowi mengatakan, dengan potensi besar yang dimiliki, HMI harus harus mampu mewujudkan cita-cita besar para pendiri untuk menyelaraskan keislaman dan keindonesiaan dengan semangat pembaharuan. Selain itu, untuk memperkokoh persatuan bangsa di tengah keberagaman dan menjadi pilar penyokong integrasi bangsa.

"Keluarga besar HMI yang saya banggakan karena itu saya berpesan agar HMI tumbuh bersama zaman, harus adaptif dengan kebaruan, tanggap menghadapi realitas-realitas baru dan menyesuaikan diri dengan derasnya arus disrupsi dan perubahan," kata Jokowi.

Jokowi meminta HMI terus berkolaborasi dalam berbagai agenda penting pembangunan bangsa. Termasuk berikhtiar mengatasi pandemi Covid-19 dan dampaknya.

"Serta membantu masyarakat yang sedang dalam kesulitan, membangkitkan optimisme, membangkitkan harapan, agar bangsa kita segera pulih dan bangkit dari pandemi. HMI juga harus siap menjadi pelopor kemajuan bangsa yang akan mengantarkan bangsa kita, bangsa Indonesia, menjadi bangsa yang semakin disegani, semakin maju, dan semakin sejahtera," ujarnya.

HMI, kata Jokowi, juga harus siap menjadi pelopor kemajuan bangsa. Dia yakin HMI bisa menjadi lokomotif kemajuan bangsa Indonesia.

"Saya percaya HMI bisa menjadi lokomotif kemajuan bangsa dan lebih aktif menyiapkan, melahirkan SDM-SDM unggul, mencetak dan melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang akan mengantarkan bangsa ini siap berkompetisi dalam era berkompetisi sekarang ini dan semakin maju menjadi pemenang dan yakin usaha sampai," tutur Jokowi.

Adaptif
Di hari yang sama Presiden Jokowi juga membuka Kongres XX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tahun 2021 secara virtual. Dalam pidatonya, Jokowi menyebut PMII selalu terdepan mengawal perjalanan bangsa.

"Sebagai anak kandung Nahdlatul Ulama, PMII selalu terdepan dalam mengawal perjalanan bangsa. Teguh membela NKRI, teguh membela Pancasila, teguh membela Undang-Undang Dasar 1945, dan teguh dalam membela Bhinneka Tunggal Ika, dan juga konsisten menyebarkan toleransi dan kesejukan dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk, dan beragam," kata Jokowi melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Jokowi pun memberikan apresiasinya terhadap kader-kader PMII yang selalu menunjukkan komitmen kebangsaan yang kuat. Selain itu, konsisten menyuarakan kepedulian dan keadilan terhadap sesama dan bersifat kritis, solutif demi perbaikan bangsa, serta merawat optimisme generasi muda dengan semangat keislaman dan keindonesiaan.

Jokowi mengatakan PMII harus mampu beradaptasi dengan perubahan. Dia pun meminta kader PMII menjadi navigasi perubahan di Indonesia.

"PMII harus terus tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kepemudaan yang inovatif dan adaptif, membuka diri dan adaptif terhadap hal-hal yang baru, buat kader-kader PMII menguasai ilmu dan teknologi itu sifatnya fardu ain, kewajiban setiap individu kader, kenapa? Karena PMII merupakan laboratorium kepemimpinan generasi muda Islam, yang ikut, yang akan ikut maju atau mundurnya Indonesia di masa depan," tutur Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan, saat ini pemerintah tengah bekerja keras memulihkan kesehatan masyarakat dan perekonomian nasional. Menurutnya, saat ini, ekonomi Indonesia tengah menunjukkan tren positif.

"Alhamdulillah ekonomi kita menunjukkan tren yang positif meskipun juga harus kita akui belum maksimal, tapi tidak ada kata lelah dalam kamus saya, Apalagi di masa krisis pandemi yang melanda dunia seperti sekarang ini, sebab itu saya minta dukungan dan partisipasi para kader PMII, menjadi bagian dari jihad kebangsaan ini, ikut berkontribusi ide, gagasan, dan bekerja nyata membantu dan menyelesaikan persoalan persoalan besar bangsa kita, mulai dari lingkungan kita masing-masing," papar dia.

Jokowi juga percaya Kongres PMII kali ini bisa menghasilkan program strategis untuk menjawab persoalan kemahasiswaan, persoalan kemasyarakatan, dan persoalan kebangsaan. Hal itu tak lain untuk mewujudkan kemajuan PMII di masa depan.

"Agar tetap tegak berdiri dan disegani memberikan makna penting bagi kemajuan dan kejayaan Indonesia," pungkas Jokowi. (detikcom/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com