Pasca Libur Idul Fitri 1442 H

Hari Pertama Kerja, 268 Pegawai Kejati Sumut Langsung Rapid Antigen


161 view
Hari Pertama Kerja, 268 Pegawai Kejati Sumut Langsung Rapid Antigen
(Foto: Dok Penkum Kejati Sumut)
Rapid Antigen: Suasana rapid antigen pegawai Kejati Sumut di Aula Adhyaksa Hall lantai 1 Kejati Sumut,mengawali hari pertama masuk kerja pasca libur lebaran  Hari Raya Idul Fitri 1442H, Senin(17/5).
Medan(SIB)
Mengawali hari pertama kerja pasca libur Idul Fitri 1442 H, seluruh pegawai(jaksa/Tata Usaha) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara(Kejati Sumut) mulai dari Kajati(Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara) IBN Wiswantanu,Wakajati(Wakil Kajati Sumut) Agus Salim,Asintel DR Dwi Setyo Budi Utomo, Aspidum DR Sugeng Riyanta, Aspidsus M Syarifuddin, Asdatun DR Prima Idwan Mariza, Aswas RM Ari Priyoagung, Kabag TU Raden Sudaryono, para Koordinator, Jaksa, Pegawai Tata Usaha, Pengamanan(security), tenaga honor dan cleaning service langsung mengikuti rapid test antigen di Adhyaksa Hall, Kejati Sumut Jalan AH Nasution Medan,Senin (17/5).

Kajati Sumut Ida Bagus Nyoman(IBN) Wiswantanu SH MH melalui Kasi Penkum/Humas Kejati Sumut Sumanggar Siagian menyampaikan,program rapid test antigen ini akan berlangsung selama 3 hari. Seluruh pegawai Kejati Sumut termasuk honor, Satpam dan petugas kebersihan akan dites untuk memastikan apakah ada pegawai yang reaktif.

"Program ini sekaligus sebagai salah satu upaya kita dalam mendukung program pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dengan rapid test antigen ini, kita akan mengetahui siapa saja yang positif dan perlu dirujuk untuk swab PCR atau isolasi mandiri. Untuk hari pertama ada 268 orang yang rapid antigen,dan tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan," kata Sumanggar Siagian.

Disebutkan,rapid tes antigen ini menjadi salah satu bentuk tracing atau tes secara keseluruhan untuk mengetahui siapa saja yang terpapar, memiliki riwayat berinteraksi dengan pasien Covid-19 atau baru saja melakukan perjalanan ke luar kota.

Tracing ini tambah Sumanggar diharapkan dapat membantu menghentikan penyebaran virus. “Tanpa upaya contact tracing, Covid-19 akan terus menyebar di masyarakat. Kita dapat saling melindungi dari Covid-19 dengan berpartisipasi dalam proses tracing.Kita semua lebih aman ketika Covid-19 dihentikan di jalurnya. Dengan bekerja sama, kita dapat menahan penyebaran virus dan menyelamatkan lebih banyak nyawa”,ujarnya.(BR1/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com