Hadiri Pertemuan di Vatikan, Sekum Muhammadiyah Bicara Peran Penting Guru


171 view
Hadiri Pertemuan di Vatikan, Sekum Muhammadiyah Bicara Peran Penting Guru
Foto Dok
Abdul Mu'ti
Jakarta (SIB)
Sekum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, berbicara mengenai peran penting guru dalam forum pertemuan para pemimpin agama dunia di Vatikan. Mu'ti merupakan satu-satunya wakil dari Asia Tenggara di pertemuan tersebut.

Seperti dikutip dari situs Muhammadiyah, Kamis (7/10), forum tersebut bertajuk 'Religions and Education: Toward a Global Compact on Education'. Mu'ti berada satu meja dengan pemimpin Katolik dunia Pope Francis dan mufti agung Al-Azhar Syaikh Ahmad al-Tayyeb dan 15 tokoh agama dunia.

Forum The Representatives of Religions ini diselenggarakan bertepatan dengan Hari Guru Internasional yang telah ditetapkan UNESCO sejak 1994. Forum ini merancang kesepakatan bersama tentang pendidikan dunia yang inklusif dan berdampak pada perdamaian seluruh umat manusia di masa depan.

Dalam kesempatan itu, Mu'ti berbicara mengenai tentang paradoks antara peran besar guru dan kesejahteraan mereka yang masih belum terjamin. Mu'ti menyinggung guru yang dibayar di bawah standar.

"Dengan dedikasi penuh, guru bekerja sepenuh hati untuk siswanya. Untuk dedikasi ini mereka mengorbankan waktu, tenaga, keluarga, dan hidup. Untuk menemui siswa, guru harus tinggal di daerah terpencil dengan fasilitas yang sangat minim. Ada guru di kamp-kamp pengungsi. Ada situasi di mana guru harus mengajar di tengah perang," kata Mu'ti.

"Namun kondisi guru belum sesuai dengan kontribusinya. Guru di banyak negara dibayar di bawah standar. Ada guru yang hidup dalam kondisi ekonomi yang buruk. Apresiasi kepada guru baik sebagai pribadi maupun profesional masih kurang memuaskan. Guru menjadi korban kekerasan, dihukum, dan sebagainya. Akibat kondisi tersebut, generasi muda kurang berminat menjadi guru," sambung Mu'ti.

Mu'ti menyeru semua pihak untuk menghormati guru. Kualitas guru, kata Mu'ti, bakal menentukan kualitas masa depan dunia.

"Dari sudut pandang agama, guru memiliki misi profetik sebagai utusan' Tuhan yang memegang, mengajar, dan mengubah ajaran agama ke dunia," tutur Mu'ti.

"Sudah saatnya kita menghormati guru. Kualitas pendidikan, manusia, bangsa, dan dunia - sampai batas tertentu pada kualitas guru. Kami membutuhkan tindakan bersama dan kerjasama untuk menjadikan guru sebagai profesi terhormat dan agen peradaban dan peradaban umat manusia. Kita membutuhkan jaminan hukum untuk jaminan psikologis, profesional, moral, dan sosial bagi guru. Dari sini, kita perlu memiliki komitmen dan tindakan bersama menuju apresiasi yang lebih baik kepada guru," tegas Mu'ti di depan para pemimpin dunia. (detikcom/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com