Hari Ini Jokowi Lantik Menteri Investasi Bahlil dan Mendikbud-Ristek Nadiem


208 view
Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi
Jakarta (SIB)
Istana akan menggelar reshuffle terbatas. Presiden Jokowi akan melantik pimpinan dua kementerian.

Informasi dari lingkaran Istana, Presiden Jokowi akan melantik Menteri Pendidikan dan Kebudayaan-Riset Teknologi besok Rabu (28/4). Selain itu, Jokowi akan melantik Menteri Investasi.

Masih informasi dari pihak yang sama, Menteri Investasi dipastikan akan dijabat Bahlil Lahadalia. Nadiem Makarim juga dipastikan akan menjabat Mendikbud-Ristek.

Sementara itu, tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin menyatakan, masih menunggu kabar kepastian reshuffle kabinet. Ngabalin menyebut, sampai pukul 15.00 WIB, belum ada geladi pelantikan menteri baru.

"Sampai sore ini belum ada petunjuk, arahan, persiapan sama sekali. Tetapi kalau ada pelantikan pasti terbuka. Kita tunggu bareng-bareng," kata Ngabalin saat dimintai konfirmasi terpisah, Selasa (27/4).

Supir Angkot
Sementara itu, salah seorang sumber di lingkaran Istana mengatakan kursi Menteri Investasi akan diduduki oleh Bahlil Lahadalia. Bahlil sendiri saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Sebelum menjadi pejabat negara, Bahlil merupakan seorang pengusaha. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) periode 2015-2019.

Pria kelahiran Banda, Maluku, 7 Agustus 1976 itu merintis karir dan bisnis dari nol. Dia terlahir dari keluarga dengan ekonomi pas-pasan. Ayahnya seorang kuli bangunan dan sang ibu bekerja sebagai tukang cuci.

Sejumlah profesi pernah dilakoni pria asal Fakfak, Papua ini. Mulai dari tukang kue semasa kecil, seorang kondektur, hingga menjadi sopir angkot pun dia jalani. Dengan kerja keras itulah Bahlil Lahadalia menjadi orang besar yang tadinya bukan siapa-siapa.

Bahkan, sejak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), Bahlil sudah berjuang. Dia berjualan kue untuk memenuhi kebutuhannya, mulai dari membeli buku, sepatu, hingga kelereng untuk bermain dengan kawannya.

Bukan cuma jualan kue, ketika beranjak remaja segala macam pekerjaan kasar dilakukan Bahlil. Mulai dari kondektur angkot, jualan ikan, jadi kuli bangunan, sampai akhirnya jadi sopir angkot. Bahkan dia mengaku sering menghabiskan masa remajanya hidup di terminal.

Dengan segala kekurangannya, justru Bahlil nekat mau mengubah nasib. Dengan modal pas-pasan dirinya terbang ke Jayapura, niatnya untuk kuliah.

Sampai di Jayapura Bahlil sempat luntang-lantung karena tidak ada kampus yang mau menerimanya. Namun suatu hari dia dikuatkan ketua asrama yang ditinggalinya. Bahlil bercerita dia dimotivasi untuk tetap kuliah, hingga akhirnya dia mendaftarkan diri ke kampus swasta.

Tahu tidak memiliki uang, Bahlil tidak menyerah, kerja keras terus berlanjut. Sambil kuliah dia tetap mencari uang sendiri.

Pekerjaan kasar kembali dilakoninya. Dia bercerita pernah menjadi tukang dorong gerobak untuk membawa belanjaan orang dari pasar. Dia bercerita sekali 'narik' gerobak cuma diberi uang Rp 200.

Saat menjadi mahasiswa, Bahlil juga aktif sebagai aktivis, bahkan sempat keluar masuk bui karena pergerakannya. Bolak-balik bui, Bahlil merasa menderita. Dari situ lah dia mengaku sadar harus mengubah nasibnya dari orang yang miskin. Terlebih dia mengaku pernah sampai mengalami busung karena tidak bisa membeli makanan yang layak.

Kemudian dia mengawali karir di dunia keuangan. Bahlil bercerita pernah menjadi pegawai kontrak asuransi. Hingga akhirnya, dia ditawari temannya membangun perusahaan konsultan keuangan. Dari situ dia menjalani karir mulai dari karyawan biasa.

Sejak saat itulah Bahlil meneruskan karir cemerlangnya. Hingga akhirnya dia bisa menjadi CEO PT Rifa Capital dengan gaji Rp 35 juta di usia yang masih 25 tahun. PT Rifa Capital tersebut memiliki cabang di berbagai pulau di Indonesia, seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Sepak terjangnya di dunia bisnis mengantarnya meraih posisi Ketua Umum HIPMI dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-15 Desember 2015. Selama periode kampanye pemilihan umum (pemilu) tahun 2019, Bahlil masuk daftar tim sukses (timses) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Sampai akhirnya, Bahlil dilantik sebagai Kepala BKPM pada 23 Oktober 2019.

Tugas lembaga yang sekarang dipimpin Bahlil memang berhubungan dengan investasi. Mengutip laman resmi BKPM, tugas pokok BKPM adalah melaksanakan koordinasi kebijakan dan pelayanan di bidang penanaman modal berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (detikfinance/detikcom/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com