Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman:

Hindari Fanatik Berlebih, Semua Agama Benar di Mata Tuhan

* Menag Sepakat

267 view
Hindari Fanatik Berlebih, Semua Agama Benar di Mata Tuhan
dok. Penerangan Kostrad
Pangkostrad, Letjen TNI Dudung Abdurachman di Batalyon Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat. Senin (13/9/2021).
Jakarta (SIB)
Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Dudung Abdurachman mengingatkan jajarannya untuk tak bersikap fanatik terhadap agama. Menurut Dudung, semua agama sama di mata Tuhan Yang Maha Esa.

"Bijaklah dalam bermain media sosial sesuai dengan aturan yang berlaku bagi prajurit. Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama. Karena semua agama itu benar di mata Tuhan," kata Dudung, dikutip dari keterangan pers Penerangan Kostrad, Selasa (14/9).

Hal itu disampaikan Dudung saat bersama Ketua Persit KCK Gabungan Kostrad Rahma Dudung Abdurachman dan rombongan di Batalyon Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat. Senin (13/9).

Dudung juga mengingatkan prajuritnya untuk selalu bersyukur atas segala kondisi, terkhusus dalam situasi pandemi Covid-19. Dudung pun meminta prajurit bersyukur soal pasangan.

"Sebagai prajurit, kita harus bersyukur dengan kondisi keluarga saat ini masih diberikan kesehatan, bersyukurlah mempunyai istri apa pun bentuknya, karena itu semua adalah pilihan kita," ucap Dudung.

Dia lalu menekankan soal profesional dan proporsional, baik dalam latihan maupun menerapkan tradisi pembinaan terhadap prajurit baru. Dudung meminta perilaku yang bersifat kekerasan dihindari oleh prajuritnya.

"Laksanakanlah pembinaan tradisi kepada prajurit yang baru masuk secara keras sesuai aturan, tetapi bukan kasar. Karena tujuan dari tradisi satuan adalah untuk membangun kebanggaan dan jiwa korsa tanpa kekerasan maupun tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan satuan," tegas mantan Pangdam Jaya ini.

Terakhir, Dudung menyampaikan pesan kepada seluruh prajurit Batalyon Zipur 9 Kostrad untuk selalu menjadikan tugas sebagai tujuan utama. Di samping itu, dia meminta prajurit menjaga kehormatan di mana pun bertugas dan berada.

Dalam acara ini, acara penyambutan Dudung dan rombongan diawali dengan laporan Komandan Batalyon Zeni Tempur 9 Lang Lang Bhuwana Kostrad, Letkol Czi Setiawan Nur Prakoso Utomo. Prosesi penyambutan diakhiri penanaman pohon oleh Dudung.

Di Yon Zipur 9 Kostrad, Dudung meninjau pangkalan, baik fasilitas perkantoran, perumahan prajurit, maupun alutsista yang dimiliki satuan Batalyon Zipur 9 Kostrad.

Sepakat
Sementara itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan sepakat dengan Letjen Dudung.

"Semua yang berlebihan kan tidak baik," kata Yaqut.

Fanatisme terhadap agama perlu diarahkan ke diri sendiri, bukan terhadap orang lain. Arah fanatisme ke dalam diri bisa menjadikan seseorang erat memegang keyakinannya. Namun, fanatisme tidak perlu diarahkan untuk orang lain yang berbeda keyakinan.

"Fanatik itu seharusnya untuk diri sendiri dan lemah lembut kepada orang lain, bahkan kepada yang berbeda keyakinan. Jangan dibalik, fanatik apalagi yang berlebihan diberlakukan untuk orang lain, sementara untuk diri sendiri malah lunak," tutur Yaqut.

Yaqut juga sepakat dengan pernyataan Letjen Dudung bahwa semua agama benar. Yaqut menjelaskan semua agama benar menurut pemeluk masing-masing. Ini bukan relativisme agama, melainkan toleransi.

"Ini yang sering disalahpahami sebagai relativisme. Toleransi adalah tidak menolak apa yang tidak sama dengan yang dia yakini. Relativisme itu tidak bisa menoleransi apakah pilihan seseorang itu benar atau salah. Toleransi dan relativisme berbeda," kata Yaqut. (detikcom/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com